Uptodai.com - Jensen Huang, sosok yang dijuluki manusia Rp 2.700 triliun berkat posisinya sebagai CEO Nvidia, akhirnya mengungkap rahasia hidup penuh keberuntungan yang ia nikmati. Pengungkapan ini disampaikan dalam momen yang sangat prestisius, yakni saat ia menerima penghargaan Medal of Honor dari IEEE, organisasi profesional teknologi terbesar di dunia.

Huang menegaskan bahwa keberuntungan yang ia raih bukanlah semata-mata faktor kebetulan, melainkan hasil dari pilihan profesional yang didasarkan pada kecintaan mendalam terhadap ilmu pasti. Ia merasa sangat menikmati proses memecahkan masalah yang berkaitan dengan matematika dan sains.

Fokus pada Matematika dan Sains Sejak Awal

Kecintaan Huang terhadap hitungan dan logika sains menjadi alasan utama mengapa ia memilih jurusan teknik di Oregon State University. Keputusan ini, yang diambil saat ia masih muda, ternyata menjadi fondasi utama bagi seluruh perjalanan karier dan kekayaan yang ia kumpulkan hari ini.

“Saya memilih jurusan teknik karena bidang ini sangat banyak menggunakan matematika dan sains. Dan saya selalu menikmati masalah matematika dan sains,” ujar Huang, menjelaskan latar belakang keputusannya, seperti dikutip dari PC Mag.

Pilihan kampus yang secara kebetulan dekat dengan rumahnya tersebut ternyata membawa berkah ganda. Di lingkungan laboratorium itulah, Huang bertemu dengan rekan studinya, Lori, yang kemudian menjadi istrinya. Peristiwa ini membuktikan bahwa pilihan akademis yang tepat bisa membawa keberuntungan dalam aspek kehidupan pribadi.

Keberuntungan Tak Terduga dalam Bisnis

Huang tidak menyangkal bahwa ia terkadang merasa kebingungan bercampur senang melihat bagaimana segala sesuatu berjalan begitu lancar, termasuk pertumbuhan masif perusahaannya, Nvidia. Ia bahkan menggambarkan kesuksesan perusahaannya sebagai sesuatu yang “tidak masuk akal” jika dipikirkan secara logis.

“Sungguh tidak masuk akal membayangkan perusahaan Anda akan mau dan akhirnya menciptakan kembali instrumen penting, alat penting umat manusia, yang kita sebut komputer,” jelas Huang.

Nvidia, di bawah kepemimpinannya, kini telah bertransformasi menjadi raksasa teknologi yang tidak hanya mendominasi pasar kartu grafis, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam revolusi Kecerdasan Buatan (AI) global. Transformasi ini membuktikan visi jangka panjang Huang yang didasarkan pada fondasi ilmu teknik yang kuat.

Teknik: Profesi Paling Mulia

Bagi Huang, ilmu teknik bukan sekadar kumpulan rumus dan perhitungan, melainkan sebuah proses fundamental dalam belajar memecahkan masalah. Ia menekankan bahwa inti dari profesi ini adalah ketahanan, dedikasi, dan kegigihan yang harus dimiliki setiap insinyur.

Menurutnya, seorang insinyur harus mampu mengambil masalah yang sangat menantang, memecahnya menjadi bagian-bagian yang dapat diselesaikan, dan memiliki ketekunan untuk mewujudkan sesuatu yang pada awalnya terlihat hampir mustahil.

“Ini soal belajar mengenai cara memecahkan masalah, yang sangat menantang menjadi bagian yang bisa dipecahkan, dan punya ketahanan dedikasi, dan kegigihan untuk memecahkan dan mewujudkan sesuatu yang hampir mustahil,” terangnya.

Huang menyimpulkan pandangannya dengan memberikan pujian tertinggi pada bidang yang telah membesarkan namanya tersebut. Ia percaya bahwa profesi teknik adalah jalan menuju keberuntungan sejati karena fokusnya pada penciptaan solusi bagi kemanusiaan.

“Profesi ini jadi yang paling mulia dari semua, jika diungkap dengan cara tersebut,” pungkasnya, menekankan bahwa dedikasi pada ilmu pengetahuan dan kemampuan memecahkan masalah adalah kunci utama rahasia hidup penuh keberuntungan.