Uptodai.com - Kabar mengejutkan datang dari lini ponsel premium Samsung. Menjelang acara Galaxy Unpacked yang diperkirakan hanya tinggal beberapa minggu lagi, bocoran mengenai Harga Samsung Galaxy S26 mulai beredar luas dan mengindikasikan adanya lonjakan harga yang signifikan.

Kenaikan harga ini tampaknya akan berlaku untuk sebagian besar model, memaksa konsumen untuk merogoh kocek lebih dalam dibandingkan saat peluncuran generasi sebelumnya. Data harga ini pertama kali diungkap oleh situs asal Prancis, Deallabs, yang mengklaim telah memperoleh daftar harga final untuk pasar Eropa.

Daftar Harga Samsung Galaxy S26 Reguler dan Plus

Berdasarkan informasi yang tersebar, model reguler dan Plus menjadi seri yang paling terdampak oleh penyesuaian harga ini. Perkiraan harga di pasar Prancis seringkali menjadi patokan bagi negara-negara Eropa lainnya, dengan selisih yang relatif kecil.

Untuk model Galaxy S26 reguler, varian dasar dengan penyimpanan 256GB diprediksi akan dijual mulai 999 euro, atau setara dengan sekitar Rp 19,8 juta. Angka ini mengalami kenaikan yang cukup terasa dari harga awal Galaxy S25 yang berada di 959 euro.

Selain itu, bagi konsumen yang menginginkan kapasitas lebih besar, varian 512GB dari S26 reguler akan dibanderol 1.199 euro (sekitar Rp 23 juta). Padahal, harga untuk varian 512GB pada generasi sebelumnya hanya dipatok 1.079 euro.

Kenaikan yang serupa juga terlihat pada model Galaxy S26+. Varian 256GB dari S26+ disebut akan dijual seharga 1.269 euro (sekitar Rp 25 juta), naik dari 1.169 euro pada S25+. Sementara itu, varian 512GB diperkirakan mencapai 1.469 euro, atau sekitar Rp 29 juta, meningkat drastis dari 1.289 euro.

Galaxy S26 Ultra: Model Paling Stabil, Kecuali Varian Tertinggi

Menariknya, di tengah badai kenaikan harga, hanya ada satu konfigurasi yang berhasil mempertahankan banderolnya. Konfigurasi tersebut adalah Galaxy S26 Ultra varian 256GB, yang tetap dipatok 1.469 euro (sekitar Rp 29 juta), sama persis dengan harga peluncuran Galaxy S25 Ultra.

Namun demikian, bagi penggemar yang membutuhkan ruang penyimpanan masif, kenaikan harga tetap tidak terhindarkan. Varian 512GB naik menjadi 1.669 euro (sekitar Rp 33 juta) dari sebelumnya 1.589 euro.

Terlebih lagi, varian paling premium dengan kapasitas 1TB mengalami lonjakan paling tajam, menjadi 1.969 euro, yang jika dikonversi berada di kisaran Rp 34 juta. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga 1TB S25 Ultra yang berada di 1.829 euro.

Mengapa Harga Galaxy S26 Melonjak? Dampak Booming AI Global

Pertanyaan besar yang muncul adalah apa pemicu utama di balik penyesuaian harga yang cenderung naik ini. Analis industri teknologi menyebutkan bahwa kenaikan harga seri Galaxy S26 berkaitan erat dengan lonjakan biaya komponen inti, khususnya RAM dan penyimpanan internal.

Saat ini, permintaan global untuk chip memori berkinerja tinggi (RAM) sedang memuncak, didorong oleh tren kecerdasan buatan (AI). Perusahaan teknologi besar berlomba-lomba membangun pusat data yang canggih, yang memerlukan pasokan RAM dalam jumlah besar.

Kondisi ini secara otomatis menciptakan kelangkaan dan meningkatkan harga komponen memori, yang kemudian berdampak langsung pada biaya produksi perangkat konsumen seperti smartphone premium. Kenaikan harga komponen ini diperkirakan tidak hanya memengaruhi Samsung, tetapi juga produsen ponsel pintar lainnya sepanjang tahun 2026.

Di sisi lain, beberapa bocoran juga menimbulkan kekecewaan di kalangan penggemar. Meskipun harganya naik, seri Galaxy S26 dikabarkan tidak membawa peningkatan fitur besar yang sangat dinantikan, misalnya fitur pengisian daya magnetik Qi2.

Oleh karena itu, konsumen dihadapkan pada dilema: membayar lebih mahal untuk perangkat yang mungkin hanya membawa pembaruan minor, atau menunda pembelian. Meskipun bocoran harga ini terlihat detail, publik tetap harus menunggu konfirmasi resmi dari Samsung dalam acara Galaxy Unpacked mendatang untuk mengetahui harga final yang berlaku di pasar global.