Uptodai.com - Dokumen sejarah luar angkasa baru-baru ini kembali mencuat ke publik, mengungkap sebuah insiden yang jauh dari kesan heroik. Transkrip misi Apollo 10 yang dirilis NASA memuat detail percakapan yang lucu sekaligus menjijikkan, yakni tentang misteri kotoran mengambang di Apollo 10.

Misi yang bertujuan mengelilingi Bulan ini melibatkan tiga astronaut: Tom Stafford, Gene Cernan, dan John Young. Mereka terpaksa berbagi ruang yang sangat sempit di modul komando selama delapan hari. Kejadian tak terduga itu terjadi pada hari keenam, ketika keheningan kosmik tiba-tiba dipecah oleh sebuah temuan yang sangat tidak higienis.

Detik-detik Penemuan Feses Melayang di Luar Angkasa

Kisah unik ini terekam jelas pada halaman 414 transkrip, menunjukkan betapa sulitnya kehidupan di orbit pada era 1960-an. Ketegangan dimulai ketika Komandan Tom Stafford menyadari ada benda asing yang melayang bebas di dalam kabin.

Stafford segera melontarkan pertanyaan tajam, menuntut pengakuan dari dua rekannya. “Ayo mengaku, ini kerjaan siapa,” tanyanya, disusul gelak tawa yang canggung. John Young, yang saat itu berada di dekatnya, segera bertanya balik dari mana asal benda itu.

“Berikan serbet, cepat. Ada kotoran yang mengambang di udara,” tegas Stafford, meminta bantuan untuk membersihkan kekacauan tersebut. Respon dari Young dan Cernan hampir seragam, mereka kompak menyangkal kepemilikan feses tersebut.

“Bukan saya. Itu bukan punya saya,” kata Young. Cernan pun ikut menyahut, “Bukan punya saya juga. Punya saya lebih lengket dari itu. Buang!” Perdebatan singkat itu sempat mereda sebelum insiden kedua terjadi beberapa menit kemudian, menambah kepanikan di dalam modul.

“Ini ada kotoran lainnya. Kalian kenapa sih?” seru Cernan, yang membuat Stafford dan Young kembali tertawa. Cernan kemudian berseloroh, jika itu miliknya, ia pasti sadar ketika buang air di lantai, menunjukkan bahwa benda itu benar-benar mengambang tak terduga.

Mengapa Sistem Sanitasi Pesawat Luar Angkasa Era Apollo Begitu Buruk?

Misteri kepemilikan kotoran yang mengambang ini tidak pernah terpecahkan hingga akhir misi, namun insiden ini menyoroti kelemahan fatal dalam desain awal perjalanan luar angkasa. Pada era Apollo, belum ada toilet canggih dengan sistem penyedot seperti yang digunakan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) saat ini.

NASA mewajibkan para astronaut menggunakan kantong khusus yang dicampur dengan disinfektan untuk menampung limbah padat. Proses buang air besar di lingkungan tanpa gravitasi memerlukan keahlian dan akurasi tinggi, memastikan kotoran langsung masuk ke kantong berukuran kecil.

Laporan teknisi NASA menyebutkan bahwa sistem pengelolaan limbah di Apollo dinilai memuaskan dari sudut pandang rekayasa. Namun, pandangan para kru jauh berbeda; mereka memberikan nilai buruk karena prosesnya yang rumit, tidak higienis, dan sangat tidak nyaman.

Kemungkinan besar, feses tersebut terlepas dari kantong penyimpanan yang kurang tertutup rapat, kemudian melayang bebas di kabin. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa perjalanan ke Bulan, meski merupakan pencapaian teknologi tertinggi, tetap tidak luput dari masalah sanitasi yang sangat mendasar.

Warisan Misteri Kotoran Mengambang di Apollo 10

Pengalaman buruk ini menjadi pelajaran berharga bagi NASA dalam mengembangkan teknologi ruang angkasa. Di masa modern, toilet astronaut misi Apollo telah digantikan oleh sistem canggih yang menggunakan vakum dan aliran udara untuk memastikan limbah padat dan cair tidak melayang.

Astronaut seperti Samantha Cristoforetti sering mendemonstrasikan toilet ISS, yang beroperasi layaknya penyedot debu berteknologi tinggi. Perbedaan drastis ini menunjukkan evolusi teknologi yang didorong oleh kebutuhan praktis dan kenyamanan kru.

Meskipun insiden kotoran mengambang ini terdengar konyol, ia merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah eksplorasi ruang angkasa. Kisah ini mengingatkan publik bahwa para pahlawan luar angkasa yang mengelilingi Bulan pun harus berhadapan dengan tantangan paling manusiawi, yaitu menjaga kebersihan diri di tengah kehampaan kosmik.