Jay Idzes di Liga Italia Kena Kritik Tajam Usai Blunder Penalti
Uptodai.com - Jay Idzes di Liga Italia kembali menjadi bahan perbincangan hangat setelah tampil membela US Sassuolo pada pekan ke-31 Serie A musim 2025/2026. Meski timnya berhasil memetik kemenangan penting, bek andalan Timnas Indonesia ini justru mendapatkan sorotan negatif dari media lokal setempat.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Mapei pada Sabtu (4/4/2026) tersebut mempertemukan Sassuolo dengan Cagliari Calcio. Tim tuan rumah sebenarnya sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Sebastiano Esposito pada menit ke-30 sebelum akhirnya bangkit secara heroik di babak kedua.
Sassuolo memastikan tiga poin penuh melalui gol balasan dari Ulisses Garcia pada menit ke-50 dan Andrea Pinamonti di menit ke-78. Hasil positif ini membawa klub berjuluk I Neroverdi tersebut merangkak naik ke papan tengah klasemen dengan koleksi 42 poin dari 31 pertandingan.
Statistik Impresif Jay Idzes yang Ternoda
Sepanjang laga, Jay Idzes sebenarnya menunjukkan performa yang cukup stabil dan disiplin di jantung pertahanan. Pelatih Sassuolo kembali memberikan kepercayaan penuh kepada kapten Timnas Indonesia tersebut untuk bermain selama 90 menit penuh berduet dengan Filippo Romagna.
Data dari FotMob mencatat bahwa Idzes melakukan 64 sentuhan bola dengan tingkat akurasi umpan yang sangat tinggi, mencapai 95 persen. Ia sukses melepaskan 54 umpan akurat dari 57 percobaan, sebuah angka yang menunjukkan ketenangannya dalam membangun serangan dari lini belakang.
Selain aspek distribusi bola, Idzes juga berkontribusi dalam bertahan dengan mencatatkan dua tekel sukses, empat sapuan, serta memenangkan mayoritas duel fisik. Secara statistik global, ia mendapatkan rating 6,8 yang sebenarnya menggambarkan kontribusi solid bagi kemenangan timnya.
Sorotan Tajam Media Lokal Sassuolo News
Namun, penilaian berbeda justru datang dari media lokal Sassuolo News yang memberikan rating 5 kepada pemain berusia 25 tahun tersebut. Angka ini merupakan salah satu yang terendah di skuad Sassuolo dalam laga melawan Cagliari semalam.
Penyebab utama rendahnya nilai tersebut adalah insiden pelanggaran handball di dalam kotak terlarang yang berujung pada hadiah penalti bagi lawan. Idzes dianggap melakukan kesalahan fatal saat berduel fisik dengan Sebastiano Esposito yang membuatnya kehilangan keseimbangan.
Bola mengenai tangan Idzes dalam posisi yang tidak ideal, sehingga wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Media tersebut melontarkan kritik pedas dengan menyebut bahwa Idzes seolah belum belajar dari kesalahan serupa yang pernah ia lakukan sebelumnya.
Blunder Berulang Melawan Tim Besar
Kritik yang diterima Jay Idzes di Liga Italia kali ini terasa lebih menyakitkan karena ini merupakan penalti kedua yang ia sebabkan musim ini. Sebelumnya, Idzes juga melakukan pelanggaran serupa saat berduel dengan penyerang Juventus, Dusan Vlahovic, yang juga merugikan timnya.
“Mereka harus menjelaskan kepada Idzes bahwa ini adalah penalti kedua karena pelanggaran lengan, setelah kejadian melawan Juve,” tulis Sassuolo News dalam ulasannya. Media tersebut bahkan menggunakan nada sarkasme mengenai kemampuan adaptasi sang bek di kompetisi kasta tertinggi Italia.
Kritik ini menjadi alarm bagi Idzes untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan posisi tangan saat melakukan duel fisik di area sensitif. Pasalnya, intensitas permainan di Serie A yang sangat taktis menuntut konsentrasi penuh dari setiap pemain bertahan selama pertandingan berlangsung.
Proses Adaptasi dan Masa Depan di Serie A
Meski mendapatkan kritik tajam, perjalanan Jay Idzes musim ini sebenarnya masih tergolong luar biasa bagi seorang debutan. Ia telah mencatatkan 30 penampilan di Serie A, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa ia adalah pilar utama dalam skema pertahanan Sassuolo.
Kepercayaan pelatih yang terus memainkannya secara reguler menunjukkan bahwa kualitas Idzes tetap diakui di level tertinggi sepak bola Eropa. Kesalahan individu seperti handball memang menjadi bagian dari proses belajar bagi setiap pemain yang baru merumput di liga seketat Italia.
Dukungan dari suporter Indonesia terus mengalir agar Idzes tetap tegar dan memperbaiki performanya di sisa musim ini. Sebagai salah satu representasi terbaik sepak bola Asia Tenggara, setiap langkah Jay Idzes akan selalu menjadi perhatian besar, baik bagi publik tanah air maupun pengamat sepak bola internasional.