Bojan Hodak Komentari Selebrasi Beckham Putra: Untung Tak Ada Jakmania
Uptodai.com - Kemenangan penting Persib Bandung atas rival abadi mereka, Persija Jakarta, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menyisakan cerita menarik, terutama terkait aksi selebrasi yang dilakukan oleh gelandang andalan, Beckham Putra. Gol semata wayang yang dicetak Beckham menjadi penentu tiga poin krusial bagi Maung Bandung.
Menanggapi momen tersebut, Komentar Bojan Hodak Beckham Putra menjadi sorotan lantaran ia menyinggung potensi provokasi yang mungkin terjadi. Pelatih asal Kroasia itu mengaku sedikit lega melihat situasi yang kondusif di stadion, mengingat riwayat selebrasi serupa yang pernah berujung sanksi berat.
Bojan Hodak Lega, Selebrasi Beckham Lolos dari Provokasi
Bojan Hodak secara terbuka mengakui bahwa aksi selebrasi ‘kedinginan’ yang dilakukan Beckham Putra setelah menjebol gawang Persija memiliki potensi untuk memicu kontroversi. Namun, ia bersyukur bahwa pada laga yang digelar Minggu, 1 Januari 2026, tersebut, atmosfer di GBLA sangat aman.
“Beruntung hari ini tidak ada fans Persija di sini, sehingga dia tidak memprovokasi siapapun,” ujar Bojan Hodak seusai pertandingan, menanggapi aksi Selebrasi Beckham Putra Persija yang menjadi ciri khas sang pemain.
Kondisi stadion yang hanya diisi oleh pendukung Persib (Bobotoh) membuat Hodak bisa memaklumi luapan emosi pemainnya. Menurutnya, sepak bola adalah olahraga yang sangat emosional, dan meluapkan kegembiraan setelah mencetak gol di laga sepenting derbi adalah hal yang wajar.
“Sebelum pertandingan, saya bicara kepada mereka untuk mengontrol emosinya. Tetapi ketika mereka bermain seratus persen dan mencetak gol di pertandingan seperti ini, tentu saja emosi itu akan meluap,” tambah juru taktik yang dikenal disiplin tersebut.
Kontroversi dan Sanksi Berat Musim Lalu
Aksi Beckham Putra Lawan Persija kali ini mengingatkan kembali pada insiden musim sebelumnya. Pada saat itu, selebrasi ‘kedinginan’ yang sama sempat dianggap sebagai bentuk provokasi terhadap pihak lawan dan berujung pada sanksi tegas dari komite disiplin.
Federasi menjatuhkan sanksi larangan bertanding dan denda sebesar Rp75 juta kepada Beckham atas tindakan tersebut. Pengalaman pahit inilah yang membuat Bojan Hodak lebih berhati-hati dan lega ketika melihat kondisi GBLA yang steril dari suporter tim tamu.
Bagi Beckham sendiri, gol tersebut bukan hanya penting untuk posisi Persib di puncak klasemen sementara Liga 1, tetapi juga mengukuhkan selebrasi ‘kedinginan’ sebagai merek dagang pribadinya. Ia merasa aksi tersebut ikonik, apalagi dilakukan saat menghadapi rival bebuyutan.
Menjaga Emosi di Tengah Panasnya Derbi
Meskipun memaklumi ledakan emosi anak asuhnya, Hodak tetap menekankan pentingnya kontrol diri. Ia menyadari bahwa derbi selalu memunculkan tensi tinggi, yang bisa berujung pada kartu kuning atau bahkan kartu merah, seperti yang kerap terjadi di laga-laga besar lainnya.
Kemenangan 1-0 ini tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga memberikan pesan kuat mengenai mentalitas para pemain Persib di bawah asuhan Hodak. Mereka mampu bermain dengan intensitas tinggi, namun tetap menjaga fokus utama mereka, yaitu meraih kemenangan tanpa harus terjerat masalah disiplin yang merugikan tim di laga selanjutnya.
Persib kini semakin kokoh di puncak klasemen, dan kemenangan atas Persija ini menjadi modal berharga untuk menghadapi sisa kompetisi. Bojan Hodak berharap, semangat dan emosi positif ini dapat terus dijaga oleh Beckham Putra dan rekan-rekannya.