Emisi Karbon ANTAM Turun 9,43% Berkat Penggunaan EBT
Uptodai.com - Upaya pendorongan efisiensi energi terbukti berhasil memangkas Emisi Karbon ANTAM sebesar 9,43% melalui optimalisasi penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Capaian signifikan ini diraih lewat strategi dekarbonisasi berkelanjutan yang diterapkan di seluruh area operasional perusahaan. Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menegaskan bahwa penurunan emisi pada pertengahan tahun ini bahkan telah melampaui target tahunan yang ditetapkan.
Perusahaan tambang BUMN ini secara konsisten memperluas porsi energi ramah lingkungan dalam rantai operasinya. Penggunaan instalasi solar photovoltaic (Solar PV) dan bahan bakar biosolar menjadi pilar utama dalam mereduksi jejak karbon industri ekstraktif tersebut. Pemanfaatan teknologi hijau ini tidak hanya menekan emisi, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional secara jangka panjang.
Apresiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Sektor Hijau
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen pemeliharaan lingkungan tersebut. Menurutnya, langkah nyata ANTAM membuktikan bahwa kegiatan pertambangan skala besar dapat berjalan selaras dengan prinsip pelestarian ekosistem. Selain sukses menekan emisi, perusahaan juga tercatat melampaui target reklamasi lahan pascatambang.
Dalam acara Gerak Hijau 2026 di Jakarta, Diaz menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan membutuhkan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat. Menjaga kelestarian alam bukan semata tugas pemerintah atau korporasi, melainkan tanggung jawab bersama secara kolektif. Kampanye keberlanjutan ini diimbangi pula dengan aksi pembagian ribuan bibit pohon gratis kepada warga.
Komitmen Dekarbonisasi Melalui Rehabilitasi Pesisir
Sebagai bagian dari peringatan HUT ke-58 sekaligus Hari Mangrove Sedunia, ANTAM menanam 5.000 bibit mangrove di kawasan pesisir. Penanaman mangrove ini berfungsi sebagai penyerap karbon alami (carbon sink) yang sangat efektif untuk memitigasi dampak perubahan iklim. Langkah pemulihan ekosistem pesisir ini melengkapi berbagai program efisiensi energi yang sudah berjalan di area tambang.
Rangkaian acara Gerak Hijau 2026 juga diisi dengan edukasi pengelolaan sampah, kegiatan Fun Walk, bazar UMKM, hingga program Junior Miners untuk anak-anak. Melalui ragam aktivitas inklusif tersebut, perusahaan berupaya menanamkan kesadaran gaya hidup ramah lingkungan sejak dini. Penguatan ESG (Environmental, Social, and Governance) kini menjadi standar wajib bagi industri pertambangan nasional dalam menghadapi tantangan global.
Penerapan prinsip green mining atau pertambangan hijau kian krusial di tengah tuntutan transisi energi global. Industri pertambangan yang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan dinilai lebih tangguh dalam menghadapi ketidakpastian pasar dan regulasi emisi yang kian ketat. Dengan pencapaian dekarbonisasi ini, ANTAM memperkuat posisinya sebagai pionir praktik pertambangan berkelanjutan di Indonesia.