BMKG Ingatkan Peringatan Hujan Lebat BMKG: Banten dan DKI Siaga
Uptodai.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan Peringatan Hujan Lebat BMKG yang bersifat siaga untuk sejumlah wilayah di Indonesia. Peringatan ini berlaku menjelang akhir Januari 2026, khususnya bagi provinsi yang berada di selatan khatulistiwa.
Fenomena cuaca signifikan ini dipicu oleh kombinasi faktor regional dan global yang saling menguatkan. BMKG menyoroti keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan Monsun Dingin Asia sebagai pemicu utama peningkatan intensitas curah hujan.
Faktor Pemicu Utama Cuaca Ekstrem
Peningkatan potensi cuaca ekstrem ini diperkuat oleh pantauan dua bibit siklon tropis yang berada di sekitar perairan Indonesia. Bibit Siklon Tropis 91S terpantau di Samudra Hindia selatan Sumbawa, sementara Bibit Siklon Tropis 92P berada di Teluk Carpentaria.
Bibit 91S memiliki potensi tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam rentang waktu 48 hingga 72 jam ke depan. Kondisi ini secara langsung membentuk area konvergensi angin dan meningkatkan kecepatan angin hingga lebih dari 25 knot di sejumlah perairan selatan Indonesia.
Di saat yang sama, penguatan Monsun Asia membawa suplai massa udara lembap yang melimpah dari Laut Cina Selatan menuju Indonesia. Situasi ini diperparah oleh seruakan dingin (cold surge) yang bergerak dari Siberia, menambah intensitas kelembapan di atmosfer.
BMKG juga menilai bahwa kombinasi fenomena atmosfer global hingga lokal, termasuk ENSO fase negatif (La Niña lemah), CENS, MJO, Rossby, dan Kelvin, turut berkontribusi. Seluruh sistem ini meningkatkan potensi hujan dan cuaca ekstrem, khususnya di wilayah selatan Indonesia.
Wilayah Siaga Peringatan Hujan Lebat BMKG
BMKG telah menetapkan prospek cuaca untuk periode 23 hingga 25 Januari 2026 dengan tingkat kewaspadaan yang berbeda. Pada masa ini, hujan ringan hingga lebat diprediksi terjadi di banyak daerah yang harus diwaspadai.
Status Awas (hujan sangat lebat) ditetapkan untuk wilayah Banten dan DKI Jakarta, menuntut kesiapsiagaan tertinggi dari pemerintah daerah dan masyarakat. Status ini mengindikasikan bahwa potensi dampak bencana hidrometeorologi sangat tinggi.
Sementara itu, status Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat) berlaku untuk sejumlah daerah di Jawa, Bali, Lampung, dan Nusa Tenggara. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk segera melakukan mitigasi risiko banjir dan tanah longsor.
Kewaspadaan Lanjutan di Akhir Januari
Kewaspadaan terhadap peningkatan intensitas hujan harus dilanjutkan memasuki periode 26 hingga 29 Januari 2026. Pada masa ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diwaspadai melanda wilayah yang lebih luas.
Beberapa provinsi yang masuk dalam daftar pantauan termasuk Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Selain itu, potensi hujan lebat juga mencakup Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua Tengah dan Papua.
Ancaman Angin Kencang dan Petir
Selain curah hujan tinggi, masyarakat juga diingatkan akan ancaman cuaca ekstrem lain yang menyertai. Hujan lebat ini berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa lokasi.
Daerah yang berstatus Siaga terhadap hujan lebat yang disertai badai petir adalah Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Papua Pegunungan. Ancaman angin kencang secara spesifik juga diwaspadai terjadi di Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.