Uptodai.com - Ketegangan geopolitik yang menyelimuti sektor semikonduktor antara Washington dan Beijing tampaknya mulai mereda, setidaknya untuk sementara waktu. Setelah melalui negosiasi yang alot dan penuh syarat, China akhirnya memberikan lampu hijau untuk gelombang pertama impor chip Nvidia H200 China.

Keputusan strategis ini menandai titik balik signifikan dalam perang dagang teknologi yang telah berlangsung sejak era pemerintahan Joe Biden. Selama ini, Amerika Serikat (AS) secara agresif membatasi ekspor chip kecerdasan buatan (AI) canggih dan alat pembuatnya, memaksa China untuk berjuang mencapai swasembada teknologi.

Syarat Berat dari Washington: Tarif 25 Persen

Langkah persetujuan impor ini datang setelah adanya pelunakan sikap dari pemerintahan AS, khususnya pasca-negosiasi intensif antara CEO Nvidia, Jensen Huang, dan otoritas terkait. Huang diketahui juga sempat bertemu dengan perwakilan tingkat tinggi China di Busan pada akhir 2025 lalu.

Hasil dari serangkaian dialog tersebut adalah izin ekspor chip H200 ke China. H200 sendiri merupakan prosesor tercanggih kedua yang diproduksi oleh Nvidia, dan sangat krusial untuk pengembangan model AI berskala besar.

Meskipun demikian, izin ini tidak diberikan secara cuma-cuma. Pemerintah AS menetapkan syarat tegas, yaitu pungutan tarif sebesar 25% untuk setiap penjualan chip H200 yang masuk ke pasar China. Kebijakan ini memastikan Washington tetap mendapatkan keuntungan ekonomi di tengah upaya pembatasan teknologi.

Mengapa H200 Begitu Penting bagi China?

Di sisi lain, meskipun Presiden Xi Jinping telah berulang kali mendorong perusahaan domestik untuk beralih ke chip buatan lokal, kebutuhan akan H200 sulit dihindari. Chip canggih seperti H200 menawarkan kinerja yang jauh melampaui produk lokal yang ada saat ini, terutama untuk melatih model bahasa besar (LLM) yang menjadi fondasi AI generatif.

Keterbatasan kemampuan China untuk mereplikasi teknologi semikonduktor paling mutakhir dalam waktu singkat membuat impor H200 menjadi solusi pragmatis. Tanpa chip kelas atas ini, ambisi China untuk memimpin revolusi AI global akan tertahan.

Persetujuan Awal untuk Ratusan Ribu Unit

Lampu hijau dari AS awalnya sempat disambut dengan penolakan oleh Beijing, yang mungkin keberatan dengan tarif tinggi yang dikenakan. Namun, menurut laporan dua sumber yang mengetahui masalah ini kepada Reuters, China akhirnya menyetujui impor pertama chip H200.

Persetujuan awal ini mencakup ratusan ribu unit chip H200 yang dijamin akan segera masuk ke China. Sumber tersebut mengungkapkan bahwa alokasi tahap pertama ini ditujukan untuk tiga perusahaan internet besar di China, sementara perusahaan lain harus mengantre untuk persetujuan selanjutnya.

Keputusan ini bertepatan dengan kunjungan penting CEO Nvidia, Jensen Huang, ke China pada pekan ini. Kunjungan tersebut bertujuan untuk bertemu dengan konsumen, mitra, dan pejabat pemerintah setempat, menunjukkan keseriusan Nvidia dalam memastikan proses distribusi berjalan lancar.

Harapan Jensen Huang Menanti Pengumuman Resmi

Meskipun persetujuan impor secara teknis sudah diberikan, Presiden Xi Jinping hingga kini belum secara formal mengumumkan negaranya menerima serbuan chip Nvidia. Hal ini menimbulkan sedikit ketidakpastian di pasar.

Setelah perjalanannya ke China, Jensen Huang tiba di Taipei dan mengungkapkan harapannya agar pemerintah China segera memberikan izin resmi. Huang menekankan bahwa lisensi resmi untuk H200 sedang dalam tahap finalisasi.

“Saya berharap pemerintah China akan segera mengizinkan Nvidia untuk menjual H200. Mereka harus memutuskannya,” kata Huang kepada wartawan di bandara Songshan, Taipei. “Saya antusias menyambut keputusan yang menyenangkan.”

Huang menambahkan bahwa kehadiran H200 sangat menguntungkan bagi kepemimpinan teknologi AS dan juga pasar China. Ia percaya bahwa konsumen di China akan sangat senang jika bisa segera mendapatkan chip mutakhir tersebut. “Kita cuma harus menunggu dengan sabar,” pungkasnya, menunjukkan optimisme bahwa jalan buntu dalam perang chip telah menemukan solusi sementara.