Uptodai.com - Nyeri, bengkak, dan kekakuan pada persendian seringkali membuat banyak orang bingung menentukan diagnosis penyakit yang diderita. Salah satu kebingungan yang paling umum adalah cara membedakan asam urat dan rematik, sebab keduanya menunjukkan gejala awal yang sangat mirip.

Baik asam urat (Gout) maupun rematik (Rheumatoid Arthritis/RA) dikategorikan sebagai jenis artritis yang menyerang sendi, menimbulkan rasa sakit, dan membatasi pergerakan. Meskipun demikian, akar masalah, pola serangan, hingga penanganan kedua penyakit ini sangatlah berbeda.

Akar Masalah: Autoimun vs. Kristal Asam Urat

Perbedaan mendasar antara rematik dan asam urat terletak pada penyebabnya. Rematik adalah kondisi autoimun, sementara asam urat disebabkan oleh penumpukan zat sisa metabolisme.

Rematik terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan yang melapisi persendian, yang dikenal sebagai sinovium. Serangan autoimun ini memicu peradangan hebat yang menyakitkan dan, jika dibiarkan, dapat menyebabkan kerusakan permanen serta deformitas sendi.

Karena rematik merupakan penyakit sistem kekebalan tubuh, efeknya tidak hanya terbatas pada sendi. Kondisi ini juga dapat memengaruhi organ tubuh lain, termasuk kulit, mata, jantung, dan paru-paru, seringkali menyebabkan kelelahan kronis.

Sementara itu, asam urat menyerang individu yang memiliki kadar asam urat (uric acid) terlalu tinggi dalam darah, sebuah kondisi yang disebut hiperurisemia. Tubuh memproduksi asam urat ketika memecah purin, zat yang ditemukan dalam makanan tertentu seperti daging merah dan minuman manis.

Normalnya, ginjal akan menyaring dan membuang kelebihan asam urat melalui urine. Namun, ketika produksi terlalu banyak atau ginjal tidak efisien membuangnya, asam urat akan membentuk kristal tajam berbentuk jarum. Kristal-kristal inilah yang menumpuk di persendian dan jaringan sekitarnya, memicu nyeri dan peradangan yang tiba-tiba.

Pola Serangan dan Gejala Khas Asam Urat dan Rematik

Walaupun sama-sama menyebabkan nyeri sendi, pola serangan dan lokasi yang terpengaruh oleh asam urat dan rematik cenderung mengikuti pola yang berbeda. Memahami pola ini sangat penting untuk penegakan diagnosis yang tepat.

Gejala Khas Penyakit Rematik

Rematik biasanya dimulai pada persendian yang lebih kecil, seperti jari-jari tangan dan kaki. Persendian yang terkena akan terasa nyeri, bengkak, dan hangat saat disentuh. Seiring waktu, kondisi ini menyebar ke persendian yang lebih besar, termasuk pergelangan tangan, siku, bahu, lutut, dan pergelangan kaki.

Pola serangan rematik seringkali simetris, artinya jika bahu kanan terasa sakit, kemungkinan besar bahu kiri juga akan merasakan sakit yang serupa. Selain itu, penderita rematik sering mengalami kekakuan sendi yang parah di pagi hari, yang biasanya berlangsung lebih dari 30 menit dan berangsur membaik seiring aktivitas sepanjang hari.

Gejala Khas Serangan Asam Urat

Berbeda dengan rematik, asam urat ditandai dengan serangan nyeri yang sangat tiba-tiba dan intens. Rasa sakitnya bisa sangat parah, sering digambarkan seperti sendi yang terbakar atau dihantam benda tumpul.

Asam urat hampir selalu menyerang hanya satu persendian pada satu waktu, menjadikannya kondisi monoartikular. Jempol kaki adalah lokasi yang paling umum terkena, bahkan sering menjadi sendi pertama yang diserang. Namun, asam urat juga dapat menyerang pergelangan kaki, lutut, siku, atau pergelangan tangan.

Serangan asam urat, yang dikenal sebagai gout flare, biasanya mencapai puncaknya dalam waktu 12 hingga 24 jam pertama. Meskipun rasa sakitnya bisa menghilang dalam beberapa hari atau minggu, peradangan yang terjadi sangat intens dan biasanya tidak disertai gejala sistemik seperti kelelahan parah atau demam, kecuali pada kasus yang sangat langka.

Mengapa Lokasi Sendi Menjadi Kunci Diagnosis?

Perbedaan lokasi dan simetri serangan menjadi petunjuk penting bagi dokter. Rematik menunjukkan predileksi pada sendi-sendi kecil tangan dan kaki dengan pola simetris, mencerminkan respons autoimun yang menyerang seluruh sistem.

Sebaliknya, asam urat sangat spesifik, sering kali hanya menyerang sendi besar di bagian bawah tubuh, terutama jempol kaki. Penumpukan kristal asam urat cenderung terjadi di area yang lebih dingin, dan jempol kaki, yang merupakan sendi terjauh dari jantung, memenuhi kriteria tersebut.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami nyeri dan pembengkakan pada kedua tangan atau kedua lutut secara bersamaan, kemungkinan besar Anda menghadapi rematik. Namun, jika nyeri hebat dan mendadak terjadi hanya pada satu jempol kaki, diagnosis asam urat jauh lebih mungkin.

Kapan Harus Segera Mencari Bantuan Medis?

Meskipun kedua kondisi ini dapat diobati, penanganan yang salah dapat memperburuk kondisi sendi. Jika Anda mengalami nyeri sendi yang persisten, bengkak, atau kekakuan yang membatasi aktivitas harian, segera konsultasikan dengan dokter atau ahli reumatologi.

Pengobatan rematik biasanya melibatkan obat antiinflamasi dan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh (imunosupresan). Sementara itu, penanganan asam urat berfokus pada pengendalian pola makan untuk mengurangi purin, serta penggunaan obat untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah, seperti allopurinol.