Awas Dokter Palsu AI Tebar Klaim Kesehatan Sesat di Medsos
Uptodai.com - Fenomena maraknya dokter palsu AI yang mempromosikan suplemen di media sosial kini makin meresahkan masyarakat. Berdasarkan investigasi terbaru, ratusan iklan manipulatif di platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook sengaja diciptakan untuk mengelabui pengguna. Mereka memanfaatkan teknologi AI canggih untuk memalsukan sosok profesional medis demi meraup keuntungan finansial.
Dalam video-video tersebut, avatar buatan AI tampak sangat realistis dengan mengenakan jas laboratorium dan berlatar belakang ruang praktik. Tak tanggung-tanggung, latar belakang video bahkan dihiasi ijazah kedokteran palsu untuk memunculkan kesan kredibel. Salah satu video yang ditemukan bahkan secara konyol menampilkan ijazah bertuliskan University of Degree.
Modus Operasi dan Klaim Kesehatan Menyesatkan
Selain berpenampilan seperti tenaga medis berpengalaman, beberapa avatar AI juga menyamar sebagai pembuat konten biasa. Mereka merekam video di lokasi sehari-hari seperti supermarket atau tempat parkir agar terlihat autentik. Pendekatan ini dirancang untuk membangun rasa percaya calon pembeli sebelum melancarkan klaim kesehatan yang terbukti menyesatkan.
Salah satu contoh kasus ekstrem melibatkan iklan produk bernama Sculptique yang mengklaim dapat mengobati penyakit ginjal stadium tiga. Iklan tersebut memakai video AI yang memperlihatkan sekelompok orang mengangkat botol produk di sebuah gudang. Padahal, klaim herbal yang melebihi kemampuan obat resep dokter ini sangat membahayakan nyawa konsumen.
Dampak Nyata dan Korban Kesehatan
Dampak dari manipulasi iklan ini bukan sekadar kerugian materi, melainkan ancaman langsung bagi kesehatan fisik. Pamela Wundrow, seorang lansia berusia 71 tahun, menjadi salah satu korban setelah membeli suplemen kelor usai melihat iklan di Facebook. Ia mengonsumsi produk tersebut untuk mengatasi autoimun, namun kondisi kesehatannya justru kian memburuk.
Belakangan diketahui bahwa produk yang dikonsumsinya ditarik oleh regulator federal karena terkontaminasi bakteri berbahaya. Korban menyatakan bahwa para pelaku sengaja menargetkan kelompok rentan yang sedang berjuang mencari kesembuhan dari penyakit kronis. Eksploitasi rasa keputusasaan konsumen ini menunjukkan betapa tidak etisnya penggunaan kecerdasan buatan dalam ranah pemasaran medis.
Mengapa Marak dan Cara Menghindarinya?
Kemudahan akses terhadap generator video deepfake menjadi alasan utama maraknya penipuan ini. Siapa pun kini bisa membuat avatar sintetis lengkap dengan sulur suara alami hanya dalam hitungan menit tanpa pengawasan ketat. Akibatnya, platform media sosial kewalahan dalam menyaring ribuan materi iklan palsu yang tayang setiap harinya.
Masyarakat diimbau untuk selalu kritis dan tidak mudah tergiur oleh promosi produk kesehatan yang terkesan muluk-muluk. Penting untuk selalu memverifikasi rekam jejak dokter yang tampil dalam iklan serta memeriksa izin resmi lembaga pengawas obat. Konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional tetap menjadi langkah terbaik sebelum mengonsumsi suplemen apa pun.