Momen Prabowo Teken Piagam, RI Resmi Gabung Dewan Perdamaian Trump
Uptodai.com - Presiden terpilih Prabowo Subianto mencatatkan langkah diplomatik penting di kancah global. Momen bersejarah terjadi ketika Prabowo gabung Dewan Perdamaian Trump (Board of Peace) yang secara khusus dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengakhiri konflik di Gaza.
Penandatanganan piagam keanggotaan ini berlangsung di sela-sela pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2025). Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk aktif terlibat dalam upaya resolusi konflik global, khususnya di Timur Tengah.
Prabowo Teken Piagam di Davos, Bersama Pemimpin Dunia Lain
Dalam sesi peluncuran Dewan Perdamaian tersebut, Presiden Prabowo Subianto terlihat mengenakan setelan jas abu-abu yang dipadukan dengan kopiah hitam. Ia duduk di barisan paling depan, berdampingan dengan sejumlah kepala negara dan tokoh global yang juga menyatakan dukungan terhadap inisiatif ini.
Prosesi penandatanganan piagam dilakukan secara bergantian dan terstruktur. Prabowo dipanggil maju bersamaan dengan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, menunjukkan posisi Indonesia sebagai salah satu negara kunci yang diundang untuk berpartisipasi dalam dewan ini.
Donald Trump, dalam sambutannya, menekankan bahwa kehadiran para pemimpin dunia mencerminkan adanya keinginan kolektif agar perang di Gaza dapat segera diakhiri. Trump optimistis bahwa konflik yang terjadi saat ini sudah mereda dan dapat segera dipadamkan.
“Mereka menjadi teman saya, mereka berada di sini, dan tentu saja perang di Gaza benar-benar akan berakhir,” ujar Trump. “Kita memiliki beberapa api kecil yang akan kita matikan. Tadinya itu merupakan api yang besar, tapi sekarang mereka kecil, jadi kita bisa matikan dengan mudah,” tambahnya, merujuk pada upaya kolektif yang melibatkan 59 negara dalam upaya perdamaian Timur Tengah.
Mandat Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza
Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian yang digagas oleh Donald Trump ini membawa misi diplomatik yang sangat jelas. Sekretariat Presiden merilis pernyataan resmi yang menjelaskan bahwa partisipasi ini bertujuan untuk memastikan proses transisi di Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara (two state solution).
Indonesia memandang platform ini sebagai sarana strategis untuk menyuarakan kepentingan kemanusiaan dan perdamaian yang berkelanjutan. Partisipasi ini bukan sekadar simbolis, melainkan langkah nyata untuk memengaruhi arah kebijakan di kawasan tersebut.
Pemerintah Indonesia secara tegas akan memanfaatkan posisinya di dewan ini untuk mendesak penghentian kekerasan secara total dan segera. Selain itu, Indonesia juga akan fokus pada perlindungan warga sipil, memastikan akses bantuan kemanusiaan yang lancar, serta mendorong pemulihan tata kelola sipil Palestina yang sah dan legitimate.
Dengan Indonesia resmi gabung Board of Peace, posisi Jakarta dalam diplomasi Timur Tengah semakin diperkuat. Kehadiran Prabowo Subianto di Davos dan penandatanganan piagam tersebut mengirimkan sinyal kuat bahwa Indonesia siap mengambil peran sentral, tidak hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pemain aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian abadi di Palestina.
Implikasi Bergabungnya RI dalam Inisiatif Trump
Keputusan Prabowo gabung Dewan Perdamaian Trump ini memiliki implikasi geopolitik yang signifikan, terutama mengingat konteks politik Amerika Serikat. Bergabungnya Indonesia dalam inisiatif yang dipimpin oleh mantan presiden AS ini menunjukkan kesiapan Jakarta untuk menjalin komunikasi dengan semua faksi politik di Washington, terlepas dari siapa yang berkuasa.
Dewan Perdamaian ini diharapkan dapat menjadi saluran komunikasi non-formal yang efektif untuk menekan pihak-pihak yang berkonflik. Bagi Indonesia, ini adalah kesempatan emas untuk mengadvokasi agenda kemanusiaan dan politiknya, memastikan bahwa kepentingan rakyat Palestina tidak terpinggirkan dalam setiap diskusi transisi.
Partisipasi aktif Indonesia ini sejalan dengan tradisi politik luar negeri bebas aktif yang dianut sejak lama. Dengan memanfaatkan forum internasional seperti WEF dan inisiatif perdamaian yang didukung kekuatan besar, Indonesia menegaskan bahwa solusi untuk Gaza harus mencakup kedaulatan dan masa depan yang bermartabat bagi Palestina.