Barcelona Kalah Telak dari Atletico Madrid, VAR Picu Amarah Cules
Uptodai.com - Barcelona kalah telak dari Atletico Madrid dengan skor memalukan 0-4 pada laga leg pertama semifinal Copa del Rey di Riyadh Air Metropolitano. Hasil ini tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi skuad asuhan Hansi Flick, tetapi juga memicu gelombang protes keras dari para pendukung setia Blaugrana di seluruh dunia.
Malam yang seharusnya menjadi panggung pembuktian bagi raksasa Catalan justru berubah menjadi mimpi buruk yang tak terbayangkan. Pasukan Hansi Flick tampak kehilangan arah sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit Jose Maria Sanchez Martinez. Tuan rumah tampil begitu dominan dan sangat efektif dalam memanfaatkan setiap celah di lini pertahanan tim tamu yang rapuh.
Petaka bagi Barcelona dimulai sangat dini, tepatnya pada menit keenam pertandingan yang baru saja berjalan. Kesalahan komunikasi yang fatal antara Eric Garcia dan kiper Joan Garcia berujung pada gol bunuh diri yang sangat menyakitkan. Upaya bek muda Pau Cubarsi untuk menyapu bola di garis gawang pun berakhir sia-sia karena si kulit bundar sudah lebih dulu melewati garis.
Hanya berselang delapan menit, gawang Barcelona kembali jebol melalui aksi brilian mantan pemain mereka, Antoine Griezmann. Pemain asal Prancis tersebut melepaskan sepakan kaki kiri akurat setelah menerima umpan terobosan matang dari Nahuel Molina. Skor 2-0 membuat mental bertanding para pemain Blaugrana terlihat semakin merosot tajam di hadapan publik lawan.
Penderitaan tim tamu semakin bertambah saat Ademola Lookman mencetak gol ketiga Atletico pada menit ke-33. Memanfaatkan umpan silang dari Julian Alvarez, Lookman melepaskan tembakan first time keras yang merobek jala gawang Joan Garcia untuk ketiga kalinya. Sebelum turun minum, Julian Alvarez ikut mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan telak 4-0.
Kontroversi VAR dan Gol Pau Cubarsi yang Dianulir
Memasuki babak kedua, Barcelona sebenarnya mencoba bangkit dan memberikan perlawanan yang lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan. Harapan untuk memperkecil skor sempat muncul ketika Pau Cubarsi berhasil menggetarkan jala Atletico pada menit ke-51 melalui situasi kemelut. Namun, kegembiraan para pemain Barcelona tidak bertahan lama setelah wasit memutuskan untuk meninjau ulang proses gol melalui VAR.
Setelah proses peninjauan yang memakan waktu cukup lama, wasit akhirnya secara resmi menganulir gol tersebut. Robert Lewandowski dianggap sudah berada dalam posisi offside sebelum kemelut di depan gawang tuan rumah terjadi. Keputusan ini langsung memicu protes keras dari bangku cadangan Barcelona dan memanaskan suasana di dalam stadion.
Para pemain Barcelona merasa bahwa keputusan tersebut sangat tidak adil dan merugikan momentum kebangkitan mereka. Hansi Flick bahkan terlihat melakukan protes keras di pinggir lapangan kepada ofisial keempat pertandingan. Ketegangan ini membuat permainan menjadi lebih kasar dengan banyaknya pelanggaran yang terjadi di sisa waktu babak kedua.
Amarah Cules Terhadap Kepemimpinan Wasit Jose Maria
Para pendukung Barcelona, yang akrab disapa Cules, meluapkan kemarahan mereka melalui berbagai platform media sosial setelah laga usai. Akun media sosial populer seperti BarçaTimes bahkan secara terbuka menyebut kepemimpinan wasit sangat tidak kompeten dan cenderung memihak. Mereka mempertanyakan mengapa VAR hanya digunakan untuk merugikan Barcelona, sementara pelanggaran keras pemain Atletico sering kali diabaikan.
Banyak pihak menilai bahwa inkonsistensi penggunaan teknologi VAR telah merusak integritas pertandingan besar di semifinal Copa del Rey ini. Kritik pedas terus mengalir deras kepada Jose Maria Sanchez Martinez yang dianggap tidak tegas dalam memimpin jalannya laga. Situasi ini membuat tensi antara kedua klub tetap panas bahkan setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Kekalahan telak ini membuat langkah Barcelona untuk melaju ke babak final menjadi misi yang hampir mustahil untuk diwujudkan. Mereka wajib menang dengan selisih minimal lima gol pada leg kedua jika ingin membalikkan keadaan di hadapan pendukung sendiri. Hansi Flick kini memiliki tugas yang sangat berat untuk memulihkan mentalitas anak asuhnya sebelum laga penentuan tersebut digelar di kandang mereka.