Uptodai.com - Kekhawatiran yang paling mendalam di Etihad Stadium saat ini bukan lagi berpusat pada menunggu hasil putusan 115 dakwaan Premier League, melainkan pada ketidakpastian jangka panjang terkait sang manajer. Oleh karena itu, Rencana Darurat Manchester City kini menjadi fokus utama manajemen, menyusul sinyal evaluasi yang diberikan Pep Guardiola.

Sumber internal klub mengungkapkan bahwa potensi kepergian pelatih asal Spanyol itu dinilai jauh lebih mengganggu stabilitas dan proyek jangka panjang tim dibandingkan ancaman sanksi hukum yang masih menggantung. Stabilitas yang telah dibangun selama hampir satu dekade di bawah kepemimpinan Guardiola dianggap sebagai aset tak ternilai yang sulit digantikan.

Ancaman Hukum yang Terabaikan

Manchester City selama ini terus bersikeras menyatakan diri tidak bersalah atas seluruh tuduhan pelanggaran finansial yang diajukan oleh Premier League. Proses hukum atas 115 dakwaan tersebut telah berjalan panjang, memakan waktu hampir tiga tahun sejak kasus ini pertama kali mencuat.

Meskipun sidang telah rampung pada Desember 2024, pengumuman keputusan akhir masih belum diterbitkan dan berpotensi menjatuhkan hukuman berat, termasuk pengurangan poin atau bahkan degradasi, jika klub dinyatakan bersalah. Namun, di tengah ketidakpastian legal ini, fokus internal klub justru bergeser sepenuhnya.

Ruang ganti dan jajaran direksi dilaporkan sudah mengetahui adanya skema darurat yang akan diaktifkan jika Guardiola memutuskan untuk angkat kaki. Pergeseran fokus ini menunjukkan betapa krusialnya peran Guardiola dalam fondasi klub, melampaui masalah keuangan yang sedang dihadapi.

Masa Depan Pep Guardiola dan Sinyal Evaluasi

Secara teknis, kontrak Pep Guardiola bersama The Citizens masih berlaku hingga musim panas 2027. Jika ia menuntaskan masa baktinya, Guardiola akan genap sepuluh tahun menukangi City dan telah mengumpulkan seluruh trofi utama, termasuk enam gelar Premier League.

Meski demikian, Guardiola beberapa kali memberikan sinyal bahwa ia akan mengevaluasi masa depannya pada tahun ini, bahkan sebelum kontraknya habis. Sinyal ini semakin menguat seiring dengan performa tim di awal tahun kalender yang jauh dari kata ideal, memicu spekulasi liar di kalangan media dan penggemar.

City sempat gagal meraih kemenangan di liga secara beruntun dan menelan kekalahan mengejutkan 1-3 dari Bodo/Glimt di Liga Champions. Hasil minor tersebut sontak memicu sorotan tajam, baik dari publik maupun internal klub.

Usai kekalahan memalukan di Liga Champions, Guardiola tidak menutupi kekecewaannya. Ia sempat melontarkan pernyataan singkat namun tajam yang mengindikasikan frustrasi, “Semuanya berjalan salah,” ujarnya kala itu.

Ruang Ganti Siaga Penuh: Siapa Pengganti Potensial?

Meskipun frustrasi terlihat jelas dalam pernyataan publiknya, laporan menyebutkan bahwa sikap Guardiola di pusat latihan tetap profesional dan penuh fokus. Ia disebut masih mencurahkan seluruh energinya untuk membawa Manchester City kembali ke jalur persaingan papan atas Liga Inggris.

Namun, spekulasi mengenai kepergiannya makin memanas setelah pernyataan kontroversial dilontarkan oleh pundit senior Richard Keys di beIN Sport. Keys dengan yakin mengklaim bahwa kepergian Guardiola di akhir musim adalah hal yang pasti.

Keys bahkan melontarkan skenario ekstrem yang membuat internal klub terkejut. Ia menyebut, “Namun, jangan kesampingkan kemungkinan dia pergi minggu ini. Minggu ini. Jika dia pergi minggu ini, [Enzo] Maresca akan memimpin pertandingan melawan Wolves,” kata Keys, merujuk pada mantan asisten Guardiola yang kini menangani Chelsea.

Klaim tersebut, meskipun ekstrem, menunjukkan bahwa manajemen Manchester City harus benar-benar siap dengan segala kemungkinan. Kesiapan ini mencakup penentuan suksesor yang mampu mempertahankan filosofi permainan klub, sebuah tugas yang jauh lebih mendesak daripada menunggu vonis dari pengadilan Premier League.