Uptodai.com - Serial drama Korea berlatar era Joseon, To My Beloved Thief, tidak hanya menyuguhkan kisah intrik politik dan misteri kejahatan. Drama ini juga mengangkat salah satu isu sosial paling menindas pada masanya: perjodohan paksa.

Sistem perjodohan ini menempatkan korban perjodohan di To My Beloved Thief dalam posisi yang sangat sulit. Baik dari kalangan rakyat jelata, bangsawan, hingga anggota keluarga kerajaan, mereka kehilangan kebebasan untuk menentukan pasangan hidup mereka sendiri. Orang tua atau pihak yang berkuasa sering kali menggunakan pernikahan sebagai alat untuk memperkuat status sosial atau kepentingan politik.

Karakter-karakter ini harus menghadapi pilihan pahit: menuruti keinginan keluarga demi menghindari konflik, atau menentang norma sosial yang berlaku. Berikut adalah empat karakter utama yang terpaksa menjadi korban sistem perjodohan yang kaku di era Joseon.

Hong Eun Jo: Dijual Demi Kepentingan Keluarga

Hong Eun Jo (diperankan oleh Nam Ji Hyun) merupakan sosok eolnyeo, yakni keturunan dari bangsawan dan rakyat jelata. Meskipun bekerja sebagai tabib yang terampil di klinik rakyat, status sosialnya yang ambigu membuat ia tidak memiliki banyak hak, termasuk hak untuk memilih pasangan hidup.

Keluarganya, yang sangat mendambakan peningkatan status dan kekayaan, memaksanya untuk menerima perjodohan yang sangat tidak adil. Ia diminta menikah dengan ayah dari Sekretaris Kerajaan Im Sa Hyeong, seorang pria berusia sekitar 70 tahun yang kondisinya sudah sakit-sakitan.

Eun Jo menyadari betul bahwa ia akan menikahi seorang pria yang lebih pantas menjadi kakeknya, namun ia memilih untuk tidak melawan secara terbuka. Keputusannya ini diambil demi menjaga stabilitas keluarganya, meskipun hal tersebut mengorbankan masa depannya sendiri. Kisah Eun Jo menyoroti betapa rendahnya posisi perempuan, bahkan yang memiliki pendidikan tinggi, di bawah tekanan patriarki Joseon.

Yi Yeol: Pangeran yang Menolak Perkawinan Politik

Yi Yeol (Moon Sang Min), yang juga dikenal sebagai Pangeran Agung Do Wol, adalah salah satu karakter kerajaan yang juga terjerat dalam sistem perjodohan. Ibunya merencanakan perjodohan ini demi kepentingan politik istana, memintanya menikahi Kim Hong Yeon (Seol Ji Won), putri dari Ketua Inspektur Kim Deok Han.

Pangeran Agung Do Wol menunjukkan penolakan yang tegas terhadap rencana ibunya. Meskipun ia bersedia mendatangi kediaman calon istrinya, tujuannya bukan untuk membahas pernikahan, melainkan untuk menyampaikan penolakan secara langsung dan tidak ambigu.

Ibunya merasa frustrasi karena Yi Yeol lebih memilih fokus pada pekerjaannya sebagai penyelidik kejahatan di kantor polisi, alih-alih mempersiapkan pernikahan. Penolakan ini berakar dari perasaannya yang mendalam terhadap Hong Eun Jo. Yi Yeol memperingatkan ibunya agar tidak lagi berharap, sebab hatinya sudah tertambat dan ia tidak bisa berpaling kepada wanita lain, meskipun itu adalah pernikahan yang diatur oleh kerajaan.

Im Jae I dan Shin Hae Rim: Perjodohan yang Didasari Keengganan

Im Jae I (Hong Min Gi), putra dari Im Sa Hyeong, juga menjadi korban perjodohan di To My Beloved Thief yang diatur demi memperkuat posisi keluarganya. Ia diperintahkan untuk menikahi Shin Hae Rim (Han So Eun), keponakan Ratu. Namun, seperti halnya Yi Yeol, Im Jae I menunjukkan ketidaksukaan yang jelas sejak awal.

Im Jae I melakukan tindakan ekstrem untuk membuat tunangannya merasa ilfeel dan menjauh. Ia sengaja memperlihatkan kedekatannya dengan seorang gisaeng, bahkan berpura-pura menjadikan wanita tersebut sebagai selirnya. Ia berharap dengan cara ini, Shin Hae Rim akan merasa terhina dan membatalkan pertunangan mereka.

Shin Hae Rim, Keponakan Ratu yang Terjebak

Di sisi lain, Shin Hae Rim adalah keponakan Ratu yang dijodohkan dengan Im Jae I. Ia adalah adik dari Shin Seok Gyu, seorang pejabat yang memiliki posisi strategis di pemerintahan. Perjodohan ini murni didorong oleh ambisi politik keluarga Ratu untuk mengamankan pengaruh mereka di istana.

Meskipun ia tahu bahwa Im Jae I tidak tertarik padanya dan sengaja bersikap buruk, Hae Rim tetap harus mempertahankan pertunangan tersebut. Ia berada di bawah tekanan besar untuk memenuhi harapan Ratu dan keluarganya, menunjukkan bahwa bahkan di kalangan bangsawan, kebahagiaan pribadi sering kali dikorbankan demi kepentingan kekuasaan dan status.

Kisah empat karakter ini dalam To My Beloved Thief menjadi cerminan pahit mengenai kurangnya agensi dan kebebasan personal di era Joseon. Mereka dipaksa memilih antara cinta sejati atau kepatuhan buta terhadap norma sosial yang mengikat.