Terungkap! Alasan Joey Suk Batal Naturalisasi Timnas Indonesia
Uptodai.com - Nama Joey Suk batal naturalisasi Timnas Indonesia pada medio 2011 sempat menjadi sorotan besar di kalangan penggemar sepak bola Tanah Air. Kala itu, gelombang naturalisasi sedang gencar dilakukan PSSI, dengan nama-nama seperti Diego Michiels dan Ruben Wuarbanaran menjadi pionir bersama Joey Suk.
Namun, saat proses pengambilan sumpah Warga Negara Indonesia (WNI) sudah di depan mata, Joey Suk tiba-tiba menghilang. Keputusan mendadak tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Selama bertahun-tahun, misteri di balik mundurnya pemain kelahiran Deventer, Belanda, ini tersimpan rapat, hingga akhirnya ia buka suara mengenai alasan sebenarnya.
Alasan Joey Suk Mundur dari Proses Sumpah WNI
Misteri mengenai mengapa Joey Suk urung jadi WNI akhirnya terungkap melalui sebuah wawancara yang ia lakukan beberapa waktu lalu. Pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini membeberkan bahwa ada persyaratan krusial dari federasi yang saat itu sulit ia penuhi.
Joey Suk mengklaim bahwa pihak yang berwenang kala itu mewajibkan dirinya untuk tinggal dan berkarier di Liga Indonesia jika ingin mengenakan seragam Merah Putih. Syarat ini menjadi batu sandungan yang sangat besar bagi pemain yang kala itu masih berusia awal 20-an.
“Mereka mengatakan Anda harus tinggal di Indonesia, jika ingin membela Timnas Indonesia dan bermain untuk klub Indonesia,” ujar Joey Suk, menceritakan kembali momen tersebut. “Saat itu, saya masih memiliki hasrat yang kuat untuk tetap bermain di Eropa, sekaligus membela Timnas (Indonesia) juga.”
Dilema Karier di Usia Muda
Bagi Joey Suk, meninggalkan Benua Biru saat kariernya baru menanjak dirasa terlalu prematur. Ia merasa bahwa keputusan untuk pindah dan berkomitmen penuh pada kompetisi domestik Indonesia bukanlah langkah yang tepat untuk perkembangan profesionalnya saat itu.
Ia menambahkan, “Entah mengapa, tapi itu tidak bisa. Saat itu saya merasa terlalu muda untuk bermain di klub Indonesia. Bagi saya, keputusan itu bukan sepenuhnya berada di tangan saya.”
Meskipun memiliki keinginan besar untuk membela tanah leluhurnya, Joey Suk terpaksa mengorbankan impian tersebut demi mempertahankan kariernya di Eropa. Kondisi federasi sepak bola Indonesia pada masa itu juga dikenal penuh gejolak dan dualisme, yang mungkin turut memengaruhi kebijakan naturalisasi yang diterapkan.
Perjalanan Karier Joey Suk Setelah Gagal Berseragam Garuda
Setelah gagal total dalam proses naturalisasi pada 2011, Joey Suk tetap melanjutkan petualangan sepak bolanya di Eropa. Ia sempat bermain untuk sejumlah klub di Belanda, seperti Go Ahead Eagles, sebelum kemudian merambah Belgia bersama Beerschot AC dan kembali ke Belanda bersama NAC Breda.
Masa keemasan karier Joey Suk justru terjadi di Liga Kroasia. Ia bergabung dengan HNK Gorica dan menjadi salah satu pemain kunci di sana. Selama lima tahun masa baktinya, ia sukses mencatatkan lebih dari 100 penampilan di berbagai kompetisi, sebuah pencapaian yang membuatnya mendapatkan penghargaan khusus dari klub.
Namun, seperti roda yang terus berputar, karier pemain berdarah Indonesia ini mulai meredup dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sempat mencoba peruntungan di Liga Siprus bersama Karmiotissa pada musim 2023-2024, Joey Suk kini berstatus tanpa klub.
Pemain yang kini telah berusia 36 tahun tersebut menganggur sejak 13 Februari 2024. Meskipun demikian, kisahnya tetap menjadi pengingat unik dalam sejarah naturalisasi Timnas Indonesia, di mana hasrat membela negara harus berbenturan dengan tuntutan karier profesional di Eropa.