Uptodai.com - Indonesia menancapkan target ambisius pertumbuhan ekonomi hingga 8% dan salah satu pilar utamanya adalah penguatan Strategi Pemerintah Ekosistem Emas nasional. Langkah strategis ini digagas bukan hanya untuk meningkatkan nilai komoditas, melainkan juga untuk menciptakan stabilitas finansial jangka panjang.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian secara intensif mengawal kebijakan yang berfokus pada hilirisasi komoditas berharga ini. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan bahwa upaya perbaikan ekosistem bisnis emas menjadi salah satu kunci utama pencapaian target PDB tersebut. Hilirisasi menjadi kata kunci yang terus didorong agar Indonesia tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah.

Strategi Pemerintah Ekosistem Emas: Jurus Hilirisasi

Implementasi hilirisasi emas ini diwujudkan melalui sejumlah kebijakan fiskal yang ketat dan terukur. Salah satunya adalah penerapan bea keluar emas yang telah diatur secara spesifik dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 80 Tahun 2025. Kebijakan ini dirancang untuk memaksa industri dalam negeri mengolah emas mentah menjadi produk bernilai tambah sebelum dilepas ke pasar global.

Penguatan kebijakan ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari sumber daya alam dapat dirasakan lebih optimal di dalam negeri. Selain regulasi bea keluar, instrumen finansial baru juga disiapkan sebagai motor penggerak ekosistem.

Peran Vital Pendirian Bank Bullion

Pemerintah kini tengah serius mendorong pendirian bank bullion sebagai bagian integral dari Strategi Pemerintah Ekosistem Emas. Fasilitas ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara produsen dan pasar, sekaligus memastikan perputaran modal yang efisien.

Ferry Irawan menjelaskan bahwa bank bullion akan berfungsi sebagai perantara atau intermediary. Institusi ini tidak akan berperan sebagai konsumen akhir, melainkan penyerap hasil dari sektor hulu. Kemudian, emas yang terkumpul akan diputar kembali dan disebar ke berbagai sektor ekonomi lain yang membutuhkan likuiditas.

Konsep bank bullion ini sangat krusial untuk memastikan rantai pasok emas domestik berjalan lancar dan terintegrasi. Dengan demikian, nilai tambah dari komoditas emas dapat dinikmati secara maksimal oleh perekonomian nasional, mendukung upaya dorongan pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan.

Kualitas Emas Indonesia Paling Favorit Dunia

Daya tarik komoditas emas Indonesia di mata konsumen global memang tidak perlu diragukan lagi. Emas domestik bahkan mampu memacu kinerja ekspor secara signifikan, menjadikannya komponen penting dalam perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB). Faktor kualitas menjadi penentu utama mengapa emas Indonesia begitu diminati pasar internasional.

Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Handi Sutanto, mengungkapkan alasan di balik popularitas emas Indonesia. Menurut Handi, emas yang diproduksi di Indonesia, khususnya oleh Antam, telah memiliki sertifikat standar London Bullion Market Association (LBMA).

Standar minimum kemurnian yang ditetapkan oleh LBMA adalah 99,5%. Handi menambahkan bahwa emas Antam bahkan melampaui standar tersebut, mencapai kemurnian 99,99%. Angka ini menunjukkan kualitas superior produk emas Indonesia di kancah global.

Pihaknya menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai jaminan kualitas ini. Sebab, isu emas bukan hanya berkaitan dengan nilai uang atau investasi, tetapi juga menyangkut jaminan kualitas dan integritas produk yang diakui dunia.