Uptodai.com - Kabar mengenai calon pengganti Iran di Piala Dunia 2026 mulai menemui titik terang setelah munculnya isu pengunduran diri Team Melli dari turnamen akbar tersebut. Informasi terbaru menyebutkan bahwa FIFA telah mengantongi dua nama negara Asia sebagai kandidat utama untuk mengisi slot kosong tersebut.

Sayangnya, bagi para pendukung Garuda, Timnas Indonesia dipastikan tidak masuk dalam skema darurat otoritas sepak bola dunia tersebut. FIFA lebih memilih melihat performa kompetitif di babak kualifikasi terakhir sebagai acuan utama menentukan pengganti.

Alasan Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026

Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran menjadi pemicu utama munculnya wacana pengunduran diri ini. Presiden Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj, secara terbuka mengungkapkan kemungkinan timnya batal berangkat ke Amerika Utara. Situasi keamanan yang tidak menentu setelah serangan militer pada akhir Februari 2026 menjadi pertimbangan berat bagi mereka.

Selain faktor keamanan dalam negeri, lokasi pertandingan juga menjadi kendala psikologis yang sangat besar bagi skuad Iran. Seluruh pertandingan Iran di Grup G dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat. Hubungan diplomatik yang dingin antara kedua negara membuat atmosfer kompetisi terasa sangat tidak ideal bagi Team Melli.

Berdasarkan jadwal, Iran seharusnya menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni 2026. Selanjutnya, mereka akan menantang Belgia di kota yang sama pada 21 Juni, serta melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni. Bermain di jantung negara rival tentu memberikan tekanan mental yang luar biasa bagi para pemain dan ofisial.

Irak dan Uni Emirat Arab Jadi Kandidat Terkuat

Media terkemuka Inggris, The Guardian, melaporkan bahwa sumber internal FIFA telah menunjuk Irak dan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai calon pengganti Iran di Piala Dunia 2026. Kedua negara ini dianggap memiliki dasar kelayakan yang lebih kuat dibandingkan kontestan Asia lainnya. Keputusan ini diambil berdasarkan performa mereka di babak kualifikasi dan peringkat FIFA terbaru.

Irak saat ini sedang mempersiapkan diri untuk bertarung di babak playoff antarkonfederasi yang dijadwalkan pada akhir Maret 2026. Mereka akan menghadapi pemenang antara laga Bolivia melawan Suriname. Jika Irak berhasil memenangkan babak playoff tersebut, mereka akan lolos secara otomatis melalui jalur reguler.

Skenario menarik muncul jika Irak gagal di babak playoff namun Iran tetap memutuskan mundur. Dalam kondisi tersebut, Irak tetap akan menjadi prioritas utama FIFA untuk mengambil alih posisi Iran. Namun, apabila Irak sudah lolos melalui jalur playoff, maka jatah tersebut akan jatuh ke tangan Uni Emirat Arab sebagai negara dengan peringkat FIFA tertinggi yang belum lolos.

Nasib Timnas Indonesia di Piala Dunia

Meskipun harapan melihat Indonesia tampil di panggung dunia tahun 2026 sangat tinggi, realita di lapangan menunjukkan jalan yang berbeda. FIFA tampaknya tetap memegang teguh regulasi prestasi teknis dalam menentukan tim pengganti. Timnas Indonesia saat ini dinilai belum memenuhi kriteria untuk melompati antrean negara-negara dengan peringkat lebih tinggi.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kini memfokuskan seluruh energinya untuk membangun fondasi jangka panjang. PSSI secara resmi telah menetapkan target yang lebih realistis bagi pelatih asal Inggris tersebut. Fokus utama skuad Garuda saat ini adalah mempersiapkan tim untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2030 mendatang.

Langkah ini diambil agar Timnas Indonesia tidak hanya sekadar numpang lewat jika berhasil lolos nanti. Peningkatan kualitas liga domestik dan pembinaan pemain muda menjadi agenda utama yang sedang digarap serius. Dengan demikian, mimpi melihat Merah Putih di Piala Dunia tetap terjaga meski harus menunggu sedikit lebih lama.