Menu MBG di Papua Pegunungan Rp35.000 Per Porsi, Daging Empal Jadi Andalan
Uptodai.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pelaksanaan program MBG di Papua Pegunungan Rp35.000 per porsi di SMAN 1 Wamena, Rabu (14/1/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan distribusi makanan bergizi berjalan lancar di salah satu wilayah yang memiliki tantangan logistik tinggi di Indonesia.
Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan nilai satu porsi program tersebut sekitar Rp35.000, sebuah angka yang mencerminkan upaya maksimal dalam menyediakan nutrisi seimbang di wilayah tersebut. Penetapan harga ini menjadi standar acuan untuk menjamin kualitas dan kuantitas makanan yang diterima oleh para pelajar.
Detail Menu Makan Bergizi Gratis di Wamena
Para siswa SMAN 1 Wamena menerima paket makan siang yang disajikan dalam nampan baja tahan karat yang higienis dan aman. Setiap porsi dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi harian pelajar.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Porsi MBG SMAN 1 Wamena hari itu meliputi nasi putih sebagai sumber karbohidrat utama. Lauk utama yang menjadi sorotan adalah daging empal, sebuah pilihan protein hewani yang cukup padat.
Selain itu, porsi tersebut dilengkapi dengan protein nabati berupa tahu. Siswa juga mendapatkan asupan serat dari tumis wortel dan kol, serta ditutup dengan satu potong buah melon segar sebagai pencuci mulut.
Respons Siswa terhadap Program Makan Bergizi
Saat meninjau, Wapres Gibran sempat berdialog langsung dengan para siswa untuk mendapatkan umpan balik jujur mengenai kualitas makanan yang mereka konsumsi. Gibran secara spesifik menanyakan kualitas lauk utama yang disajikan.
“Bagaimana dagingnya? Keras enggak?” tanya Gibran kepada salah satu siswi.
Dorfannia, siswi kelas 11 SMAN 1 Wamena, menyampaikan apresiasi bahwa program ini sangat membantu kebutuhan gizi mereka. Ia menjelaskan banyak siswa seringkali pergi ke sekolah tanpa sarapan atau uang jajan, sehingga MBG menjadi solusi vital.
Meskipun demikian, Dorfannia juga berharap agar Menu Makan Bergizi Gratis tersebut bisa lebih variatif. Ia menekankan perlunya rotasi menu agar para murid tidak merasa bosan dan tetap antusias menyambut jam makan siang yang sehat.
Tantangan Sosialisasi dan Jangkauan Program MBG
Kepala SMA Negeri 1 Wamena, Yosep Suryo Wibisono, mengonfirmasi bahwa program MBG telah berjalan sejak awal pencanangan oleh Presiden. Secara umum, respons dari siswa sangat positif dan mendukung keberlanjutan program.
Namun, Yosep mengakui adanya tantangan dalam implementasi di lapangan. Masih ada sebagian kecil siswa yang belum sepenuhnya mengikuti program ini karena kekhawatiran dan keraguan dari orang tua mereka.
Yosep menegaskan bahwa membangun kepercayaan masyarakat merupakan tugas kolektif bagi semua pihak yang terlibat. “Ini tugas kita bersama untuk meyakinkan orang tua bahwa program ini aman dan bermanfaat bagi anak-anak,” ujarnya, menekankan pentingnya sosialisasi yang masif.
Program Makan Bergizi Gratis Wamena ini sendiri telah diluncurkan secara resmi pada 17 Maret 2025 di Kabupaten Jayawijaya. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau sekitar 3.500 siswa dari kurang lebih 20 sekolah di Distrik Wamena, didukung oleh lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi penuh untuk memastikan distribusi yang merata.