Uptodai.com - Ambisi Amerika Serikat untuk kembali menjejakkan kaki di Bulan tampaknya harus tertunda. NASA tunda misi Artemis 2 setelah uji coba penting yang melibatkan roket Space Launch System (SLS) mengalami kegagalan teknis krusial.

Penundaan ini diperkirakan akan memundurkan jadwal penerbangan berawak mengelilingi Bulan setidaknya satu bulan penuh dari rencana awal. Keputusan tersebut muncul setelah tim teknis mendeteksi kebocoran hidrogen cair yang signifikan selama simulasi peluncuran yang sangat ketat.

Gagal di Menit-Menit Akhir, Roket NASA Bocor Hidrogen

Uji coba yang dimaksud adalah wet dress rehearsal atau simulasi peluncuran basah, sebuah proses hitung mundur peluncuran penuh yang sangat vital. Pengujian ini dimulai pada Sabtu malam dan berlangsung hingga dini hari Selasa, melibatkan pengisian lebih dari 700.000 galon hidrogen cair dan oksigen cair ke dalam roket raksasa tersebut.

Masalah serius terdeteksi saat proses pengisian bahan bakar berlangsung pada hari Senin. Tim teknis menemukan adanya kebocoran hidrogen pada sambungan cepat umbilical yang terletak di bagian bawah roket di landasan peluncuran.

Kebocoran tersebut memaksa para teknisi untuk melakukan perbaikan yang memakan waktu berjam-jam. Meskipun upaya perbaikan dilakukan secara intensif, uji coba tetap harus dihentikan pada hitungan mundur T-5 menit 15 detik.

Mengapa Kebocoran Hidrogen Menghambat Misi Artemis 2?

Meskipun tim misi berhasil mengisi penuh kedua tahap roket dan membawa simulasi hingga fase akhir hitung mundur, lonjakan kebocoran hidrogen pada momen kritis tersebut membuat tes dinyatakan gagal. Hal ini berarti Artemis 2 belum mencapai tahap yang dipersyaratkan untuk peluncuran berawak yang mengutamakan keselamatan astronaut.

Situasi ini sangat mengkhawatirkan karena mengulang masalah serupa yang pernah terjadi pada Artemis 1 tiga tahun silam. Pada saat itu, kebocoran hidrogen di lokasi yang persis sama menyebabkan roket harus ditarik kembali ke Vehicle Assembly Building (VAB) sebanyak tiga kali sebelum akhirnya sukses diluncurkan pada November 2022.

NASA memang mengklaim bahwa uji coba Artemis 2 kali ini berjalan lebih baik dibandingkan pendahulunya. Namun, fakta bahwa masalah inti, yakni kebocoran hidrogen pada sambungan kritis, belum teratasi sepenuhnya menunjukkan adanya tantangan desain yang mendasar pada sistem roket SLS.

Dampak Penundaan Misi Berawak Pertama ke Bulan

Artemis 2 merupakan misi berawak pertama dalam program Artemis yang ambisius. Misi ini dijadwalkan membawa empat astronaut—Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen—untuk menjalani penerbangan selama 10 hari mengitari sisi jauh Bulan menggunakan wahana Orion.

Penerbangan ini adalah langkah penting sebelum NASA dapat melaksanakan Artemis 3, yang merupakan misi pendaratan astronaut kembali ke permukaan Bulan setelah lebih dari setengah abad. Setiap penundaan pada Artemis 2 secara otomatis akan menggeser jadwal pendaratan bersejarah tersebut.

Meskipun melewatkan peluang peluncuran pada Februari, badan antariksa AS tersebut menegaskan bahwa uji coba yang gagal ini tetap memberikan banyak data penting untuk analisis. Data tersebut kini digunakan untuk memperkuat sistem sebelum upaya peluncuran selanjutnya.

NASA kini menargetkan peluncuran berikutnya pada bulan Maret, namun tanggal tersebut masih bergantung pada kecepatan perbaikan teknis. Penundaan ini tidak hanya berdampak pada jadwal internal NASA, tetapi juga menambah tekanan dalam perlombaan antariksa modern, di mana China terus menunjukkan kemajuan pesat dalam program eksplorasi Bulan mereka.