Uptodai.com - Kabar gembira datang bagi para pengguna kendaraan bermotor di seluruh Indonesia. Mulai hari Minggu, 14 Januari 2026, terjadi penyesuaian signifikan pada produk bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Secara resmi, Harga BBM terbaru 14 Januari mengalami penurunan, mengikuti tren harga minyak mentah global yang cenderung stabil.

Penurunan harga ini tidak hanya dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha milik negara, tetapi juga diikuti oleh operator swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo. Langkah ini merupakan implementasi dari kebijakan penetapan harga yang responsif terhadap dinamika pasar energi internasional.

Kebijakan Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi

Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini didasarkan pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi tersebut merupakan perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020, yang mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum.

Pertamina menjelaskan bahwa perubahan harga tersebut bertujuan untuk memastikan harga BBM yang kompetitif dan mencerminkan keadilan bagi konsumen. Penurunan harga ini terutama terasa pada produk-produk dengan nilai oktan (RON) tinggi dan cetane number (CN) tinggi.

Rincian Harga BBM Pertamina di DKI Jakarta

Di wilayah DKI Jakarta, harga produk BBM non-subsidi milik Pertamina mengalami koreksi yang cukup menarik dibandingkan banderol harga pada Desember 2025. Penurunan ini diharapkan mampu meringankan beban biaya operasional harian masyarakat.

Sebagai contoh, BBM jenis Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp 12.350 per liter, turun dari sebelumnya Rp 12.750 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) juga mengalami koreksi harga menjadi Rp 13.400 per liter, dari harga sebelumnya Rp 13.750 per liter.

Penurunan signifikan juga terjadi pada produk diesel. Harga Dexlite kini ditetapkan Rp 13.500 per liter, jauh lebih rendah dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 14.700 per liter. Begitu pula dengan Pertamina Dex, harganya turun menjadi Rp 13.600 per liter dari Rp 15.000 per liter.

Penting untuk dicatat bahwa produk BBM bersubsidi, yakni Pertalite (RON 90) dan Solar Subsidi, tidak mengalami perubahan harga. Kedua jenis BBM tersebut tetap dijual masing-masing Rp 10.000 per liter dan Rp 6.800 per liter, sesuai dengan komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga energi dasar.

Daftar Lengkap Harga BBM Terbaru 14 Januari 2026

Tidak hanya Pertamina, operator SPBU swasta juga serentak melakukan penyesuaian harga produk mereka. Hal ini menciptakan persaingan sehat di pasar ritel BBM, memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen.

Berikut adalah rincian lengkap harga BBM terbaru 14 Januari 2026 di beberapa SPBU utama di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya:

Harga BBM Pertamina (Berlaku 14 Januari 2026)

  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Solar Subsidi: Rp 6.800 per liter
  • Pertamax (RON 92): Rp 12.350 per liter
  • Pertamax Green (RON 95): Rp 13.150 per liter
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.400 per liter
  • Dexlite: Rp 13.500 per liter
  • Pertamina DEX: Rp 13.600 per liter

Harga BBM Shell (Berlaku 14 Januari 2026)

  • Shell Super (RON 92): Rp 12.700 per liter
  • Shell V-Power (Ron 95): Rp 13.190 per liter
  • Shell V-Power Diesel (CN 51): Rp 13.860 per liter
  • Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp 13.480 per liter

Harga BBM BP-AKR (Berlaku 14 Januari 2026)

  • BP 92 (RON 92): Rp 12.500 per liter
  • BP Ultimate (RON 95): Rp 13.190 per liter
  • BP Ultimate Diesel (CN 53): Rp 13.860 per liter

Harga BBM Vivo (Berlaku 14 Januari 2026)

  • Revvo 92: Rp 12.700 per liter
  • Diesel Primus: Rp 13.610 per liter

Dengan adanya penurunan harga ini, konsumen didorong untuk memilih bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan mereka. Penggunaan BBM dengan oktan atau cetane number yang tepat sangat penting untuk menjaga performa mesin dan efisiensi bahan bakar.