5 Fakta Menarik Jujutsu Kaisen S3 Episode 8: Duel Higuruma vs Yuji
Uptodai.com - Jujutsu Kaisen S3 Episode 8 membawa penonton masuk lebih dalam ke tensi tinggi Culling Game yang penuh kejutan. Yuji Itadori dan Megumi Fushiguro mulai merasakan tekanan nyata saat harus berhadapan dengan penyihir dari berbagai era. Pertarungan ini bukan sekadar adu fisik, melainkan juga pertarungan ideologi dan masa lalu yang kelam.
Episode terbaru ini memberikan sorotan tajam pada karakter baru yang memiliki latar belakang sangat kuat. Penonton diajak melihat bagaimana sistem keadilan yang rusak dapat mengubah seseorang menjadi sosok yang mengerikan. Berikut adalah lima poin krusial yang membuat episode kali ini sangat layak untuk disimak bagi para penggemar setia.
Tragedi Hiromi Higuruma dan Keadilan yang Runtuh
Sebelum terjun ke dunia penyihir jujutsu, Hiromi Higuruma merupakan seorang pengacara idealis yang berdedikasi tinggi. Ia menghabiskan waktunya untuk membela orang-orang yang tidak bersalah di tengah sistem peradilan yang korup. Namun, dedikasinya tersebut justru membawanya pada keputusasaan yang mendalam saat melihat hukum dipermainkan.
Higuruma menyaksikan sendiri bagaimana kliennya tetap mendapatkan vonis hukuman meski bukti-bukti sudah menunjukkan ketidakbersalahan. Rasa frustrasi terhadap sistem hukum yang membusuk memicu kebangkitan teknik kutukannya yang unik. Melalui Judgeman, ia kini menciptakan pengadilan ideal versinya sendiri untuk menghakimi siapapun yang ia anggap bersalah.
Masa Lalu Yuji Itadori sebagai Harimau SMP Barat
Karakter Amai akhirnya mengungkapkan hubungan masa lalunya dengan Yuji Itadori yang selama ini menjadi tanda tanya. Amai menceritakan momen ketika ia menyaksikan aksi heroik Yuji saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Saat itu, Yuji tanpa ragu menghajar sekelompok perundung yang sedang menyiksa siswa lain.
Keberanian Yuji meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi Amai yang saat itu hanya bisa diam karena ketakutan. Julukan “Harimau dari SMP Barat” ternyata lahir dari reputasi Yuji yang selalu membela kaum lemah dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa. Kilas balik ini mempertegas sisi kemanusiaan Yuji yang tidak pernah berubah sejak dulu.
Jebakan Remi dan Kemunculan Sosok Reggie Star
Megumi Fushiguro harus menerima kenyataan pahit setelah mengikuti arahan Remi menuju wilayah Ikebukuro. Alih-alih menemukan Higuruma, Megumi justru masuk ke dalam jebakan maut yang sudah dipersiapkan dengan matang. Ia bertemu dengan Reggie Star, seorang penyihir eksentrik yang seluruh tubuhnya tertutup oleh tumpukan kertas nota.
Merasa dikhianati dan membuang waktu berharga, Megumi langsung mengerahkan teknik shikigami miliknya untuk menyerang. Namun, Reggie Star bukanlah lawan sembarangan karena ia langsung mengenali potensi besar dalam diri Megumi. Reggie bahkan mencoba merekrut Megumi dan mengabaikan Remi yang telah membantunya melakukan jebakan tersebut.
Konspirasi Besar di Balik Aturan Culling Game
Reggie Star mengungkapkan sebuah teori mengejutkan mengenai tujuan sebenarnya dari permainan maut Culling Game. Ia merasa ada banyak kejanggalan dalam aturan koloni dan jumlah pemain yang terlibat dalam skenario Kenjaku. Menurutnya, penjelasan mengenai evolusi penduduk Jepang melalui energi kutukan hanyalah sebuah pengalihan isu semata.
Ia menduga bahwa Kenjaku memiliki rencana cadangan yang jauh lebih gelap dan terstruktur daripada yang dibayangkan para pemain. Kecurigaan Reggie ini menambah lapisan misteri baru dalam alur cerita Culling Game yang semakin rumit. Hal ini memaksa Megumi untuk berpikir lebih keras mengenai strategi yang harus ia ambil selanjutnya.
Awal Mula Pertarungan Higuruma vs Yuji di Pengadilan
Puncak dari episode ini adalah pertemuan yang sangat dinantikan antara Yuji Itadori dan Hiromi Higuruma di dalam teater. Higuruma yang sedang bersantai di dalam bak mandi menyambut kedatangan Yuji dengan aura yang sangat mengancam. Pertarungan Higuruma vs Yuji pun pecah dengan intensitas yang sangat berbeda dari duel penyihir pada umumnya.
Higuruma langsung mengaktifkan Domain Expansion miliknya yang berbentuk sebuah ruang pengadilan formal. Di dalam domain ini, kekerasan fisik dilarang dan pertarungan ditentukan melalui argumen hukum dan bukti kejahatan. Yuji kini terjepit dalam situasi di mana kekuatan fisiknya tidak berguna di hadapan hukum Judgeman yang mutlak.