Uptodai.com - Juventus gagal menang lawan Lazio dalam lanjutan kompetisi Serie A yang berlangsung penuh drama di Stadion Allianz. Si Nyonya Tua harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang dengan skor 2-2 lewat perjuangan yang sangat melelahkan.

Hasil ini terasa sangat menyakitkan bagi skuad asuhan Thiago Motta karena mereka sebenarnya sempat mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal. Namun, ketidaksiapan lini belakang membuat Lazio mampu mencuri keunggulan lebih dulu melalui skema serangan balik yang sangat efektif.

Lazio mengejutkan publik tuan rumah lewat aksi Pedro Rodriguez dan Gustav Isaksen yang membuat tim tamu sempat unggul dua gol tanpa balas. Juventus baru bisa merespons melalui gol Weston McKennie sebelum akhirnya Pierre Kalulu menyelamatkan wajah Juve di masa injury time.

Kekecewaan Teun Koopmeiners dan Gol yang Dianulir

Teun Koopmeiners menjadi sosok yang paling vokal menyuarakan kekecewaannya setelah peluit panjang berbunyi di markas Juventus. Gelandang asal Belanda tersebut sebenarnya sempat menggetarkan jala gawang Lazio melalui sebuah sepakan keras yang sangat akurat.

Sayangnya, wasit memutuskan untuk menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menunjukkan Khephren Thuram berada dalam posisi offside. Kejadian ini dianggap sebagai titik balik yang menghambat momentum kebangkitan Juventus untuk meraih poin penuh di kandang sendiri.

Koopmeiners mengaku sangat menyesali momen tersebut karena ia tidak menyadari posisi rekannya yang terjebak offside saat bola dilepaskan. Ia merasa timnya kehilangan momentum emas untuk membalikkan keadaan lebih cepat sebelum pertandingan memasuki menit-menit krusial.

Masalah Komunikasi di Lini Pertahanan Juventus

Selain mengomentari golnya yang dianulir, Koopmeiners juga menyoroti kelemahan mencolok pada organisasi pertahanan timnya. Ia menilai Juventus terlalu bernafsu untuk menyerang hingga melupakan kedisiplinan di sektor belakang yang akhirnya berbuah petaka.

“Kami agak marah karena punya banyak kesempatan, namun ada sesuatu yang hilang pada operan terakhir dan penyelesaian akhir,” ujar Koopmeiners. Ia menegaskan bahwa menciptakan banyak peluang tidak akan berarti apa-apa jika pertahanan tim sangat rapuh saat menghadapi serangan balik.

Gelandang kreatif ini juga menyinggung masalah komunikasi antar pemain yang dianggapnya masih belum berjalan dengan maksimal selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, transisi dari menyerang ke bertahan harus segera diperbaiki agar Juventus tidak terus-menerus kehilangan poin penting.

Saat ini, Juventus masih tertahan di peringkat keempat klasemen sementara Serie A dengan koleksi 46 poin dari total 24 laga. Posisi mereka kini terancam oleh AS Roma yang berpotensi menyamai raihan poin jika mampu memenangkan laga kontra Cagliari.