Thailand Siapkan Rp53 T, Siap Bangun Disneyland Asia Tenggara
Uptodai.com - Kabar gembira datang bagi para penggemar Mickey Mouse di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah Thailand dikabarkan sangat serius mewujudkan rencana besar untuk Thailand bangun Disneyland Asia Tenggara yang pertama.
Proyek ambisius ini diharapkan tidak hanya menjadi magnet pariwisata baru, tetapi juga penanda dominasi Negeri Gajah Putih di sektor hiburan regional. Jika terealisasi, Thailand akan mencatatkan sejarah sebagai negara ASEAN pertama yang memiliki taman hiburan ikonik milik The Walt Disney Company.
Thailand Targetkan Peningkatan Wisatawan Internasional
Fokus utama pembangunan diarahkan ke Koridor Ekonomi Timur (EEC), zona pengembangan utama yang terletak di sebelah timur Bangkok. Kawasan ini memang dirancang khusus untuk menarik investasi berskala global dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Thailand.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perhubungan Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, telah berulang kali menegaskan kesiapan negaranya. Ia menyatakan bahwa Thailand siap menarik operator taman hiburan kelas dunia untuk berinvestasi.
Menurut Phiphat, kehadiran taman hiburan berskala besar seperti Disneyland sangat penting. Daya tarik pariwisata utama ini diperlukan untuk membenarkan dan memaksimalkan proyek infrastruktur yang sedang berjalan di kawasan tersebut.
Proyek infrastruktur pendukung meliputi jalur kereta api cepat yang menghubungkan tiga bandara utama Bangkok, serta perluasan Bandara U-Tapao dan Kota Penerbangan Timur di sekitarnya. Pemerintah berharap proyek ini akan menarik lebih banyak pengunjung internasional dan mendorong masa tinggal turis yang lebih lama.
Anggaran Rp53 Triliun untuk Proyek Disneyland Thailand
Nilai proyek pembangunan taman hiburan ini diperkirakan sangat fantastis. Perkiraan keuangan menempatkan nilai proyek tersebut sekitar 100 miliar baht, atau setara dengan Rp 53,3 triliun.
Untuk menampung taman hiburan sebesar Disneyland, dibutuhkan lahan yang sangat luas. Laporan regional menunjukkan kebutuhan lahan berkisar antara 144 hingga 480 hektar, tergantung pada skala dan fasilitas yang akan dibangun.
Berbeda dengan model kepemilikan langsung yang diterapkan di beberapa negara, kabar dari media Thailand mengindikasikan bahwa taman hiburan ini kemungkinan akan beroperasi di bawah model lisensi. Model ini dinilai lebih fleksibel dan cepat untuk diimplementasikan.
Dalam struktur lisensi tersebut, investor lokal Thailand akan membiayai dan mengoperasikan resor secara keseluruhan. Sementara itu, The Walt Disney Company akan melisensikan karakter dan merek dagangnya, serta mengumpulkan royalti yang dihasilkan dari operasional taman hiburan tersebut.
Mengejar Dominasi di Sektor Hiburan Asia
Saat ini, di Benua Asia, taman hiburan Disney hanya dapat ditemukan di tiga lokasi, yaitu Jepang, Hong Kong, dan China Daratan (Shanghai). Kehadiran Disneyland pertama di ASEAN akan memberikan dorongan signifikan bagi sektor pariwisata Thailand dan menempatkannya di peta global sebagai tujuan wisata utama.
Langkah strategis ini menunjukkan ambisi besar pemerintah Thailand untuk memimpin sektor pariwisata regional pasca-pandemi. Mereka berusaha menciptakan daya tarik permanen yang mampu bersaing dengan destinasi wisata unggulan di Asia Timur.
Dengan adanya dukungan infrastruktur yang masif di EEC, termasuk konektivitas bandara yang superior, Thailand optimistis mampu menyambut jutaan wisatawan yang tertarik dengan pesona dunia Disney. Ini menjadi kunci untuk menggerakkan roda ekonomi dan investasi di kawasan tersebut.
Keputusan untuk menggunakan model lisensi juga menunjukkan upaya pemerintah Thailand untuk meminimalkan risiko investasi awal. Model ini memungkinkan mereka memanfaatkan kekuatan merek global Disney sambil tetap mempertahankan kontrol operasional dan kepemilikan aset lokal.