Uptodai.com - Potensi terbentuknya duet Jay Idzes dan Pascal Struijk di lini belakang Skuad Garuda kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola tanah air. Kabar ini mencuat seiring dengan performa impresif Struijk yang kini menyandang status sebagai salah satu pemain kunci di kompetisi kasta kedua Liga Inggris bersama Leeds United. Jika proses naturalisasi atau pemanggilan ini terwujud, lini pertahanan Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu yang terkuat di level Asia.

Media Inggris, Football Fancast, baru-baru ini menyoroti rekam jejak Pascal Struijk sebagai salah satu investasi terbaik dalam sejarah Leeds United. Pemain bertinggi badan 190 cm ini bergabung dengan klub berjuluk The Whites tersebut secara cuma-cuma dari akademi Ajax Amsterdam pada musim panas 2018. Langkah manajemen Leeds mendatangkan Struijk terbukti menjadi keputusan jenius yang memberikan keuntungan besar bagi stabilitas tim di lini belakang.

Transformasi Pascal Struijk Menjadi Tembok Kokoh Leeds United

Perjalanan karier Struijk di Elland Road tidak langsung berjalan mulus karena ia harus merangkak dari tim junior terlebih dahulu. Ia hanya mencatatkan lima penampilan pada musim saat Leeds United berhasil promosi ke Premier League di bawah asuhan Marcelo Bielsa. Namun, perlahan tapi pasti, pemain keturunan Indonesia ini bertransformasi menjadi pilar utama yang sulit tergantikan di jantung pertahanan.

Meskipun Leeds United sempat mengalami pahitnya degradasi, loyalitas Struijk tetap tidak tergoyahkan untuk terus membela klub asal Yorkshire tersebut. Ia bahkan sering dipercaya mengenakan ban kapten, sebuah bukti nyata bahwa ia memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat dibutuhkan di lapangan. Hingga saat ini, Struijk telah membukukan total 184 penampilan dan membantu klub meraih promosi dalam dua kesempatan berbeda.

Kematangan bermain Struijk terlihat jelas pada musim kompetisi kali ini di bawah arahan manajer Daniel Farke. Pelatih asal Jerman tersebut menerapkan formasi tiga bek yang sangat cocok dengan karakteristik permainan Struijk yang tenang dan lugas. Skema ini memiliki kemiripan dengan pola permainan yang sering diterapkan oleh pelatih Timnas Indonesia, sehingga proses adaptasinya diprediksi tidak akan memakan waktu lama.

Nilai Pasar Fantastis dan Kualitas Kelas Dunia

Konsistensi performa yang ditunjukkan Struijk berbanding lurus dengan lonjakan nilai pasarnya di bursa transfer internasional. Berdasarkan data terbaru dari Transfermarkt, nilai pasar pemain berusia 25 tahun ini telah menyentuh angka 17 juta Poundsterling atau setara dengan ratusan miliar Rupiah. Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu pemain dengan nilai tertinggi di skuad Leeds United saat ini.

Kualitas Struijk bahkan disebut-sebut melampaui beberapa striker ternama di Liga Inggris, termasuk Dominic Calvert-Lewin yang memiliki nilai pasar lebih rendah. Keunggulan Struijk terletak pada kemampuannya membaca arah serangan lawan serta akurasi operan yang sangat baik untuk memulai serangan dari bawah. Atribut inilah yang membuat banyak pihak memimpikan kehadirannya untuk berduet dengan Jay Idzes di level internasional.

Nama John Herdman juga mulai dikaitkan dengan proyek ambisius untuk memperkuat komposisi pemain keturunan di Timnas Indonesia. Dengan pengalaman internasional yang mumpuni, kehadiran sosok pelatih atau konsultan seperti Herdman diharapkan bisa memuluskan langkah pemain berkualitas seperti Struijk untuk berseragam Merah Putih. Sinergi antara pemain berpengalaman di Eropa dan visi bermain yang modern akan menjadi modal berharga bagi kemajuan sepak bola nasional.

Membangun Benteng Pertahanan Modern Bersama Jay Idzes

Jika duet Jay Idzes dan Pascal Struijk benar-benar terealisasi, Timnas Indonesia akan memiliki dua bek tengah yang sama-sama berkompetisi di level tertinggi Eropa. Jay Idzes yang kini merumput di Serie A bersama Venezia telah membuktikan kapasitasnya sebagai jenderal lapangan tengah yang disiplin. Kombinasi antara ketenangan Idzes dan ketangguhan fisik Struijk akan menjadi mimpi buruk bagi penyerang lawan mana pun di kancah Asia.

Kehadiran Struijk juga akan memberikan opsi taktikal yang lebih luas bagi tim pelatih dalam menghadapi lawan dengan gaya bermain berbeda. Pengalamannya menghadapi striker-striker cepat di Liga Inggris akan sangat berguna saat Indonesia bersua tim-tim raksasa seperti Jepang atau Korea Selatan. Publik kini hanya bisa menunggu langkah nyata dari PSSI untuk mewujudkan skenario pertahanan impian tersebut demi prestasi yang lebih tinggi.

Lini belakang yang solid merupakan fondasi utama bagi sebuah tim yang ingin berbicara banyak di turnamen internasional jangka panjang. Dengan materi pemain yang semakin berkualitas, harapan untuk melihat Indonesia tampil di panggung Piala Dunia bukan lagi sekadar mimpi belaka. Dukungan penuh dari suporter dan manajemen tim yang profesional akan menjadi kunci utama dalam mengawal transisi menuju era keemasan sepak bola Indonesia.