Uptodai.com - Kejadian Instagram error saat demo mahasiswa di Jakarta baru-baru ini sempat memicu kepanikan dan berbagai spekulasi di kalangan netizen Indonesia. Banyak pengguna melaporkan kesulitan mengunggah Story, menulis komentar, hingga tiba-tiba terkeluar dari akun mereka secara misterius. Gangguan teknis ini bertepatan dengan aksi turun ke jalan yang sedang berlangsung hangat di ibu kota.

Situasi ini langsung memicu rumor liar di media sosial, di mana sebagian masyarakat menduga adanya upaya pembatasan informasi atau sensor digital secara sengaja. Di Indonesia, isu pembatasan akses internet saat aksi massa memang sensitif mengingat beberapa peristiwa demonstrasi di masa lalu pernah mengalami perlambatan jaringan oleh otoritas terkait. Namun, kali ini spekulasi tersebut segera terbantahkan setelah diketahui bahwa kendala teknis ini bersifat global.

Klarifikasi Resmi dari Pihak Meta

Merespons keresahan publik, perwakilan Meta di Indonesia merujuk pada pernyataan resmi yang dirilis oleh Andy Stone selaku juru bicara Meta melalui platform X. Andy Stone mengakui adanya kendala akses yang dialami oleh para pengguna di berbagai belahan dunia pada Jumat malam. Pihak manajemen berjanji segera melakukan investigasi mendalam dan memulihkan sistem secepat mungkin agar aktivitas digital kembali normal.

Hanya berselang sekitar satu jam kemudian, tepatnya pada pukul 22.41 WIB, Stone kembali memberikan pembaruan informasi bahwa seluruh layanan Meta sudah berangsur pulih. Meskipun demikian, sisa-sisa keluhan dari pengguna yang belum bisa mengakses akun mereka secara penuh masih terlihat di beberapa forum diskusi online. Proses pemulihan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan stabilitas server pasca-gangguan.

Skala Gangguan Berdasarkan Data Downdetector

Menurut laporan dari situs Downdetector, lonjakan keluhan di Indonesia terdeteksi mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB dengan puncak laporan mencapai 1.121 aduan. Secara global, dampaknya jauh lebih masif dengan lebih dari 62.000 laporan gangguan untuk Facebook dan 8.000 laporan untuk Instagram. Berdasarkan data dari StatusGator, pengguna di negara-negara seperti Filipina, India, Australia, Kanada, hingga Amerika Serikat juga merasakan dampak serupa.

Peristiwa ini menyoroti betapa krusialnya peran media sosial sebagai alat dokumentasi publik dan penyebaran informasi real-time selama aksi demonstrasi. Ketika platform seperti Instagram mengalami disrupsi, arus informasi dari lapangan sering kali terhambat dan menyulitkan koordinasi massa maupun pemantauan situasi keamanan. Oleh karena itu, kestabilan infrastruktur digital global menjadi sangat vital, terutama di tengah momen-momen politik yang krusial.