Aturan Head to Head Dikritik, Thom Haye Beri Balasan Menohok
Uptodai.com - Penerapan aturan head to head dalam penentuan juara kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia memicu perdebatan panas antara kubu Persib Bandung dan Borneo FC. Gelandang andalan Persib, Thom Haye, langsung pasang badan membela regulasi tersebut setelah pelatih lawan melayangkan kritik keras. Pemain timnas Indonesia itu menilai aturan ini sangat krusial untuk menentukan tim mana yang benar-benar layak menyandang gelar terbaik.
Perseteruan opini ini memuncak setelah berakhirnya pekan pamungkas Super League 2025-2026 yang berjalan sangat dramatis. Persib Bandung sukses mengunci gelar juara setelah mengumpulkan poin yang sama dengan Borneo FC di klasemen akhir. Meskipun tim lawan memiliki produktivitas gol yang luar biasa, keunggulan pertemuan langsung membuat trofi tetap terbang ke Bandung.
Protes Keras Fabio Lefundes Soal Kegagalan Borneo FC
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, sebelumnya secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap regulasi head-to-head yang berlaku. Juru taktik asal Brasil tersebut merasa anak asuhnya lebih layak menjadi juara jika melihat statistik performa sepanjang musim. Kemenangan telak 7-1 atas Malut United di laga terakhir mempertegas dominasi selisih gol milik Pesut Etam.
Secara matematis, Borneo FC memang unggul jauh dengan selisih gol +43, sementara Persib Bandung hanya mencatatkan selisih gol +37. Lefundes menyebut sangat disayangkan gelar juara harus melayang hanya karena kalah dalam rekor pertemuan langsung. Ia mengklaim bahwa secara data dan kualitas permainan, Borneo FC berada di atas tim mana pun musim ini.
Respons Thom Haye Terkait Aturan Head to Head
Mendengar keluhan tersebut, Thom Haye tidak tinggal diam dan memberikan tanggapan berkelas melalui media sosial pribadinya. Melalui unggahan di akun Instagram miliknya, ia menegaskan pentingnya aturan head to head untuk menyaring juara sejati. Haye menyindir bahwa aturan ini sengaja dirancang agar hasil akhir kompetisi tidak ditentukan oleh laga-laga penutup yang berpotensi memunculkan skor tidak wajar.
Pernyataan gelandang cerdas ini seolah menyentil kemenangan besar Borneo FC di pekan terakhir yang tidak lagi berpengaruh pada gelar juara. Bagi Haye, konsistensi saat menghadapi rival langsung di lapangan jauh lebih bernilai daripada sekadar pesta gol di akhir musim. Pandangan ini pun langsung mendapat dukungan luas dari para pendukung Maung Bandung yang merayakan keberhasilan Persib juara Super League.
Sejarah Regulasi dan Langkah Kedua Tim ke Kompetisi Asia
Sistem penentuan juara melalui rekor pertemuan langsung sebenarnya bukan hal baru dalam sepak bola Indonesia. PSSI dan operator liga telah menerapkan skema ini sejak beberapa musim lalu demi meningkatkan sportivitas. Kasus serupa bahkan pernah terjadi pada Liga 1 2017 saat Bhayangkara FC keluar sebagai kampiun mengungguli Bali United lewat jalur yang sama.
Kini, setelah kompetisi domestik berakhir, kedua tim harus segera mengalihkan fokus mereka ke level internasional. Sebagai kampiun liga, Persib Bandung berhak tampil di babak playoff AFC Champions League 2 2026-2027. Sementara itu, Borneo FC yang harus puas menjadi runner-up akan langsung berlaga di fase grup AFC Challenge League 2026-2027.
Pertarungan di kancah Asia ini menjadi pembuktian sesungguhnya bagi kedua klub terbaik tanah air tersebut. Baik Persib maupun Borneo FC kini memikul tanggung jawab besar untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Publik sepak bola nasional tentu berharap rivalitas domestik ini bertransformasi menjadi prestasi yang membanggakan di Asia.