Uptodai.com - Kasus belasan ilmuwan Amerika Serikat hilang misterius kini menjadi sorotan tajam publik internasional setelah serangkaian kejadian janggal menimpa para pakar teknologi sensitif. Fenomena ini memicu berbagai teori konspirasi liar di jagat maya yang mempertanyakan keamanan para peneliti di Negeri Paman Sam tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait situasi yang meresahkan ini. Ia menyebut kemungkinan fenomena tersebut hanyalah sebuah kebetulan, meski tetap berkomitmen untuk memantau perkembangan kasusnya secara intensif dalam waktu dekat.

“Beberapa dari mereka adalah orang-orang yang sangat penting bagi negara,” ujar Trump kepada awak media di Gedung Putih. Pihaknya berjanji akan memberikan perhatian khusus mengingat latar belakang para korban yang bukan orang sembarangan dan memiliki akses data krusial.

Penyelidikan Kasus Ilmuwan Amerika Meninggal Melibatkan FBI

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa pemerintah saat ini telah menggandeng FBI untuk melakukan investigasi mendalam. Langkah ini diambil setelah tekanan publik menguat akibat pemberitaan media yang masif serta spekulasi yang berkembang pesat di internet.

Dua anggota Kongres dari Partai Republik, James Comer dan Eric Burlison, turut mendesak transparansi penuh dari lembaga terkait mengenai kasus ilmuwan Amerika meninggal ini. Mereka mencurigai adanya pola tertentu di balik hilangnya para ahli yang memiliki akses ke informasi ilmiah paling sensitif milik negara.

Keduanya telah melayangkan surat resmi kepada FBI, NASA, Departemen Energi, hingga Departemen Perang untuk meminta penjelasan mendetail. Fokus utama mereka adalah memastikan apakah ada ancaman eksternal yang secara sengaja menargetkan aset intelektual Amerika Serikat.

Daftar Kematian Misterius Peneliti AS yang Menjadi Sorotan

Salah satu nama yang mencuat dalam daftar kematian misterius peneliti AS adalah Amy Eskridge, seorang peneliti independen yang mendalami bidang UFO dan teknologi antigravitasi. Ia ditemukan tewas pada Juni 2022 dengan luka tembak yang secara resmi disebut sebagai kesalahan sendiri, namun kini kasusnya dikaji ulang oleh FBI.

Selain itu, publik juga menyoroti kematian Hicks, seorang ahli asteroid dan ruang angkasa dalam yang sangat disegani di komunitas ilmiah. Hicks ditemukan meninggal di kediamannya pada tahun 2023 tanpa ada penjelasan mengenai penyebab kematiannya hingga saat ini.

Kejanggalan serupa menimpa seorang pakar radiometri dari NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL) yang wafat tepat pada 4 Juli 2024. Hingga kini, pihak NASA belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab meninggalnya ahli teknologi microwave tersebut.

Tragedi berdarah juga menimpa seorang ahli nuklir dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada akhir Desember 2025. Ia tewas ditembak di depan rumahnya sendiri oleh pelaku yang dilaporkan langsung melakukan aksi bunuh diri di lokasi kejadian.

Tak berhenti di situ, seorang astrofisikawan dari CalTech yang meneliti dark matter juga menjadi korban penembakan misterius pada Februari 2026. Penyelidik menyebut pelaku tidak mengenal korban sama sekali, yang menambah panjang daftar tanya bagi pihak kepolisian.

Misteri Hilangnya Para Ahli Teknologi dan Antariksa

Selain kasus kematian, sejumlah pakar dilaporkan raib tanpa jejak tanpa meninggalkan petunjuk yang berarti bagi tim pencari. Anthony Chavez, mantan pegawai Laboratorium Los Alamos, menghilang sejak Mei 2025 dengan meninggalkan seluruh barang pribadinya di rumah.

Dompet, kunci, hingga ponsel milik Chavez ditemukan masih berada di tempatnya, seolah ia pergi dengan terburu-buru tanpa persiapan. Kasus serupa menimpa seorang ahli teknik roket dari NASA JPL yang hilang saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Waterman.

Kejanggalan paling mencolok terlihat pada kasus Melissa Casias, pegawai administrasi dengan akses keamanan tinggi di Los Alamos National Laboratory. Saat dilaporkan hilang, seluruh ponsel pribadi dan perangkat kerjanya ditemukan dalam kondisi telah diatur ulang ke setelan pabrik secara total.

Terakhir, Steven Garcia yang merupakan kontraktor pemerintah untuk pemantauan aset senjata nuklir juga masuk dalam daftar pencarian. Hilangnya para profesional ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai ketahanan nasional dan keamanan data strategis Amerika Serikat di masa depan.