Bangkitnya Raja Internet: Kapitalisasi Pasar Alphabet Tembus Rp 67.000 T
Uptodai.com - Raksasa teknologi yang menaungi Google, Alphabet Inc., kembali membuktikan dominasinya di kancah global. Kabar terbaru menyebutkan Kapitalisasi Pasar Alphabet Tembus angka fantastis, yakni sekitar Rp 67.000 triliun, sebuah capaian yang mengukuhkan posisi mereka sebagai pemain kunci di industri.
Kenaikan valuasi ini didorong oleh lonjakan harga saham kelas A perusahaan sebesar 1,7% menjadi US$334,04 per lembar. Momen ini sekaligus menjadi rekor tertinggi bagi Alphabet, yang berhasil menyalip Apple dan kini menempati posisi kedua sebagai perusahaan paling berharga di muka Bumi.
Fokus Tajam AI Meredakan Keraguan Investor
Peningkatan drastis valuasi Alphabet tak lepas dari strategi perusahaan yang kini sangat fokus pada pengembangan Kecerdasan Buatan (AI). Sebelumnya, kiprah Alphabet sebagai raja internet sempat dipertanyakan di tengah kemunculan banyak startup AI baru.
Para investor sempat khawatir bahwa dominasi Google Search dan layanan Alphabet lainnya akan digantikan oleh pesaing baru. Namun, Alphabet berhasil mengejar ketertinggalan dengan cepat, membungkam kritik, dan kembali memimpin di garis depan persaingan teknologi.
Phil Blancato, CEO Ladenburg Thalmann Asset Management, menyebut Alphabet sebagai satu-satunya nama yang mengejutkan dari jajaran “Magnificent Seven” dalam 12 bulan terakhir. Ia menilai perusahaan berhasil membuat kemajuan signifikan di luar model bisnis tradisional mereka.
Blancato menekankan bahwa inovasi yang dilakukan Alphabet telah membedakan mereka dari perusahaan teknologi lainnya. Dampak nyata dari inovasi tersebut, menurutnya, terlihat jelas dari data pendapatan perusahaan yang terus menunjukkan tren positif.
Gemini Menjadi Senjata Utama dalam Persaingan AI
Model AI Gemini kini menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan Alphabet. Penggunaan model AI perusahaan semakin meluas, bahkan menjangkau rival terberatnya di pasar teknologi.
Salah satu kesepakatan paling signifikan adalah laporan yang menyebutkan penggunaan model Gemini dari Google untuk mendukung fitur AI terbaru pada perangkat Apple. Kolaborasi ini menunjukkan betapa krusialnya teknologi AI milik Alphabet dalam ekosistem global.
Tidak hanya Apple, Samsung Electronics juga dilaporkan menggandakan jumlah perangkat seluler mereka yang menggunakan fitur AI berbasis Gemini. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan AI Google telah diakui secara luas oleh produsen perangkat keras terbesar dunia.
Keunggulan ini semakin diperkuat setelah perilisan Gemini 3 terbaru yang mendapatkan ulasan sangat positif dari komunitas teknologi. Kontras dengan pesaing utamanya, OpenAI, yang justru menghadapi kritik pedas terkait performa model GPT-5 mereka.
Pendapatan Baru dari Chip AI Khusus Internal
Selain perangkat lunak AI, Alphabet juga mulai mengantongi pendapatan baru dari sektor perangkat keras. Mereka kini menjual chip AI yang dikembangkan sendiri, yang sebelumnya hanya ditujukan untuk penggunaan internal data center Google.
Keputusan untuk mengomersialkan chip ini menunjukkan langkah strategis Alphabet dalam memonetisasi setiap aspek teknologi AI yang mereka miliki. Hal ini memperkuat fondasi keuangan mereka, memastikan bahwa Dominasi Google di Era AI akan terus berlanjut.
Laporan dari The Information mengungkapkan bahwa Meta Platform, pemilik Facebook, sedang dalam pembicaraan serius untuk mengakuisisi chip buatan Alphabet tersebut. Meta dikabarkan siap menggelontorkan dana miliaran dolar demi menggunakan chip ini pada pusat data mereka mulai tahun depan.
Langkah ini tidak hanya menambah sumber pendapatan baru bagi Alphabet, tetapi juga menempatkan mereka sebagai pemasok infrastruktur kunci dalam perlombaan Kecerdasan Buatan. Alphabet kini tidak hanya menjual layanan, tetapi juga alat yang digunakan oleh pesaingnya untuk membangun masa depan AI.