Uptodai.com - PT PELNI (Persero) secara resmi mengumumkan langkah ambisius dalam memodernisasi armadanya. Mereka kini mengadopsi Konektivitas satelit LEO PELNI, sebuah teknologi yang diposisikan sebagai pesaing serius bagi layanan milik Elon Musk, Starlink, di sektor maritim nasional.

Digitalisasi ini bukan sekadar peningkatan kecepatan internet, melainkan sebuah transformasi menyeluruh dalam operasional kapal. Proyek ini bertujuan memastikan setiap kapal memiliki sistem komunikasi berstandar tinggi yang mendukung efisiensi dan keamanan pelayaran di seluruh perairan Indonesia.

Mengintip Kecanggihan SisKomKap Berbasis LEO

Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) yang baru ini memanfaatkan teknologi satelit LEO (Low Earth Orbit), menjanjikan konektivitas berbandwidth tinggi yang jauh melampaui kemampuan satelit geostasioner konvensional. Keunggulan utama teknologi ini terletak pada latensi yang sangat rendah, mirip seperti menggunakan jaringan serat optik di darat.

Selain menyediakan akses internet cepat, SisKomKap LEO juga menghadirkan layanan penting lainnya. Fasilitas tersebut mencakup layanan IP Phone (VoIP) dan Satellite Phone, memastikan komunikasi antara kapal dan darat tetap lancar dan real-time, bahkan di wilayah terpencil.

Aspek keamanan siber juga menjadi fokus utama dalam implementasi sistem ini. PELNI memastikan bahwa lapisan keamanan siber yang disiapkan jauh lebih kuat, melindungi data operasional dan komunikasi vital dari ancaman digital yang semakin kompleks.

Peningkatan Keselamatan dan Transparansi Operasional

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, menegaskan bahwa digitalisasi wajib diterapkan di seluruh proses bisnis, termasuk operasional harian di kapal. Menurutnya, proyek ini memperkuat infrastruktur komunikasi sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG).

PELNI juga melengkapi sistem ini dengan fitur analisis canggih. Kapal kini dilengkapi dengan fitur analisis On Time Performance (OTP) dan Automatic Identification System (AIS) receiver, yang memungkinkan pemantauan kondisi pelayaran secara real-time dari pusat kendali.

Anik menjelaskan lebih lanjut, teknologi satelit LEO memungkinkan koordinasi yang lebih cepat dan efektif antara kapal dan darat. Hal ini secara langsung meningkatkan keselamatan pelayaran dan pada saat yang sama, turut meningkatkan kenyamanan yang dirasakan oleh para penumpang.

Pemilik Teknologi Pesaing Starlink di Kapal PELNI

Modernisasi sistem komunikasi di armada PELNI ini dijalankan melalui kerja sama strategis dengan pihak ketiga. Mitra yang ditunjuk untuk menggarap proyek vital ini adalah PT Dwi Tunggal Putra (DTP).

PT Dwi Tunggal Putra dikenal sebagai perusahaan penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi yang fokus pada sektor maritim dan pertahanan. Kemitraan ini mencakup periode kontrak selama 36 bulan, menunjukkan komitmen jangka panjang PELNI terhadap pemanfaatan teknologi satelit orbit rendah.

Melalui penguatan komunikasi berbasis satelit ini, PELNI menargetkan peningkatan signifikan dalam mutu layanan dan keselamatan operasional. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat konektivitas antardaerah, yang pada akhirnya akan mendukung efisiensi logistik maritim dan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.