Rooney Sebut Neymar Bukan Pemain Top: Masih di Bawah Messi
Uptodai.com - Penilaian Wayne Rooney terhadap Neymar baru-baru ini memicu perdebatan panas di kalangan pecinta sepak bola dunia. Mantan kapten legendaris Manchester United tersebut secara blak-blakan menyebut bintang asal Brasil itu belum mencapai level elite. Meskipun Neymar memiliki teknik luar biasa, Rooney merasa sang pemain tidak bisa disejajarkan dengan nama-nama besar lainnya.
Pernyataan ini muncul di tengah perjalanan karier Neymar yang penuh warna, mulai dari masa keemasannya di Santos hingga meroket bersama Barcelona. Di klub Catalan tersebut, Neymar sebenarnya menjadi bagian dari trio “MSN” yang sangat mematikan bersama Lionel Messi dan Luis Suarez. Namun, prestasi mentereng itu ternyata belum cukup untuk meyakinkan seorang Wayne Rooney.
Kritik Tajam Rooney Soal Level Permainan Neymar
Dalam sebuah kesempatan di siniar The Overlap, Rooney mengungkapkan pandangan pribadinya mengenai kualitas pemain yang kini membela Santos tersebut. Ia mengakui bahwa dirinya menyukai gaya bermain Neymar yang penuh kreativitas dan teknik tinggi di atas lapangan. Namun, Rooney menarik garis tegas antara pemain hebat dan pemain yang benar-benar berada di puncak piramida sepak bola.
Rooney menegaskan bahwa Neymar tidak pernah ia masukkan ke dalam kategori pemain top dunia seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi. Menurutnya, ada standar tertentu yang gagal dipenuhi oleh Neymar untuk bisa disebut sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Perbedaan level ini terlihat jelas dari konsistensi dan pengaruh sang pemain dalam pertandingan-pertandingan krusial.
Ia menilai bahwa selama berada di Barcelona, Neymar selalu berada di bawah bayang-bayang kebesaran Lionel Messi. Hal inilah yang dianggap Rooney sebagai penghalang utama bagi Neymar untuk mengklaim status sebagai pemain nomor satu di dunia. Dominasi Messi di Camp Nou membuat kontribusi Neymar sering kali dianggap sebagai pelengkap, bukan sebagai aktor utama.
Kegagalan Neymar Menjadi Pemain Nomor Satu Dunia
Keputusan Neymar untuk pindah ke Paris Saint-Germain (PSG) dengan nilai transfer fantastis sebenarnya bertujuan untuk keluar dari bayang-bayang Messi. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu memimpin sebuah tim untuk meraih kejayaan di level Eropa. Sayangnya, meski meraih banyak trofi domestik di Prancis, ambisinya untuk meraih Ballon d’Or tetap tidak kunjung terwujud.
Karier Neymar kemudian berlanjut ke Timur Tengah bersama Al-Hilal sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang ke klub masa kecilnya, Santos. Perjalanan karier yang fluktuatif ini semakin memperkuat argumen Rooney bahwa Neymar gagal menjaga momentum di level tertinggi. Banyak pihak menilai cedera berkepanjangan juga menjadi faktor penghambat bagi pemain berusia 34 tahun tersebut.
Alasan Fisik dan Absennya Neymar dari Timnas Brasil
Kritik terhadap Neymar tidak hanya datang dari legenda Inggris, tetapi juga tercermin dari kebijakan teknis di Timnas Brasil. Pelatih Carlo Ancelotti baru-baru ini membuat keputusan mengejutkan dengan tidak memanggil Neymar ke dalam skuad terbaru Selecao. Keputusan ini memicu tanda tanya besar mengingat status Neymar sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil.
Ancelotti memberikan penjelasan bahwa pencoretan Neymar murni didasarkan pada pertimbangan kondisi fisik sang pemain yang belum prima. Pelatih asal Italia itu menegaskan bahwa setiap pemain yang dipanggil harus mampu memberikan performa maksimal di level internasional. Saat ini, Neymar dinilai belum mencapai tingkat kebugaran yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi.
Kondisi fisik yang rentan memang menjadi masalah klasik yang menghantui perjalanan karier Neymar dalam beberapa tahun terakhir. Tanpa kebugaran yang stabil, sulit bagi pemain mana pun untuk membuktikan bahwa mereka masih layak menyandang status sebagai pemain top dunia. Kini, Neymar harus bekerja keras di Santos untuk membuktikan bahwa penilaian miring terhadap dirinya adalah salah.