Uptodai.com - Kabar mengejutkan datang dari salah satu startup kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, xAI. Seorang karyawan kunci, Sulaiman Ghori, dilaporkan tiba-tiba meninggalkan perusahaan tak lama setelah ia secara terbuka membongkar aktivitas internal xAI yang dinilai kontroversial. Kepergian Ghori, yang sebelumnya baru saja mendapat promosi, menimbulkan spekulasi bahwa ia mungkin telah dipecat.

Karyawan xAI bongkar rahasia tersebut saat menjadi tamu dalam podcast Relentless. Dalam wawancara yang menjadi viral itu, Ghori membeberkan detail operasional xAI yang disebut-sebut menggunakan berbagai cara untuk mengakali regulasi demi mempercepat pembangunan infrastruktur AI raksasa mereka.

Skandal Izin ‘Aspal’ untuk Data Center Raksasa

Salah satu poin utama yang diungkap Ghori adalah penggunaan izin sementara untuk pembangunan pusat data (data center) xAI. Menurutnya, xAI menggunakan skema sewa tanah sementara, yang secara teknis hanya berlaku untuk modifikasi lahan temporer. Izin semacam ini biasanya diberikan untuk acara-acara singkat seperti festival atau konser, bukan untuk proyek konstruksi permanen berskala besar.

Strategi ini dipilih karena dianggap sebagai cara tercepat untuk mendapatkan persetujuan dan segera memulai proyek. Meskipun tujuannya adalah membuat izin tersebut permanen di kemudian hari, status legal pembangunan tersebut saat ini masih dipertanyakan. Pola serupa diterapkan pada proyek ambisius mereka, Colossus, sebuah data center raksasa yang diklaim dibangun hanya dalam 122 hari.

Pembangkit Listrik Ilegal dan Polusi Udara

Selain masalah izin lahan, Ghori juga menyinggung sumber energi yang digunakan untuk menggerakkan Colossus. Data center tersebut ditenagai oleh pembangkit listrik tenaga gas yang dibangun dan dioperasikan tanpa mengantongi izin yang memadai.

Pembangkit ini menggunakan 35 turbin yang digerakkan oleh metana. Yang lebih mengkhawatirkan, pembangunan ini dilakukan tanpa adanya studi lingkungan yang memadai. Akibatnya, warga sekitar terpapar risiko polusi udara yang signifikan dari emisi yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tersebut.

Ketergantungan xAI pada Model Pesaing

Bongkaran Ghori tidak hanya berfokus pada isu infrastruktur, tetapi juga menyoroti cara kerja internal xAI dalam pengembangan teknologi. Ia mengungkapkan bahwa aktivitas internal perusahaan sangat bergantung pada pemanfaatan AI, bahkan hingga tingkat yang ekstrem.

Sebagai contoh, Ghori menyebutkan bahwa pembangunan ulang API produksi xAI saat ini dikerjakan hampir sepenuhnya oleh satu orang saja, yang dibantu oleh sekitar 20 agen AI. Ketergantungan ini menunjukkan efisiensi, namun juga kerentanan.

Kerentanan ini semakin terlihat ketika Anthropic, salah satu pesaing utama xAI dan pengembang model AI Claude, dilaporkan memblokir akses xAI ke model mereka. Tony Wu, pendiri xAI, mengakui bahwa pemblokiran ini sempat memukul produktivitas perusahaan secara signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pengembangan model AI xAI sangat bergantung pada akses dan model buatan perusahaan pesaing.

Promosi dan Kepergian yang Mendadak

Kepergian Sulaiman Ghori terjadi hanya beberapa hari setelah wawancara kontroversialnya dipublikasikan. Padahal, sebelum wawancara itu, Ghori dikenal sangat loyal kepada Elon Musk dan xAI. Ia bahkan baru saja mendapatkan promosi dan sangat agresif merekrut talenta untuk bergabung bersamanya di xAI.

Waktu kepergian yang sangat berdekatan dengan publikasi rahasia internal tersebut memicu dugaan kuat bahwa Ghori tidak mengundurkan diri, melainkan terpaksa meninggalkan posisinya. Meskipun demikian, pihak xAI dan Elon Musk belum memberikan pernyataan resmi mengenai status Ghori atau validitas dari klaim yang ia sampaikan.