Uptodai.com - Aksi TNI bangun jembatan gantung di Aceh Tengah kini telah memasuki tahap akhir untuk memulihkan konektivitas antardesa yang sempat terputus akibat bencana. Personel gabungan dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama warga setempat terus mengejar target penyelesaian infrastruktur vital tersebut di atas bentang Sungai Jamboaye. Pembangunan sarana penyeberangan bernama Jembatan Perintis Garuda Tahap III ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat guna menunjang kembali aktivitas harian warga. Pengerjaan proyek fisik yang menghubungkan Kampung Reje Payung dan Kampung Jamat di Kecamatan Linge tersebut tercatat sudah mencapai progres sebesar 82,54 persen.

Jembatan gantung sepanjang 110 meter dengan lebar 1,2 meter ini dirancang khusus untuk mampu menampung beban transportasi hingga maksimal satu ton. Proses konstruksi telah dimulai sejak 6 April 2026 dengan melibatkan kerja sama lintas satuan aparat keamanan dan elemen masyarakat secara gotong royong. Saat ini tim di lapangan fokus pada tahapan teknis berupa pemasangan papan lantai jembatan serta pengencangan tiang hanger. Struktur ini diharapkan menjadi urat nadi baru yang aman bagi kendaraan roda dua serta pejalan kaki dari kedua wilayah perkampungan.

Manfaat Ekonomi dan Akses Mendasar Warga

Kehadiran sarana transportasi ini memegang peranan yang sangat strategis dalam mempercepat pemulihan roda perekonomian masyarakat kawasan pedalaman Aceh Tengah. Wilayah Linge dikenal memiliki potensi komoditas pertanian dan perkebunan lokal yang membutuhkan jalur distribusi cepat menuju pusat pasar di Takengon. Terputusnya akses penyeberangan akibat bencana sebelumnya sempat melumpuhkan mobilitas barang hasil bumi serta menyulitkan anak-anak untuk berangkat ke sekolah. Dengan rampungnya jembatan gantung ini, rantai pasokan hasil tani warga dipastikan dapat kembali berjalan normal seperti sediakala.

Sinergi di lapangan melibatkan 3 personel Koramil 05/Linge, 12 personel Batalyon Teritorial Pembangunan 854/Dharma Kersaka, 1 personel Zeni Kodam Iskandar Muda, serta warga lokal. Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi intensif yang ditunjukkan seluruh pihak. Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri tersebut menilai keterlibatan aktif prajurit TNI dan masyarakat merupakan bukti nyata soliditas dalam penanggulangan pascabencana. Pemerintah terus berkomitmen mendukung percepatan rehabilitasi infrastruktur dasar demi menjamin kesejahteraan dan keselamatan warga di daerah terdampak.