Heboh! Ini Fakta Air Sinkhole Sumbar yang Viral Disebut Berkhasiat
Uptodai.com - Sebuah fenomena alam yang terjadi di Sumatra Barat (Sumbar) baru-baru ini menyita perhatian publik. Kemunculan lubang raksasa atau sinkhole di Nagari, yang kemudian mengeluarkan air, memicu narasi liar di media sosial.
Sayangnya, klaim mengenai air ajaib harus dibantah tegas oleh otoritas setempat. Sebab, hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa Fakta air sinkhole Sumbar justru mengandung zat yang berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia.
Peringatan Keras Pemerintah Daerah Mengenai Air Sinkhole
Asumsi bahwa air yang muncul dari cekungan alam tersebut memiliki khasiat penyembuhan menyebar cepat di tengah masyarakat. Menanggapi viralnya kabar tersebut, Wakil Gubernur Sumatra Barat, Vasco Ruseimy, segera turun tangan dan memberikan peringatan keras.
Vasco mendesak warga setempat untuk tidak mengonsumsi air yang tertampung di sinkhole tersebut, mengingat potensi risiko kesehatan yang sangat tinggi. Berdasarkan laporan awal yang ia terima, air tersebut mengandung bakteri dalam kadar yang mengkhawatirkan.
“Air ini nggak ada hubungannya dengan bisa menyembuhkan kesehatan. Tolong jangan sampai terjadi hal-hal sirik di sini,” tegas Vasco saat meninjau langsung lokasi sinkhole di Nagari, seperti dikutip pada Senin (12/1/2026).
Ia menambahkan bahwa fenomena sinkhole ini murni kejadian alam dan tidak memiliki kaitan sama sekali dengan hal-hal mistis atau supranatural. Pihak pemerintah daerah berupaya keras agar masyarakat tidak terjerumus pada mitos yang dapat membahayakan diri sendiri.
Hasil Uji Laboratorium dan Kandungan Bakteri Tinggi
Untuk memadamkan spekulasi yang beredar, pemerintah telah melakukan pengujian terhadap sampel air di laboratorium. Hasil uji yang dipantau langsung oleh Vasco Ruseimy memberikan gambaran jelas mengenai kualitas air tersebut.
Secara umum, air di sinkhole tersebut memiliki Total Dissolved Solids (TDS) atau Total Padatan Terlarut yang tergolong cukup bagus. Selain itu, kandungan pH air berada di angka 6,5.
Angka pH 6,5 ini menunjukkan bahwa air berada di batas tengah antara aman dan tidak aman untuk dikonsumsi. Namun, temuan paling krusial yang harus diwaspadai adalah tingginya konsentrasi bakteri E.Coli.
Tingginya kadar bakteri E.Coli menjadi indikator jelas bahwa air tersebut telah terkontaminasi dan sangat berbahaya jika diminum oleh manusia. Bakteri ini dikenal dapat menyebabkan gangguan pencernaan serius.
Kajian Geologi dan Pencegahan Mitos
Fenomena sinkhole sendiri merupakan cekungan atau lubang di tanah yang disebabkan oleh runtuhnya lapisan permukaan, seringkali terjadi di daerah batuan kapur. Pakar geologi dari ESDM juga sudah melakukan kajian di lokasi selama beberapa hari.
Meskipun demikian, tim ahli menyebutkan bahwa mereka masih membutuhkan peralatan tambahan yang lebih canggih untuk melakukan analisis yang lebih komprehensif mengenai struktur bawah tanah di Nagari tersebut. Kajian mendalam diperlukan untuk memahami potensi pergerakan tanah di masa depan.
Vasco Ruseimy mengingatkan bahwa meskipun kemunculan sinkhole ini dianggap sebagai ‘rezeki’ alam dari sudut pandang geologi, hal itu tidak boleh disalahartikan. Ia menyoroti munculnya beberapa teori yang mengacu ke potensi sirik, seperti asumsi air tersebut adalah air Zamzam atau dapat menyembuhkan penyakit.
Oleh karena itu, pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan mendesak masyarakat untuk mematuhi hasil kajian ilmiah. Edukasi berbasis sains sangat penting untuk mencegah penyebaran mitos yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan publik di Sumatra Barat.