Uptodai.com - Penurunan pasar gadget global kini memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan akibat pergeseran prioritas industri semikonduktor dunia. Krisis pasokan chip yang semakin akut membuat ketersediaan perangkat elektronik di tangan konsumen terancam menipis secara drastis.

Lembaga riset International Data Corporation (IDC) melaporkan kondisi pasar komputer pribadi (PC) dan ponsel pintar akan merosot tajam. Angka penurunan tersebut diperkirakan menyentuh angka 11 persen untuk PC dan 13 persen untuk smartphone di tingkat global.

Fenomena ini terjadi justru saat permintaan terhadap teknologi digital sedang tinggi-tingginya di berbagai sektor. Namun, kendala produksi di tingkat hulu menghambat distribusi barang ke pasar retail secara merata.

Penyebab Utama Penurunan Pasar Gadget Global

Lonjakan permintaan teknologi kecerdasan buatan atau AI menjadi pemicu utama di balik kekacauan rantai pasok ini. Industri AI membutuhkan chip memori berperforma tinggi dalam jumlah besar untuk mendukung operasional pusat data raksasa.

Kondisi ini memaksa produsen komponen seperti RAM mengalihkan alokasi produk mereka dari perangkat konsumen ke sektor infrastruktur awan. Akibatnya, harga komponen untuk laptop dan ponsel melonjak karena kelangkaan barang yang semakin parah di pasar internasional.

Bryan Ma, Wakil Presiden Riset Perangkat IDC, mengungkapkan bahwa situasi ini memburuk jauh lebih cepat dari perkiraan awal. Ia menyebutkan bahwa tekanan pada pasokan chip mulai tak terkendali sejak akhir tahun lalu dan terus bergulir hingga saat ini.

Pihaknya sempat optimis pasar akan membaik, namun realitas di lapangan menunjukkan arah yang sebaliknya. Ketidakpastian pasokan komponen membuat para produsen kesulitan menentukan harga jual yang kompetitif bagi masyarakat luas.

Revisi Target Pertumbuhan yang Menyakitkan

Awalnya, para analis sempat optimis bahwa pasar smartphone dan PC akan mengalami pertumbuhan positif pada periode ini. IDC sebelumnya memprediksi adanya kenaikan tipis masing-masing sebesar 2 persen dan 8,3 persen untuk kedua sektor tersebut.

Namun, realitas di lapangan memaksa mereka melakukan revisi besar-besaran terhadap angka proyeksi tersebut. Ketidakmampuan vendor untuk mendapatkan kepastian pasokan chip membuat target pertumbuhan tersebut kini mustahil untuk tercapai.

Senada dengan IDC, Counterpoint Research juga merilis data yang menunjukkan proyeksi penurunan pengiriman smartphone global sebesar 12 persen. Angka ini mencatatkan rekor penurunan paling tajam dalam sejarah industri gadget modern selama satu dekade terakhir.

Volume Penjualan Terendah Sejak 2013

Krisis ini diprediksi akan membawa volume pengiriman perangkat mobile ke titik terendahnya sejak tahun 2013 silam. Hal ini menandakan kemunduran signifikan bagi industri yang biasanya selalu mencatatkan pertumbuhan konsisten setiap tahunnya.

Direktur Riset Counterpoint, Tarun Pathak, menjelaskan bahwa vendor smartphone kini berada di posisi yang sulit dalam antrean pasokan. Perusahaan penyedia layanan cloud besar mendapatkan prioritas utama dari produsen chip dibandingkan produsen perangkat genggam.

Alokasi chip memori untuk industri smartphone diperkirakan akan terus menipis selama permintaan AI masih mendominasi pasar global. Konsumen kemungkinan besar harus menghadapi konsekuensi berupa kenaikan harga jual perangkat atau keterlambatan peluncuran model terbaru.

Situasi kritis ini menuntut para produsen gadget untuk segera mencari solusi alternatif guna mengamankan jalur produksi mereka. Tanpa adanya intervensi atau penambahan kapasitas produksi chip, masa depan pasar elektronik konsumen tetap berada dalam bayang-bayang ketidakpastian.