Uptodai.com - Gempa M 5,5 Guncang Pacitan, Jawa Timur, pada Senin dini hari, menyebabkan kepanikan singkat di wilayah pesisir selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa guncangan signifikan tersebut terjadi tepat pukul 01.00 WIB.

Meskipun pusat gempa berada di Pacitan, kekuatan getarannya tercatat meluas hingga ke provinsi tetangga, bahkan dirasakan oleh masyarakat di Pulau Dewata, Bali. Pihak berwenang segera mengeluarkan peringatan untuk memastikan tidak ada potensi ancaman tsunami pasca kejadian.

Data Teknis BMKG Mengenai Gempa M 5,5 Guncang Pacitan

Berdasarkan analisis data dari BMKG, pusat gempa bumi ini berlokasi di laut, tepatnya pada koordinat 9.07 Lintang Selatan dan 111.08 Bujur Timur. Lokasi episentrum berada sekitar 90 kilometer di barat daya Pacitan.

Kedalaman hiposentrum gempa tercatat cukup dangkal, yakni 10 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal ini menjadi faktor utama mengapa getaran yang dihasilkan terasa sangat kuat di permukaan, meskipun magnitudo yang tercatat berada di level menengah.

BMKG juga memastikan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Mekanisme pergerakan patahan didominasi oleh sesar naik (thrust fault).

Sejauh Mana Getaran Gempa Terasa di Bali dan Sekitarnya?

Laporan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa dampak getaran Gempa M 5,5 Guncang Pacitan dirasakan pada skala intensitas yang bervariasi. Di Pacitan sendiri, intensitas guncangan berada pada skala III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity), di mana banyak warga terbangun dari tidur dan benda-benda ringan bergoyang.

Getaran dengan intensitas yang serupa juga dirasakan kuat di beberapa wilayah lain di Jawa Timur seperti Trenggalek, Blitar, dan Ponorogo. Sementara itu, wilayah Jawa Tengah bagian selatan, seperti Yogyakarta dan Wonogiri, merasakan guncangan pada skala III MMI.

Yang menarik, getaran gempa ini memiliki jangkauan yang sangat luas. BMKG mencatat bahwa guncangan terasa hingga ke Denpasar, Bali, dan juga Mataram, Lombok. Meskipun di kedua lokasi tersebut intensitasnya lebih rendah (Skala II MMI), fenomena ini menunjukkan energi yang dilepaskan cukup signifikan.

Imbauan Keselamatan dan Status Tsunami

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab mengenai potensi bencana susulan. Kepala BMKG menegaskan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Meskipun demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat meminta warga untuk segera memeriksa kondisi rumah masing-masing. Fokus utama adalah memastikan tidak ada kerusakan struktural pada bangunan yang dapat membahayakan keselamatan.

Warga yang tinggal di wilayah pesisir selatan Jawa, khususnya Pacitan, diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat daerah tersebut memang dikenal sebagai zona aktif gempa. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalisir risiko apabila terjadi guncangan susulan.