John Herdman Bicara Jujur soal Situasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Uptodai.com - Pelatih kepala Timnas Indonesia yang baru, John Herdman, langsung menghadapi sorotan tajam ketika membahas Situasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 dalam konferensi pers perdananya, Selasa (13/1/2026) pagi WIB. Juru taktik asal Inggris ini menyampaikan visi jangka panjangnya untuk membawa Skuad Garuda menembus Piala Dunia 2030.
Meskipun target utama masih jauh di depan, Herdman harus segera menghadapi tantangan terdekat, yaitu Piala AFF 2026 dan kemudian Piala Asia 2027. Ia menyadari betul bahwa kedua turnamen ini memiliki karakter dan tingkat kesulitan yang sangat berbeda, terutama dalam hal pemanggilan pemain.
Herdman, yang pernah menangani Timnas Kanada dan bekerja dengan pemain kelas dunia seperti striker Juventus, Jonathan David, menggunakan pengalamannya tersebut sebagai patokan. Ia ingin memastikan bahwa mentalitas dan disiplin yang sama tertanam pada skuad Merah Putih.
Tantangan Logistik di Piala AFF 2026
Secara khusus, John Herdman menyoroti masalah logistik yang akan dihadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Turnamen ini kerap menjadi dilema bagi tim nasional karena pelaksanaannya berada di luar kalender resmi FIFA, yaitu sekitar bulan Juli dan Agustus.
Jadwal tersebut bertepatan dengan masa pramusim atau persiapan klub-klub Eropa dan Asia menjelang kompetisi domestik baru. Konsekuensinya, memanggil pemain-pemain andalan, terutama mereka yang berkarier di luar negeri, akan menjadi sangat sulit.
Herdman menegaskan bahwa kondisi ini memaksa tim pelatih untuk memaksimalkan kedalaman skuad yang tersedia. Ia melihat Piala AFF sebagai panggung ideal untuk menguji pemain-pemain muda dan talenta lokal yang selama ini mungkin kurang mendapat kesempatan.
“Kami harus realistis. Piala AFF akan digelar di luar jendela FIFA, dan ini berarti kami harus mengandalkan talenta yang ada di liga domestik atau pemain yang lebih muda,” ujar Herdman. “Ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa kedalaman skuad kita cukup kuat dan kompetitif.”
Pengalaman Turnamen untuk Pemain Diaspora Timnas Indonesia
Ketika berbicara mengenai turnamen, Herdman menggarisbawahi kurangnya pengalaman turnamen nyata yang dimiliki oleh sebagian besar Pemain Diaspora Timnas Indonesia. Selama ini, banyak dari mereka hanya terlibat dalam format kualifikasi Piala Dunia, yang sangat berbeda dengan tekanan dan intensitas turnamen.
Menurutnya, format turnamen yang padat memerlukan keahlian nyata, disiplin taktis, dan manajemen energi yang cermat. Pengalaman ini sangat krusial untuk membangun mentalitas juara dalam jangka panjang.
“Ada beberapa pemain yang belum punya pengalaman turnamen yang sebenarnya. Mereka baru tampil di kualifikasi,” jelas pelatih berkebangsaan Inggris tersebut. “Ini akan menjadi pengalaman yang menarik, yang menuntut keahlian nyata dan disiplin tinggi dari setiap individu.”
Piala Asia 2027 sebagai Tolok Ukur Kekuatan Asia
Fokus Herdman kemudian bergeser pada Piala Asia 2027, yang dianggapnya sebagai arena pengukuran kekuatan yang sesungguhnya di level kontinental. Turnamen ini menjadi momentum bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan posisi mereka di antara raksasa-raksasa Asia.
Dengan kumpulan talenta yang dimiliki saat ini, termasuk para pemain naturalisasi, Herdman sangat optimistis bahwa Skuad Garuda bisa tampil kompetitif. Ia percaya bahwa pengalaman yang didapat dari turnamen sebelumnya akan sangat berharga di Piala Asia.
“Terutama di turnamen AFC, kami harus benar-benar percaya bahwa kami bisa kompetitif dengan talent pool yang kami miliki,” katanya. “Dengan dukungan kepemimpinan yang tepat, kami punya kesempatan bagus untuk mendorong level permainan kami ke batas maksimal.”
Herdman menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Timnas Indonesia memiliki skuad yang bertalenta. Namun, bakat saja tidak cukup; dibutuhkan kesiapan mental dan taktis untuk menghadapi tekanan turnamen besar secara beruntun.