Persaingan Sam Altman dan Dario Amodei Memanas di Panggung India
Uptodai.com - Persaingan Sam Altman dan Dario Amodei kini menjadi sorotan dunia setelah keduanya menunjukkan sikap dingin dalam sebuah acara resmi di India. Momen canggung tersebut terekam jelas saat kedua bos besar kecerdasan buatan ini mendampingi Perdana Menteri India, Narendra Modi, di atas panggung India AI Impact Summit. Ketegangan antara pemimpin OpenAI dan Anthropic ini seolah mengonfirmasi bahwa hubungan mereka tidak lagi harmonis seperti dulu.
Dalam sesi foto bersama, PM Narendra Modi secara spontan meraih tangan Sam Altman dan mengangkatnya ke udara sebagai simbol kolaborasi teknologi. Namun, pemandangan berbeda terlihat pada sisi Dario Amodei yang berdiri tepat di samping Altman. Alih-alih saling menggenggam tangan sebagai sesama pemimpin industri, keduanya justru memilih untuk mengangkat kepalan tangan masing-masing tanpa sedikit pun melakukan kontak mata.
Sam Altman mengaku merasa bingung dengan situasi yang terjadi di atas panggung tersebut saat memberikan keterangan kepada media. Ia menyatakan bahwa tindakan PM Modi yang menarik tangannya terjadi secara tiba-tiba sehingga ia tidak sempat bereaksi banyak. Altman juga menegaskan bahwa dirinya tidak benar-benar memahami apa yang seharusnya ia lakukan saat momen tersebut berlangsung.
Adu Sindir Melalui Iklan Super Bowl
Ketegangan dalam persaingan Sam Altman dan Dario Amodei sebenarnya sudah tercium publik sejak beberapa pekan sebelumnya. Pemicu utamanya adalah perang iklan yang dilancarkan Anthropic dalam ajang olahraga bergengsi, Super Bowl. Anthropic merilis kampanye bertajuk “A Time and a Place” yang secara terang-terangan menyindir kebijakan OpenAI terkait monetisasi layanan.
Iklan tersebut mengkritik keputusan OpenAI yang mulai menyisipkan konten promosi ke dalam percakapan ChatGPT. Anthropic menggunakan slogan tajam yang berbunyi bahwa iklan akan segera datang ke dunia AI, namun hal itu tidak akan terjadi pada Claude. Sindiran ini langsung memicu reaksi keras dari kubu OpenAI yang merasa model bisnis mereka diserang secara terbuka.
Melalui platform media sosial X, Sam Altman membalas tuduhan tersebut dengan menyebut iklan Anthropic sebagai bentuk ketidakjujuran. Ia menuduh Anthropic melakukan praktik “doublespeak” atau standar ganda dalam berkomunikasi dengan publik. Altman menegaskan bahwa OpenAI memiliki misi untuk membawa teknologi AI kepada miliaran orang, bukan hanya untuk kalangan elite yang mampu membayar mahal.
Sejarah Pecahnya Kongsi di OpenAI
Publik mencatat bahwa Dario Amodei sebenarnya bukan orang asing bagi Sam Altman karena ia pernah menjadi bagian inti dari OpenAI. Amodei bergabung sejak tahun 2016 dan memegang peran krusial dalam pengembangan model bahasa besar seperti GPT-2 dan GPT-3. Namun, perbedaan visi mengenai keselamatan pengembangan kecerdasan buatan membuat hubungan keduanya mulai retak pada akhir tahun 2020.
Dario Amodei akhirnya memutuskan hengkang dan mendirikan Anthropic pada tahun 2021 bersama sejumlah mantan karyawan kunci OpenAI lainnya. Ia membawa misi untuk menciptakan sistem AI yang lebih aman, dapat diandalkan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara etis. Perpecahan ini menandai dimulainya era kompetisi sengit antara dua raksasa teknologi yang kini mendominasi pasar global.
Kini, Anthropic telah bertransformasi dari sebuah perusahaan rintisan kecil menjadi raksasa dengan lebih dari 2.500 karyawan. Valuasi perusahaan tersebut bahkan telah menembus angka fantastis sebesar US$380 miliar berkat dukungan dana dari investor global. Pertumbuhan pesat ini menjadikan Anthropic sebagai ancaman paling nyata bagi dominasi OpenAI di industri kecerdasan buatan.
Masa Depan Industri AI di Tengah Rivalitas
Momen canggung di India tersebut membuktikan bahwa persaingan Sam Altman dan Dario Amodei telah memasuki babak baru yang lebih personal. Para analis industri menilai bahwa persaingan ini justru dapat memacu inovasi yang lebih cepat di sektor teknologi. Namun, di sisi lain, ego para pemimpin ini juga dikhawatirkan dapat menghambat kolaborasi global dalam menetapkan standar keselamatan AI.
Meskipun kedua belah pihak membantah adanya permusuhan pribadi, bahasa tubuh mereka di depan publik berkata sebaliknya. Dunia kini terus memantau langkah strategis apa yang akan diambil oleh OpenAI dan Anthropic selanjutnya. Persaingan ini bukan sekadar berebut pasar, melainkan pertarungan ideologi tentang bagaimana masa depan kecerdasan buatan seharusnya dibentuk bagi umat manusia.