Uptodai.com - Dunia sepak bola Indonesia dikejutkan dengan manuver transfer yang dilakukan Persib Bandung di tengah musim. Maung Bandung secara resmi melepas dua pemain bersaudara, Rezaldi Hehanussa dan Hamra Hehanussa, dengan status pinjaman ke Persik Kediri selama enam bulan ke depan.

Keputusan ini memicu pertanyaan besar, terutama mengingat peran penting Rezaldi, yang akrab disapa Bule, dalam kesuksesan Persib meraih gelar juara pada musim sebelumnya. Pelatih kepala Persib, Bojan Hodak, akhirnya memberikan penjelasan rinci mengenai kebijakan tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil demi masa depan kedua pemain.

Mengapa Persib Melepas Rezaldi Hehanussa? Faktor Cedera dan Kontrak

Pelatih Bojan Hodak mengakui bahwa alasan Persib pinjamkan Rezaldi Hehanussa sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kontrak sang pemain. Bek kiri berusia 30 tahun tersebut sebenarnya merupakan pemain yang sangat berkualitas dan sempat menjadi pilihan utama Hodak pada musim 2023/2024.

Padahal, kontribusi Rezaldi pada musim juara sangat krusial, membuatnya menjadi salah satu pilar di lini pertahanan. Namun demikian, nasib berkata lain ketika memasuki musim 2024/2025. Ia diterpa cedera panjang yang membuatnya harus menepi dari lapangan hijau untuk waktu yang cukup lama.

Akibat cedera tersebut, performa terbaik Bule belum sepenuhnya kembali pada kompetisi musim 2025/2026. Alhasil, ia kesulitan mendapatkan menit bermain yang cukup di bawah asuhan Bojan Hodak. Hal ini menjadi pertimbangan utama manajemen dan tim pelatih.

Upaya Mengembalikan Performa Terbaik Rezaldi

Bojan Hodak sangat berharap masa peminjaman selama enam bulan di Persik Kediri dapat dimanfaatkan Rezaldi untuk memulihkan sentuhan dan kebugarannya. Pelatih asal Kroasia itu menekankan pentingnya menit bermain bagi pemain sekelas Bule, terutama dalam situasi kontraknya saat ini.

“Kontrak dia juga akan habis di akhir musim panas ini, jadi dia harus bermain,” ujar Bojan Hodak di Kota Bandung, Sabtu (17/1/2026). “Dia paham itu, dan jika dia bermain bagus di sana, tentunya saya selalu senang untuk membawanya kembali karena dia adalah bek kiri yang bagus.”

Kesempatan di Kediri bukan hanya soal mencari menit bermain, melainkan juga ajang pembuktian. Jika Rezaldi mampu menunjukkan performa impresif, kemungkinan besar manajemen Persib akan mempertimbangkan perpanjangan kontrak untuknya di musim mendatang.

Bojan Hodak Jelaskan Peminjaman Hamra: Dampak Mental dan Kepercayaan Diri

Di sisi lain, situasi yang dialami Hamra Hehanussa berbeda dengan kakaknya. Sejak direkrut di awal musim, Hamra belum pernah sekalipun diturunkan dalam kompetisi resmi Liga 1. Bek tengah berusia 27 tahun ini hanya menjadi penghangat bangku cadangan di sepanjang paruh musim.

Bojan Hodak jelaskan peminjaman pemain ini karena faktor mental yang dialami Hamra. Menurut Hodak, masalah kepercayaan diri Hamra bermula dari kesalahan fatal yang ia lakukan saat pertandingan pramusim, tepatnya di ajang Piala Presiden 2025.

“Hamra sedikit tidak beruntung, saat dia tiba, di pertandingan pertama (pramusim) dia melakukan kesalahan dan setelah itu dia kehilangan kepercayaan dirinya,” tutur Hodak menjelaskan kondisi mental anak asuhnya.

Kebutuhan Mendesak untuk Menit Bermain

Kesalahan tunggal di laga pramusim itu rupanya memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi Hamra. Setelah insiden tersebut, tim pelatih Persib tidak memiliki banyak kesempatan untuk memberinya waktu bermain di kompetisi utama. Padahal, Hamra direkrut karena potensi besar yang ia tunjukkan di klub sebelumnya.

Hodak menyadari bahwa seorang pemain muda seperti Hamra sangat membutuhkan jam terbang yang konsisten untuk berkembang. Oleh karena itu, peminjaman ke Persik dianggap sebagai solusi terbaik agar Hamra bisa kembali menemukan ritme permainannya dan membangun ulang kepercayaan diri yang sempat hilang.

“Tentu dia juga membutuhkan menit bermain dan saya harap dia bisa seperti musim lalu. Karena itu yang membuat kami mendatangkannya,” tutup Hodak. Harapan besar kini diletakkan di pundak kedua Hehanussa bersaudara agar dapat memanfaatkan periode peminjaman ini sebagai batu loncatan untuk kembali bersinar di kancah sepak bola nasional.