Airlangga Ungkap Komitmen Modal Asing ke RI, Ini Daftar Sektornya
Uptodai.com - Indonesia terus memperkuat daya tariknya sebagai tujuan investasi global yang menjanjikan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa banyak antrean Komitmen Modal Asing ke RI yang siap digelontorkan oleh investor internasional.
Pernyataan optimis ini disampaikannya saat membuka Indonesia Economic Summit (IES) 2026, di tengah para pemimpin bisnis dan pembuat kebijakan. Airlangga menyoroti bahwa Indonesia menawarkan kepastian jangka menengah yang sangat dibutuhkan investor di tengah volatilitas pasar internasional yang tinggi.
Fondasi Kuat Daya Tarik Investasi Global
Daya tarik Indonesia ditopang oleh kombinasi unik dari faktor struktural yang jarang dimiliki negara berkembang. Indonesia memiliki stabilitas makroekonomi yang kuat, sistem demokrasi yang relatif matang, serta basis demografi muda yang sangat produktif.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang konsisten, Indonesia dipandang sebagai negara dengan arah kebijakan yang jelas dan memiliki kapasitas untuk menangkap peluang investasi jangka menengah dan panjang. Fondasi makroekonomi yang stabil dan agenda reformasi yang berkelanjutan menjadi jaminan bagi para pemodal global.
Kemajuan Negosiasi Dagang dan Komitmen Energi Bersih
Airlangga Hartarto turut menyoroti kemajuan signifikan yang telah dicapai pemerintah dalam negosiasi perdagangan internasional. Sebagian besar perjanjian dagang telah diselesaikan, termasuk dengan Kanada, Uni Eropa (UE), dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).
Pemerintah juga tengah berupaya merampungkan perjanjian perdagangan strategis dengan Amerika Serikat, yang diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih besar. Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mengintegrasikan diri ke dalam rantai pasok global.
Selain itu, Indonesia berhasil mengamankan komitmen Just Energy Transition Partnership (JETP) dari negara-negara G20 senilai US$ 21,4 miliar. Sekitar US$ 3,5 miliar dari dana tersebut kini telah dimanfaatkan untuk mempercepat transisi energi bersih dan pembangunan infrastruktur hijau.
Australia juga secara eksplisit menyatakan rencananya untuk berinvestasi besar di sektor-sektor strategis Indonesia. Komitmen bilateral dan multilateral ini memperkuat sinyal positif bagi Komitmen Modal Asing ke RI.
Kolaborasi Regional Membuka Konektivitas Baru
Di tingkat regional, kolaborasi strategis terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di luar Jawa. Airlangga mengungkapkan pihaknya mengajak Sarawak Air Malaysia untuk bekerja sama dalam membuka konektivitas transportasi baru.
Langkah ini bertujuan mendukung pengembangan destinasi pariwisata yang tersebar luas, tidak hanya terpusat di Jakarta dan Bali. Diversifikasi destinasi ini diharapkan dapat memeratakan dampak ekonomi dari sektor pariwisata.
Kerja sama erat juga terjalin dengan Singapura, khususnya dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan program transformasi digital. Airlangga menegaskan bahwa seluruh kemajuan ini menunjukkan adanya banyak modal dalam pipeline yang siap untuk diinvestasikan di Indonesia dalam waktu dekat.
Reformasi Pasar Modal Menjamin Transparansi
Di hadapan para investor IES 2026, Airlangga turut menyampaikan agenda reformasi pasar modal yang baru diluncurkan pemerintah. Reformasi ini berfokus pada empat pilar utama untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Empat pilar tersebut meliputi efisiensi operasional, transparansi data, tata kelola yang baik (good governance), serta penegakan hukum yang kuat. Respons pasar terhadap kebijakan ini terbilang sangat positif.
Airlangga menyebut bahwa pasar modal telah kembali ke zona hijau, menandakan kepercayaan investor yang tinggi terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Stabilitas dan kejelasan regulasi menjadi kunci untuk menarik Investasi Asing di Indonesia.
Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC), Arsjad Rasjid, dalam sambutannya menekankan bahwa IES 2026 merupakan platform strategis. Tujuannya adalah membangun kepercayaan investor di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian berlapis (multiple layers of unknowns).
Arsjad menekankan bahwa tujuan utama IBC adalah memastikan Indonesia tetap atraktif, kompetitif, dan produktif. Fokus strategis mereka tertuju pada tiga pilar utama: Kepastian (Certainty), Kapasitas (Competitiveness), dan Keberlanjutan (Sustainability), yang menjadi jaminan bagi iklim investasi yang sehat.