Purbaya: RI Produsen Timah Terbesar, Tapi Harga Dikendalikan Singapura
Uptodai.com - Pernyataan mengejutkan datang dari Wakil Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebut RI produsen timah terbesar di dunia, namun ironisnya tidak memiliki kendali atas harga komoditas vital tersebut. Situasi ini dinilai sangat aneh mengingat dominasi Indonesia dalam rantai pasok global.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Purbaya secara terbuka menuding negara tetangga, Singapura, sebagai pihak yang mengatur fluktuasi harga timah. Kondisi ini mencerminkan kelemahan struktural yang sudah berlangsung lama dalam tata kelola sumber daya alam di Tanah Air.
Anomali Harga: Indonesia Mayoritas, Singapura Pengendali
“Timah kita produsen terbesar dunia, tapi yang mengendalikan harga bukan kita, kalau tidak salah Singapura,” tegas Purbaya di hadapan anggota dewan pada Rabu (4/2/2026). Ia menekankan bahwa ini adalah anomali yang harus segera diatasi oleh pemerintah.
Purbaya menduga bahwa kendali harga yang dipegang negara tetangga disebabkan oleh praktik perdagangan ilegal dan minimnya kemampuan Indonesia dalam memproses dan memasarkan timah secara mandiri. Singapura, yang dikenal sebagai pusat perdagangan komoditas, mampu memanfaatkan celah tersebut.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah bergerak cepat. Saat ini, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan dan Pertambangan (Satgas PKH) sedang melakukan pembersihan besar-besaran di sektor pertambangan timah. Upaya ini bertujuan memutus rantai ilegal yang selama ini membuat Indonesia kehilangan daya tawar di pasar internasional.
Kekayaan Sumber Daya yang Tak Berdaya
Kritik Purbaya menjadi semakin tajam jika melihat betapa melimpahnya kekayaan timah yang dimiliki Indonesia. Data dari Neraca Sumber Daya dan Cadangan Mineral dan Batu Bara Nasional Tahun 2025 memperlihatkan potensi yang luar biasa.
Tercatat hingga akhir tahun 2024, total cadangan bijih timah di Indonesia mencapai angka fantastis, yakni 6,43 miliar ton. Sementara itu, total cadangan logam timah yang siap diolah mencapai 1,43 juta ton.
Potensi Sumber Daya yang Belum Tersentuh
Tidak hanya cadangan yang sudah teridentifikasi, sumber daya timah di dalam negeri juga masih sangat melimpah. Total sumber daya bijih timah di Indonesia diperkirakan mencapai 8,27 miliar ton.
Dari jumlah tersebut, total sumber daya logam timah yang belum dieksplorasi secara maksimal mencapai 2,53 juta ton. Potensi besar ini seharusnya menjadi modal utama bagi Indonesia untuk mendikte harga di pasar global, bukan sekadar menjadi penonton.
Fenomena Serupa pada CPO dan Kritik Keras
Purbaya menambahkan bahwa fenomena serupa tidak hanya terjadi pada timah, tetapi juga pada komoditas unggulan lain seperti minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Indonesia, sebagai produsen mayoritas, seharusnya mampu menjadi penentu harga.
“Tapi selama ini dengan barang yang mayoritas dunia, kita selalu tak bisa mengendalikan harga pasar,” kritik Purbaya tajam. Ia menyimpulkan bahwa kegagalan struktural ini terjadi karena dua kemungkinan yang sangat merugikan negara.
Purbaya menyayangkan kondisi tersebut dan secara implisit menuding adanya permainan curang. “Karena kita bodoh atau sebagian orang dibayar,” ungkapnya, mengisyaratkan perlunya audit total terhadap tata niaga komoditas strategis nasional.