Hasil Jajak Pendapat: Elon Musk Paling Tidak Disukai di AS
Uptodai.com - Sebuah survei terbaru yang mengukur sentimen publik Amerika Serikat (AS) terhadap figur-figur global dan domestik terkemuka menghasilkan temuan yang mengejutkan. Dalam daftar 14 tokoh yang diuji popularitasnya, terungkap bahwa Elon Musk paling tidak disukai oleh responden AS, bahkan melampaui politisi yang dikenal kontroversial.
Jajak pendapat yang dilakukan oleh Gallup ini menempatkan Musk pada posisi teratas sebagai tokoh yang paling banyak mendapat poin negatif. Citra sang maestro teknologi tersebut kini berada di titik terendah, mencerminkan gejolak yang terus menerus terjadi pada perusahaan dan persona publiknya.
Elon Musk Paling Tidak Disukai Warga AS
Dalam metrik ‘suka/tidak suka’ yang digunakan oleh Gallup, Elon Musk mencatatkan skor bersih terendah dengan poin -28. Angka ini merupakan akumulasi dari persentase responden yang mengaku tidak suka (dislike) dikurangi dengan mereka yang mengaku suka (like).
Data menunjukkan bahwa sebanyak 61% responden secara eksplisit menyatakan ketidaksukaan mereka terhadap Musk. Hanya 33% warga AS yang masih memiliki pandangan positif terhadap pendiri SpaceX dan pemilik X (sebelumnya Twitter) ini, sementara sisanya abstain.
Penurunan popularitas Musk ini tergolong drastis. Citranya yang memang sudah negatif terus merosot tajam sejak jajak pendapat serupa dilakukan pada Januari 2025. Fenomena ini diduga kuat berkaitan dengan kepemimpinannya yang penuh kontroversi di X dan sikap politiknya yang semakin ekstrem.
Netanyahu dan Politisi AS Ikut Kehilangan Popularitas
Yang menarik, Elon Musk berhasil mengungguli Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan garis keras. Netanyahu berada di posisi kedua sebagai orang paling tidak disukai warga AS, namun dengan skor yang sedikit lebih baik, yaitu -23.
Survei ini juga menyoroti ketidakpuasan masyarakat AS yang meluas terhadap para pejabat tinggi pemerintahan dan tokoh politik domestik. Sejumlah tokoh kawakan yang juga mendapat skor minus untuk rasa ‘tidak suka’ warga AS termasuk mantan Presiden AS Donald Trump, yang mengalami kemerosotan popularitas 13 poin sejak awal 2025.
Selain Trump, Senator AS Marco Rubio juga mencatatkan penurunan popularitas yang sangat signifikan. Rubio, yang pada Januari 2025 masih mendapatkan skor positif +8, kini merosot tajam menjadi -16.
Gallup menduga anjloknya skor Rubio terkait dengan peran kunci yang ia ambil dalam upaya memangkas bantuan internasional USAID. Beberapa tokoh lain yang juga kehilangan popularitas, seperti Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, mengindikasikan adanya sentimen negatif umum terhadap elite politik yang berkuasa.
Siapa Tokoh yang Paling Dicintai Warga AS?
Di tengah gelombang ketidaksukaan terhadap tokoh teknologi dan politisi, ada beberapa figur yang berhasil mempertahankan atau bahkan meningkatkan popularitas mereka. Paus Leo XIV menempati posisi teratas sebagai tokoh yang paling disukai warga AS, dengan perolehan skor positif mencapai 46 poin.
Paus menunjukkan daya tarik lintas sektoral dan politik, jauh meninggalkan tokoh-tokoh lainnya. Di urutan kedua, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berhasil mengumpulkan 18 poin, mencerminkan dukungan berkelanjutan AS terhadap Ukraina.
Sementara itu, Senator AS dari Vermont, Bernie Sanders, melengkapi posisi tiga besar dengan skor positif 11 poin. Menariknya, mantan Presiden AS Joe Biden, yang kini telah lengser dari jabatannya, menunjukkan sedikit peningkatan popularitas, mencatatkan skor -11. Hal ini menunjukkan bahwa jarak dari kekuasaan eksekutif mungkin berdampak positif pada citra publiknya.
Secara keseluruhan, hasil jajak pendapat ini memberikan gambaran jelas mengenai polarisasi yang terjadi di AS. Meskipun tokoh politik kontroversial mendapat sorotan, CEO teknologi seperti Elon Musk kini menghadapi tantangan citra yang lebih besar, menempatkannya sebagai figur paling tidak populer di mata publik Amerika.