Tok! Donald Trump Cabut Pendanaan PBB dan 65 Organisasi Dunia
Uptodai.com - Amerika Serikat (AS) secara resmi menarik diri dari puluhan organisasi internasional, termasuk badan-badan vital yang menangani isu perubahan iklim dan populasi global di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah drastis ini diambil setelah Presiden Donald Trump cabut pendanaan PBB dan 65 organisasi lintas negara lainnya melalui penandatanganan perintah eksekutif.
Perintah eksekutif tersebut diteken pada Rabu (8/1/2026) waktu setempat, menandai eskalasi kebijakan isolasionis AS. Berdasarkan laporan The Associated Press, Trump memerintahkan penangguhan partisipasi dan pendanaan AS terhadap total 66 entitas. Rinciannya, 35 organisasi non-PBB dan 31 entitas yang berafiliasi langsung dengan PBB.
Kebijakan Ekstrem Trump Hentikan Dukungan Organisasi Global
Keputusan ini bukanlah langkah mendadak, melainkan hasil dari tinjauan ulang menyeluruh yang diinstruksikan Trump terhadap keterlibatan dan dukungan Washington ke semua organisasi internasional. Pemerintahan Trump berdalih bahwa banyak lembaga multilateral ini tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional AS.
Mayoritas organisasi yang menjadi target penarikan adalah lembaga, komisi, dan panel penasihat yang fokus pada isu iklim, ketenagakerjaan, dan agenda multilateral progresif. Pemerintahan Trump secara spesifik mengategorikan entitas-entitas ini sebagai pihak yang mengedepankan inisiatif “woke” dan terlalu fokus pada diversitas, sebuah istilah yang merujuk pada kebijakan progresif yang dianggap terlalu politis oleh kalangan konservatif di AS.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS, mereka membeberkan alasan di balik pemutusan dukungan finansial ini. Washington menilai banyak dari organisasi internasional tersebut “redundan dalam ruang lingkupnya, dikelola dengan buruk, tidak perlu, boros, dan dijalankan secara buruk.”
Lebih lanjut, Departemen Luar Negeri menyatakan bahwa lembaga-lembaga tersebut sering kali “dipengaruhi oleh kepentingan aktor yang menjalankan agenda sendiri yang bertentangan dengan kepentingan kita, atau merupakan ancaman bagi kedaulatan, kebebasan, dan kemakmuran umum negara kita.” Penarikan ini diharapkan dapat mengalihkan dana miliaran dolar yang selama ini dialokasikan AS kepada organisasi-organisasi tersebut.
Target Utama: Iklim dan Populasi Global
Salah satu organisasi paling penting yang ditinggalkan AS adalah Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC). Konvensi ini merupakan perjanjian internasional fundamental yang menjadi landasan utama bagi seluruh negosiasi iklim global, termasuk Perjanjian Paris.
Penarikan dari UNFCCC secara tegas menunjukkan konsistensi kebijakan Trump yang menolak keras agenda iklim internasional. Sebelumnya, Trump memang telah menarik AS dari Perjanjian Paris, menganggapnya merugikan ekonomi Amerika dan membatasi pertumbuhan industri domestik.
Selain isu iklim, entitas PBB yang menangani isu populasi global juga terdampak signifikan. Organisasi ini dikenal menyediakan dukungan kesehatan reproduksi dan layanan terkait di berbagai negara berkembang.
Program-program kesehatan reproduksi yang didanai PBB tersebut sering kali menjadi sorotan dan sasaran kritik tajam dari kalangan konservatif di AS. Mereka berpendapat bahwa pendanaan AS tidak seharusnya digunakan untuk mendukung program yang bertentangan dengan nilai-nilai tradisional Amerika.
Pola Kebijakan Isolasionis AS
Keputusan terbaru ini hanya merupakan kelanjutan dari tren kebijakan luar negeri yang dianut pemerintahan Trump selama masa jabatannya. Trump secara konsisten memprioritaskan “America First,” yang seringkali berujung pada penarikan diri dari komitmen dan lembaga global.
Dalam beberapa tahun terakhir, AS telah keluar dari berbagai lembaga global penting. Contohnya termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di tengah pandemi, dan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).
Pola kebijakan ini mencerminkan pandangan bahwa keterlibatan multilateral justru membatasi kedaulatan AS dan membuang-buang sumber daya finansial. Dengan mencabut pendanaan 66 organisasi sekaligus, Trump mengirimkan pesan kuat bahwa AS di bawah kepemimpinannya akan membatasi interaksi global hanya pada kepentingan yang dianggap paling mendesak dan menguntungkan secara langsung.
Kebijakan ini diprediksi akan menimbulkan gejolak dan kekosongan pendanaan besar di banyak organisasi PBB. Hal ini memaksa negara-negara anggota lainnya untuk mengisi kekosongan tersebut, atau menghadapi risiko terganggunya program-program vital yang telah berjalan.