Uptodai.com - Proses pencarian sosok pendamping bagi John Herdman, pelatih kepala Timnas Indonesia, masih menjadi topik hangat yang memicu berbagai spekulasi. Publik kini menanti kepastian siapa pelatih lokal yang akan mendampingi arsitek asal Kanada tersebut. Menariknya, prediksi terbaru dari pengamat sepak bola kenamaan, Bung Binder, justru mengarah kuat bahwa Kurniawan Dwi Yulianto asisten John Herdman, menggeser nama-nama lain yang sebelumnya santer dibicarakan.

Kebutuhan akan asisten pelatih lokal ini bukan sekadar formalitas. Kehadiran pelatih dari dalam negeri sangat vital untuk menjembatani komunikasi, sekaligus memberikan pemahaman mendalam mengenai peta kekuatan dan kultur sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Posisi ini juga menjadi kesempatan emas bagi pelatih lokal untuk menyerap ilmu kepelatihan modern dari sosok sekelas Herdman.

Mengapa Bukan Nova Arianto?

Sebelumnya, nama Nova Arianto kerap disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk mendampingi Herdman. Namun, Bung Binder memiliki pandangan berbeda. Ia menilai bahwa fokus Nova Arianto saat ini sudah terarah ke kelompok usia yang lebih muda.

“Ini kan ada beberapa opsi, ada Kurniawan, ada juga Zulkifli Syukur,” ujar Bung Binder dalam analisisnya di kanal YouTube pribadi. Ia kemudian memberikan pandangan yang cukup tegas mengenai kandidat yang selama ini menjadi perbincangan utama.

“Nova kayaknya di U-20,” lanjut Bung Binder, mengindikasikan bahwa peran Nova Arianto sudah terikat kuat pada program pengembangan Timnas Indonesia U-20. Hal ini secara otomatis membuka peluang lebih besar bagi kandidat lain, khususnya para mantan pemain yang memiliki latar belakang kepelatihan internasional.

Kurniawan Dwi Yulianto Dianggap Paling Potensial

Bung Binder menekankan bahwa PSSI dan John Herdman sendiri sudah menyepakati perlunya kuota pelatih lokal dalam staf kepelatihan senior. Kehadiran asisten lokal sangat diperlukan untuk memberikan informasi detail soal kondisi pemain dan lawan di kawasan Asia.

Kecurigaan Bung Binder lantas menguat pada sosok mantan striker Timnas asisten John Herdman, Kurniawan Dwi Yulianto. Ia melihat rekam jejak Kurniawan sebagai nilai tambah yang sulit ditandingi oleh kandidat lain.

“Kayaknya kemungkinan Kurniawan (yang terpilih). Apalagi dia pernah di Como,” kata Bung Binder, menyoroti pengalaman Kurniawan yang pernah meniti karier sebagai asisten pelatih di klub Serie B Italia, Como 1907.

Pengalaman di Como 1907 menjadi modal berharga bagi Kurniawan. Sejak Januari 2022, ia aktif terlibat dalam tim kepelatihan di Italia, sebuah lingkungan sepak bola yang sangat kompetitif. Walaupun pada 2025 ia memilih kembali ke Tanah Air untuk mengabdi sebagai pelatih striker Timnas U-20 Indonesia, pengetahuan yang ia dapat dari Eropa tetap relevan.

Pengalaman Eropa Jadi Kunci Utama

Kemampuan Kurniawan dalam menyerap ilmu kepelatihan modern, terutama dari Eropa, dianggap sangat cocok dengan filosofi yang akan diterapkan oleh John Herdman. Herdman, yang dikenal dengan pendekatan taktisnya yang disiplin, tentu membutuhkan asisten yang memiliki pemahaman teknis yang mumpuni.

Bung Binder menambahkan bahwa memberikan kesempatan kepada pelatih lokal berlatar belakang internasional seperti Kurniawan merupakan langkah strategis PSSI. Tujuannya adalah untuk meningkatkan standar kepelatihan domestik secara keseluruhan.

“Dengan lebih banyak pelatih lokal dikasih kesempatan, ini yang bisa upgrade juga level mereka,” tutup Bung Binder. Jika prediksi ini benar, penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto akan menjadi langkah besar dalam upaya transfer pengetahuan dan modernisasi struktur kepelatihan di Timnas Indonesia.