Lautan Manusia di Taheran Sampaikan Pesan Iran untuk Donald Trump
Uptodai.com - Puluhan ribu warga Iran memadati jalanan Taheran pada Senin (12/1/2026), menegaskan pesan Iran untuk Donald Trump di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Teheran dan Washington.
Penampakan lautan manusia ini merupakan demonstrasi pro-pemerintah yang sengaja digelar untuk menunjukkan kekuatan dan soliditas rezim di hadapan ancaman intervensi Barat. Aksi massa tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah Iran menampilkan citra normalitas, meskipun negara itu baru saja diguncang gelombang protes domestik terbesar sejak 2009.
Ancaman Perang Empat Front dari Ketua Parlemen
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, menjadi pembicara utama dalam acara tersebut. Di hadapan massa yang memadati ibu kota, Ghalibaf secara eksplisit mengecam intervensi yang dilakukan oleh negara-negara Barat terhadap urusan domestik Iran.
Dalam pidato berapi-apinya, ia menyatakan bahwa Republik Islam saat ini berada dalam peperangan serius di empat front yang berbeda. Front-front tersebut meliputi perang ekonomi, perang psikologis, perang militer melawan AS dan Israel, serta perang melawan terorisme.
Ghalibaf bersumpah di hadapan ribuan pendukung rezim bahwa militer Iran tidak akan gentar menghadapi ancaman luar. Lebih lanjut, ia menjanjikan akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada Donald Trump jika Iran berani diserang secara militer.
Seruan Anti-Barat dan Kehadiran Presiden
Gema slogan anti-Barat mendominasi aksi massa yang berlangsung tertib namun penuh semangat tersebut. Para demonstran terdengar meneriakkan slogan “Matilah Israel, Matilah Amerika” dalam bahasa Persia, menunjukkan sentimen anti-AS dan anti-Israel yang kuat di kalangan pendukung rezim.
Kehadiran pejabat tinggi negara juga memperkuat legitimasi unjuk rasa ini. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, terlihat berbaris bersama ribuan pengunjuk rasa, menunjukkan solidaritas penuh pemerintah terhadap sentimen yang disuarakan di jalanan.
Keikutsertaan Pezeshkian menjadi simbol bahwa pesan perlawanan ini adalah suara resmi dari kepemimpinan Iran. Hal ini juga menegaskan upaya Teheran untuk memobilisasi dukungan rakyat di tengah tekanan global yang semakin meningkat.
Peringatan Keras Ayatollah Khamenei kepada Politisi AS
Tak hanya Ghalibaf, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, turut memberikan pernyataan keras terkait demonstrasi tersebut. Khamenei menyebut bahwa aksi unjuk rasa besar-besaran ini adalah “peringatan” yang ditujukan langsung kepada para politisi Amerika.
Peringatan ini disampaikan menyusul ancaman intervensi militer yang sebelumnya dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump. Khamenei menegaskan bahwa tekad massa yang kuat telah berhasil menggagalkan rencana musuh asing yang didukung oleh tentara bayaran domestik.
Menurut televisi pemerintah Iran, Khamenei menyatakan bahwa aksi unjuk rasa yang penuh tekad ini telah menepis upaya pihak luar untuk menciptakan kekacauan. Pernyataan ini secara tidak langsung mengacu pada kelompok-kelompok oposisi internal yang selama ini berusaha menggoyahkan stabilitas rezim Iran.
Dukungan masif dari pendukung rezim ini muncul pada saat pemerintah Iran berupaya keras menampilkan citra stabilitas. Mereka berusaha menepis narasi Barat yang menyebut bahwa pemerintahan tengah diguncang oleh gerakan protes domestik yang meluas.