Kiamat HP: Perangkat AI Pengganti HP Sudah Dijual di China
Uptodai.com - Wacana mengenai punahnya smartphone dalam waktu dekat bukan lagi sekadar spekulasi. Kini, sinyal tersebut semakin nyata seiring masifnya kemunculan perangkat AI pengganti HP yang mulai membanjiri pasar, khususnya dari China.
Para raksasa teknologi global, mulai dari Amerika Serikat hingga Asia, sedang berlomba menciptakan perangkat keras revolusioner yang diyakini akan mengambil alih peran ponsel pintar sebelum tahun 2030. Inovasi ini didorong oleh integrasi kecerdasan buatan (AI) yang semakin mendalam.
Ramalan Para Raksasa Teknologi
Dua nama besar yang vokal meramalkan “kiamat HP” adalah CEO Meta, Mark Zuckerberg, dan CEO Neuralink, Elon Musk. Keduanya sepakat bahwa smartphone akan segera digantikan, meskipun mereka memiliki pandangan berbeda tentang wujud perangkat pengganti tersebut.
Zuckerberg meyakini bahwa pengganti utama HP adalah perangkat wearable, seperti kacamata pintar (smart glasses) yang semakin multifungsi dan terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari. Meta sendiri telah menjual jutaan unit smart glasses sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun 2023.
Di sisi lain, Elon Musk memiliki pandangan yang jauh lebih radikal. Ia pernah secara blak-blakan menyebut bahwa di masa depan, tidak akan ada lagi HP, melainkan hanya Neuralink. Neuralink merupakan startup milik Musk yang fokus pada pengembangan teknologi chip yang ditanam di otak, atau dikenal sebagai Brain-Computer Interface (BCI).
China Memimpin Inovasi Perangkat AI Pengganti HP
Terlepas dari perbedaan visi antara Zuckerberg dan Musk, China menunjukkan langkah agresif dengan memanfaatkan keunggulan manufakturnya untuk segera mewujudkan era pasca-smartphone. Pasar perangkat berbasis kecerdasan buatan di China berkembang sangat pesat, menantang dominasi teknologi AS.
Dr. Kai-Fu Lee, CEO 01.AI dan Kepala Sinovationa Ventures, menjelaskan bahwa kekuatan fundamental China terletak pada keahlian manufaktur hardware. Menurutnya, meskipun kompetisi saat ini masih didominasi sektor software, persaingan akan segera beralih ke ranah perangkat keras.
Keunggulan dalam produksi massal dan biaya yang efisien membuat perusahaan-perusahaan teknologi China mampu melakukan eksperimen perangkat keras dengan cepat. Mereka tidak hanya fokus pada smart glasses, tetapi juga berbagai bentuk gadget AI baru.
Ekspansi Global Smart Glasses Berbasis AI
Saat ini, China memiliki lebih dari 70 perusahaan yang aktif menciptakan produk pesaing smart glasses Meta. Perangkat smart glasses berbasis AI dari perusahaan seperti Inmo dan Rokid bahkan sudah dijual secara global, menunjukkan ambisi ekspansi yang besar.
Selain itu, perusahaan domestik raksasa seperti Xiaomi dan Alibaba juga gencar merilis perangkat yang mengandalkan sistem AI internal mereka. Meskipun beberapa produk ini awalnya hanya dijual di China, kehadirannya menandakan pergeseran fokus dari HP konvensional.
Alibaba, melalui platform pesan singkat kerjanya, DingTalk, merilis perangkat AI berukuran seperti kartu kredit. Perangkat yang dinamai DingTalk A1 ini dirancang untuk membantu pekerja mencatat hal-hal penting.
DingTalk A1 memiliki kemampuan luar biasa, yakni bisa mentranskrip, merangkum, hingga menganalisis percakapan dari jarak hingga delapan meter. Inovasi ini mirip dengan Plaud Note yang tersedia di pasar Amerika Serikat, namun menunjukkan kecepatan adaptasi China dalam format yang lebih ringkas dan mudah dibawa.
Perkembangan ini memperkuat pandangan bahwa masa depan komputasi pribadi tidak lagi terikat pada layar persegi di tangan. Sebaliknya, interaksi dengan teknologi akan menjadi lebih kontekstual, terintegrasi ke dalam pakaian, kacamata, atau bahkan perangkat kecil seukuran kartu identitas.
Dengan kekuatan manufaktur yang solid dan investasi besar dalam pengembangan model AI, China kini berada di garis depan dalam perlombaan menciptakan perangkat keras yang akan mendefinisikan era teknologi pasca-smartphone.