Bahlil: Stop Impor BBM 2027, Swasta Wajib Beli ke Pertamina
Uptodai.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara tegas merencanakan langkah besar dalam peta jalan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa Indonesia menargetkan stop impor BBM 2027, sebuah kebijakan yang akan mengubah lanskap bisnis bahan bakar di Tanah Air.
Keputusan strategis ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk menekan defisit anggaran negara yang selama ini terbebani oleh impor bahan bakar minyak (BBM) dan komponennya. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk memaksimalkan kapasitas produksi kilang minyak domestik yang sedang dikembangkan.
Target Ambisius Stop Impor BBM 2027
Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa dorongan untuk menghentikan impor ini sudah ia sampaikan dalam pidato sebelumnya di Balikpapan. Target utamanya adalah memastikan produksi bahan bakar dengan oktan tinggi dapat dipenuhi secara mandiri di dalam negeri.
“Impor kita untuk RON 92, 95, dan 98, kita dorong agar produksinya sudah harus ada di 2027, kemungkinan di semester kedua,” ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Penghentian impor ini secara spesifik berfokus pada base fuel atau bahan baku dasar untuk bensin beroktan tinggi yang selama ini masih didatangkan dari luar negeri. Dengan kemampuan produksi dalam negeri, ketergantungan terhadap pasar global diharapkan berkurang drastis.
Pertamina Pemasok BBM Swasta Wajib
Konsekuensi langsung dari kebijakan penghentian impor ini adalah perubahan signifikan bagi operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta. Apabila kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) sudah mampu memproduksi bensin setara Pertamax ke atas, maka merek swasta tidak lagi diperkenankan membeli dari pemasok asing.
Ketua Umum Partai Golkar tersebut menegaskan bahwa langkah ini akan meningkatkan pendapatan BUMN secara substansial. “Nah, kalau semuanya ini produknya sudah ada, itu berarti kita sudah tidak perlu impor lagi. Jadi, silakan beli di Pertamina,” katanya.
Kebijakan ini selaras dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya meresmikan operasional Kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur. Proyek RDMP ini memang dirancang untuk memperkuat kemandirian energi nasional.
Penyesuaian Kuota Impor Swasta 2026
Meskipun target stop impor BBM 2027 telah ditetapkan, pemerintah tetap melakukan penyesuaian terhadap kuota impor BBM bagi brand swasta seperti Shell, BP, dan Vivo untuk tahun 2026. Penyesuaian ini penting agar tidak terjadi kelangkaan stok di tengah peningkatan permintaan pasar.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa sejumlah SPBU swasta telah mengajukan kuota impor untuk tahun 2026. Proses pengajuan tersebut kini berada pada tahap penyelesaian di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Diprediksi, kuota impor untuk merek asing tersebut akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didasarkan pada proyeksi kenaikan penjualan dan kebutuhan minyak mentah yang disesuaikan dengan performa pasar mereka.
Peningkatan penjualan BBM oleh operator asing sempat memicu masalah kelangkaan stok pada beberapa bulan di tahun 2025. Kekosongan stok tersebut terjadi karena pemerintah sempat menghentikan impor secara mandiri setelah kuota yang ditetapkan telah terlampaui. Oleh karena itu, penyesuaian kuota di tahun 2026 diharapkan dapat mencegah terulang kembali kondisi serupa, sembari menunggu kesiapan penuh Pertamina pada 2027.