Uptodai.com - Klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai operasi militer besar-besaran di Venezuela terbukti benar. Dalam hitungan jam, negara Amerika Latin tersebut dilaporkan luluh lantak, terutama pada pusat-pusat kekuatan militernya.

Citra satelit dan foto-foto dari lapangan menunjukkan betapa parahnya Pangkalan Militer Venezuela Hancur akibat serangan yang dilancarkan militer AS. Kehancuran ini tidak hanya terbatas pada peralatan tempur, tetapi juga infrastruktur vital yang menjadi urat nadi pertahanan rezim Nicolas Maduro.

Serangan masif ini menjadi penanda berakhirnya era kepemimpinan Maduro yang telah lama bersitegang dengan Washington. Operasi militer yang cepat dan terkoordinasi tersebut berhasil melumpuhkan kemampuan Venezuela untuk memberikan perlawanan yang signifikan.

Potret Kerusakan Fasilitas Militer Venezuela Setelah Serangan

Salah satu target utama yang menjadi fokus serangan adalah Benteng Tiuna di Caracas. Benteng ini dikenal sebagai markas besar militer Venezuela dan pusat komando pertahanan negara.

Perbandingan citra satelit yang diambil pada 22 Desember 2025 dan 3 Januari 2026 memperlihatkan perbedaan yang drastis. Sebelum serangan, Benteng Tiuna masih terlihat utuh dengan barisan peralatan militer yang tertata rapi. Namun, pasca serangan, area tersebut dipenuhi puing-puing dan peralatan yang hangus.

Kendaraan militer, termasuk truk dan peralatan pendukung lainnya, tampak ringsek dan tidak dapat digunakan lagi. Kehancuran Benteng Tiuna ini secara efektif melumpuhkan kemampuan komando dan kontrol militer Venezuela.

Pangkalan Udara La Carlota Lumpuh Total

Kerusakan parah juga terfokus di pangkalan udara militer La Carlota, yang merupakan fasilitas penerbangan strategis di Caracas. Foto-foto menunjukkan pesawat tempur dan helikopter yang terparkir di landasan telah berubah menjadi rongsokan besi.

Badan pesawat terlihat pecah dan terbakar, menandakan bahwa serangan udara AS menargetkan aset-aset penerbangan secara presisi. Selain pesawat, kendaraan darat seperti mobil bus yang digunakan untuk mobilitas personel juga hancur lebur di area pangkalan.

Kelumpuhan Pangkalan Udara La Carlota memastikan bahwa Angkatan Udara Venezuela tidak dapat mengerahkan kekuatan udara untuk melawan invasi AS. Ini merupakan kerugian besar yang memuluskan jalan bagi operasi darat.

Dampak Serangan AS ke Venezuela Meluas hingga Pelabuhan La Guaira

Serangan Operasi Militer Amerika Serikat tidak hanya menargetkan fasilitas militer murni, tetapi juga infrastruktur logistik yang penting. Pelabuhan La Guaira, yang berfungsi sebagai gerbang utama bagi impor dan ekspor Venezuela, juga menjadi sasaran.

Di kawasan pelabuhan tersebut, banyak kontainer pengiriman terlihat rusak parah, bahkan ada yang terbalik dan terbuka. Kerusakan ini mengindikasikan bahwa AS berupaya memutus jalur pasokan logistik dan menghambat kemampuan Venezuela untuk bertahan dalam jangka panjang.

Penghancuran di La Guaira ini menambah daftar panjang kehancuran infrastruktur vital yang dialami Venezuela. Hal ini juga menunjukkan strategi AS untuk melumpuhkan negara tersebut dari berbagai sisi, baik militer maupun ekonomi.

Puncak dari operasi militer yang menghancurkan ini adalah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya. Penangkapan ini menandai kemenangan cepat bagi AS dan mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Citra kehancuran yang tersebar luas menjadi bukti nyata betapa rapuhnya pertahanan Venezuela di hadapan kekuatan militer AS yang superior. Kehancuran Benteng Tiuna, La Carlota, dan Pelabuhan La Guaira menjadi simbol dari jatuhnya rezim Maduro.