Uptodai.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan bahwa program pemerataan akses internet berkecepatan tinggi terus berjalan. Target ambisius telah ditetapkan, yakni menjangkau jutaan rumah tangga dengan layanan yang terjangkau.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menjanjikan bahwa program Internet Murah 100 Mbps Meutya Hafid akan segera dinikmati oleh masyarakat luas. Komitmen ini bertujuan untuk melayani setidaknya 10,8 juta rumah tangga di seluruh Indonesia pada tahun 2030.

Strategi Pita Frekuensi 1,4 GHz Jadi Tulang Punggung

Pemerintah telah menyiapkan strategi teknis untuk merealisasikan janji internet berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau tersebut. Pita frekuensi 1,4 GHz ditetapkan sebagai tulang punggung utama penyediaan layanan internet murah ini.

Meutya menjelaskan dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026), bahwa proses persiapan spektrum tersebut sudah dimulai sejak tahun 2025. Saat ini, frekuensi tersebut sudah siap dioperasikan secara bertahap.

Penggunaan pita frekuensi baru ini diharapkan mampu mengoptimalkan kapasitas jaringan, sehingga operator dapat menawarkan paket data dengan kecepatan tinggi, seperti 100 Mbps, namun dengan biaya yang jauh lebih efisien bagi konsumen.

Akselerasi Jaringan 4G Melampaui Target RPJMN

Selain fokus pada frekuensi baru, pemerintah juga terus mendorong perluasan cakupan jaringan 4G di seluruh wilayah. Data Kemkomdigi menunjukkan bahwa cakupan 4G pada akhir tahun 2025 telah mencapai 99,95% populasi Indonesia.

Angka ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya transformasi digital nasional. Meutya menegaskan bahwa peningkatan cakupan akan terus dilakukan, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Untuk tahun 2026, kita akan tingkatkan cakupan 4G menjadi 99,05%. Target ini melampaui target dari RPJMN tahun 2029,” ujar Meutya. Pemerintah merasa optimistis target tersebut dapat tercapai berkat dukungan dari lelang frekuensi 5G yang baru saja diselenggarakan.

Target Jaringan 5G Indonesia Terus Digenjot

Pemerintah juga menunjukkan akselerasi yang kuat dalam pengembangan layanan 5G. Meskipun masih dalam tahap awal, cakupan 5G pada tahun 2025 sudah mencapai 6,33% dari total luas pemukiman di Indonesia.

Angka ini sudah melampaui target awal RPJMN yang hanya sebesar 4,4%. Keberhasilan awal ini memberikan momentum bagi Kemkomdigi untuk menargetkan perluasan yang lebih masif pada tahun berikutnya.

Untuk tahun 2026, Target Jaringan 5G Indonesia ditetapkan untuk menjangkau 8,5% luas pemukiman. Pencapaian ini akan didorong secara signifikan melalui proses lelang frekuensi tambahan yang akan segera dibuka untuk para operator seluler.

Meutya berharap bahwa lelang frekuensi 5G tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan hasil optimal. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa target jangkauan 8,5% pemukiman dapat tercapai tepat waktu, sehingga masyarakat bisa segera menikmati kecepatan dan latensi rendah yang ditawarkan teknologi 5G.

Komitmen pemerintah terhadap pemerataan akses digital ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang inklusivitas. Dengan menyediakan internet murah dan berkualitas, diharapkan kesenjangan digital antar wilayah dapat diperkecil, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital di tingkat rumah tangga.