Uptodai.com - Sejarah mencatat bahwa wilayah yang kini dikenal sebagai Indonesia, dulunya adalah pusat dari dua kekuatan maritim terbesar di Asia Tenggara: Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Kedua kerajaan ini berhasil membangun imperium yang sangat luas, jauh melampaui batas-batas kedaulatan Indonesia modern saat ini.

Kekuatan dan pengaruh yang membentang dari Sumatera hingga Filipina ini menunjukkan betapa besarnya peradaban Nusantara di masa lampau. Menariknya, beberapa negara tetangga bekas wilayah Indonesia yang kini telah berdiri mandiri dan bahkan menjadi negara maju, ternyata memiliki akar sejarah yang kuat dengan kerajaan-kerajaan tersebut.

Jejak Kerajaan Nusantara di Negara-Negara Asia Tenggara

Luasnya kekuasaan Sriwijaya dan Majapahit diyakini telah mencakup sebagian besar Semenanjung Malaya dan kepulauan di sekitarnya. Berikut adalah enam negara yang tercatat pernah berada di bawah pengaruh atau kekuasaan langsung kerajaan yang berbasis di Nusantara.

1. Singapura: Dari Temasek Menjadi Pusat Perdagangan Global

Sebelum dikenal sebagai Singapura, pulau kecil ini memiliki nama kuno Temasek, yang secara harfiah berarti Kota Laut. Posisi geografisnya yang sangat strategis menjadikannya rebutan banyak kekuatan regional sejak awal abad ke-13 Masehi.

Kerajaan Sriwijaya tercatat sebagai salah satu penguasa awal Temasek hingga akhir abad ke-13. Setelah Sriwijaya melemah, pengaruh Majapahit sempat masuk sebelum akhirnya kekuasaan beralih ke Kerajaan Ayutthaya (Thailand) dan Kesultanan Malaka. Hal ini membuktikan peran vital Temasek sebagai simpul perdagangan maritim yang tak terpisahkan dari jalur Nusantara.

2. Malaysia: Wilayah Kekuasaan Maritim Sriwijaya

Malaysia, khususnya wilayah Semenanjung Malaya, memiliki hubungan sejarah yang sangat erat dengan Sumatera. Banyak ahli sejarah meyakini bahwa sebagian besar wilayah Malaysia pernah berada di bawah kendali Kerajaan Sriwijaya.

Penaklukan wilayah Semenanjung Malaya ini terjadi pada masa keemasan Sriwijaya, terutama di bawah kepemimpinan Raja Balaputradewa. Dengan menguasai jalur Selat Malaka, Sriwijaya tidak hanya menjadi pusat perdagangan rempah-rempah yang vital, tetapi juga menjadi pusat penyebaran agama Buddha yang sangat berpengaruh di dunia kala itu. Oleh karena itu, Sriwijaya sering kali diidentikkan sebagai representasi awal dari konsep Nusantara.

3. Filipina: Ambisi Besar Patih Gadjah Mada

Kekuasaan Majapahit, yang mencapai puncaknya pada masa Raja Hayam Wuruk dan Patih Gadjah Mada, tidak hanya terbatas pada kepulauan Indonesia saat ini. Patih Gadjah Mada, melalui Sumpah Palapa yang legendaris, bertekad menyatukan seluruh Nusantara, termasuk wilayah yang kini menjadi Filipina.

Beberapa catatan sejarah, termasuk yang tertuang dalam Kakawin Nagarakretagama, mengindikasikan bahwa pengaruh Majapahit meluas hingga ke beberapa wilayah di Filipina bagian selatan. Penaklukan ini merupakan bagian dari upaya ambisius Majapahit untuk membangun kerajaan terbesar dan terkuat di Asia Tenggara pada abad ke-14.

4. Kamboja: Bukti Kekuatan Ekonomi Sriwijaya

Kamboja juga termasuk dalam daftar wilayah yang pernah merasakan pengaruh kuat dari Kerajaan Sriwijaya. Bukti kekuasaan Sriwijaya di wilayah ini diperoleh dari catatan seorang pendeta Tiongkok bernama I Tzing.

I Tzing sempat singgah di Sriwijaya dan mencatat betapa luasnya wilayah kekuasaan maritim kerajaan tersebut. Kontrol atas Kamboja memberikan keuntungan ekonomi yang besar bagi Sriwijaya, memudahkan mereka dalam menjual hasil alam seperti kapur barus, kayu gaharu, cengkih, hingga pala dan kapulaga ke pasar internasional.

5. Timor Leste: Sejarah Integrasi dan Kemerdekaan

Berbeda dengan empat negara sebelumnya yang terkait dengan kerajaan kuno, Timor Leste (dulunya Timor Timur) memiliki sejarah yang lebih modern dan langsung terkait dengan Republik Indonesia. Wilayah ini dijajah oleh Portugal sejak abad ke-16 dan dikenal sebagai Timor Portugis.

Setelah Portugal menarik diri pada 1975, Timor Timur mendeklarasikan kemerdekaan singkat sebelum diintegrasikan ke dalam wilayah Indonesia. Wilayah ini kemudian dikenal sebagai Provinsi Timor Timur hingga akhirnya memilih untuk berpisah melalui referendum pada tahun 1999, dan resmi menjadi negara merdeka pada tahun 2002.

6. Brunei Darussalam: Pengaruh Kesultanan Melayu

Brunei Darussalam, yang kini dikenal sebagai negara makmur dengan sistem kesultanan yang kuat, juga memiliki kaitan sejarah dengan Nusantara. Meskipun tidak secara langsung dikuasai oleh Sriwijaya atau Majapahit dalam periode yang sama dengan Filipina atau Semenanjung Malaya, Brunei berada dalam lingkaran pengaruh budaya dan politik kerajaan-kerajaan Melayu di Nusantara.

Pada masa Majapahit, kontak perdagangan dan pengaruh kebudayaan sangat intensif. Setelah Majapahit melemah, Kesultanan Brunei tumbuh menjadi kekuatan maritim yang dominan di Kalimantan Utara dan sekitarnya, namun akarnya tetap terjalin dalam kerangka peradaban Melayu yang besar di Asia Tenggara.

Kisah enam negara ini menjadi pengingat akan betapa dinamisnya peta politik dan budaya di Asia Tenggara. Meskipun batas-batas negara telah berubah, warisan sejarah yang ditinggalkan oleh kerajaan-kerajaan besar di Nusantara seperti Sriwijaya dan Majapahit tetap menjadi fondasi yang menghubungkan kita dengan negara tetangga bekas wilayah Indonesia hingga hari ini.