Mauricio Souza Kritik Keras Keputusan Wasit FIFA Persija vs Persib
Uptodai.com - Keputusan wasit FIFA di laga Persija vs Persib menjadi sorotan tajam setelah pelatih Macan Kemayoran, Mauricio Souza, meluapkan kekecewaannya secara terbuka. Persija Jakarta harus menerima kenyataan pahit setelah terkena comeback dramatis oleh rival abadinya dalam duel bertajuk El Clasico Indonesia tersebut. Pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi ini digelar di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026).
Kekalahan dengan skor 1-2 ini terasa semakin menyesakkan karena Persija Jakarta bertindak sebagai tuan rumah meski harus bermain di luar Jakarta. Namun, alih-alih menyalahkan faktor lapangan atau status kandang rasa tandang, Souza justru menuding kepemimpinan wasit sebagai biang kerok kerugian timnya. Ia merasa banyak keputusan di lapangan yang tidak berpihak pada keadilan olahraga.
Kritik Pedas Mauricio Souza Terhadap Firdavs Norsafarov
Mauricio Souza menilai wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov, gagal menjalankan tugasnya dengan adil dan tegas sepanjang pertandingan. Menurutnya, intensitas tinggi dalam duel klasik tersebut seharusnya diimbangi dengan pengambilan keputusan yang akurat dari sang pengadil berlisensi FIFA tersebut. Ia menyayangkan sikap wasit yang sangat jarang menghentikan pertandingan saat terjadi pelanggaran yang cukup keras.
“Kepemimpinan wasit sangat mengerikan dan kami benar-benar tidak puas dengan apa yang terjadi di lapangan hari ini,” ujar Mauricio Souza dengan nada kecewa usai laga. Ia secara spesifik menyoroti insiden yang menimpa pemain mudanya, Rayhan Hannan, yang dianggapnya sebagai pelanggaran fatal yang terabaikan. Souza melihat wasit cenderung membiarkan arus permainan tetap berjalan meski ada pemain yang kesakitan.
Insiden Rayhan Hannan dan Absennya Intervensi VAR
Salah satu momen yang paling dipermasalahkan oleh pelatih asal Brasil ini adalah ketika pemain Persib Bandung, Luciano Guaycochea, melakukan tindakan fisik terhadap Rayhan Hannan. Souza berpendapat bahwa tindakan tersebut seharusnya berbuah kartu merah langsung tanpa perlu perdebatan panjang di pinggir lapangan. Ia juga mempertanyakan fungsi teknologi VAR yang seolah tidak memberikan intervensi pada momen krusial tersebut.
“Insiden saat Hanan dipukul itu seharusnya kartu merah langsung, bahkan wasit tidak perlu melihat VAR sekalipun untuk memutuskannya,” tegas Souza. Namun, kenyataannya wasit justru membiarkan kejadian tersebut berlalu tanpa sanksi yang setimpal bagi pemain lawan. Hal inilah yang menurutnya merusak ritme permainan Persija yang sedang berusaha mempertahankan keunggulan.
Selain insiden pemukulan, Souza juga membeberkan rentetan pelanggaran lain yang dialami Hannan di area pertahanan Persib Bandung. Pemain muda berbakat tersebut sempat ditarik dan diinjak tepat di depan kotak penalti lawan dalam posisi yang sangat menguntungkan. Sayangnya, peluit wasit tetap tidak berbunyi untuk memberikan tendangan bebas bagi Macan Kemayoran.
Ketimpangan Pemberian Kartu Kuning di Babak Pertama
Mauricio Souza juga menyoroti adanya standar ganda dalam pemberian kartu kuning sepanjang babak pertama berlangsung. Wasit Firdavs Norsafarov tercatat memberikan kartu kuning kepada dua penggawa Persija, yakni Allaeddine Ajaraie dan Allano Souza. Di sisi lain, tidak ada satu pun pemain Persib yang menerima peringatan serupa meski melakukan pelanggaran dengan intensitas yang sama.
“Hari ini sekali lagi kami merasa dirugikan oleh keputusan yang tidak konsisten dari pengadil lapangan,” tambah Souza. Ia merasa timnya selalu berada dalam posisi sulit akibat keputusan-keputusan yang merugikan sepanjang kompetisi musim ini berjalan. Souza menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja wasit, terutama mereka yang memegang lisensi FIFA.
Evaluasi Internal Persija Jakarta Tetap Menjadi Catatan
Meskipun melayangkan protes keras terhadap wasit, Mauricio Souza tetap bersikap sportif dengan mengakui adanya kesalahan dari sisi teknis permainan timnya. Ia menyadari bahwa kekalahan ini juga dipicu oleh kelengahan lini pertahanan Persija dalam mengantisipasi serangan balik cepat dari Persib Bandung. Strategi yang ia terapkan di babak kedua gagal meredam agresivitas tim tamu yang tampil lebih lepas.
“Kesalahan tetap ada pada kami, baik dari sisi pemain maupun pelatih dalam merespons jalannya laga yang dinamis,” pungkasnya secara terbuka. Namun, ia menekankan bahwa faktor emosional pemain harus tetap terkontrol meskipun berada di bawah tekanan keputusan wasit yang kontroversial. Persija kini harus segera bangkit untuk menatap laga berikutnya demi memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara Liga 1.